Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
minta maaf


__ADS_3

Karena terkejut dan sakit hati dengan hinaan Nico padanya, Malika pun menangis, dia tidak menyangka jika sikap suaminya akan seperti ini padanya ketika marah.


Melihat Malika menangis, Nico pun langsung tersadar dan langsung meminta maaf padanya.


"Maafkan aku sayang,"


Nico coba memeluk Malika, namun Malika menepis dan berlari masuk kedalam kamar, dia mulai menangis dengan suaranya yang mulai terdengar.


Untuk pertama kalinya Nico lah yang berani berkata kasar padanya, dia berpikir mengapa Nico tega berkata kasar padanya, padahal ibunya saja belum pernah memarahi dirinya ataupun berkata kasar padanya, sekalipun dalam kemarahan.


"Malika buka pintunya sayang, maafkan aku, aku bersalah, tidak seharusnya aku berkata kasar seperti itu padamu, aku mohon buka pintunya"


Nico meminta maaf pada Malika untuk semua yang dia katakan, dia juga meminta Malika untuk membukakan pintu.


Pengaruh surat yang dia temukan di tas Malika membuat Nico merasa kesal, hingga dia lampiaskan pada masakan Malika.


Nasi goreng Malika cukup lezat, namun karena suasana hati Nico yang sedang runyam, nasi spesial buatan Malika pun dirasa tidak sedap.


"Ah..."


Teriak Nico yang kesal karena Malika tidak kunjung membukakan pintu kamar untuknya.

__ADS_1


Malika pun kembali mendapat shock terapi kala mendengar Nico berteriak kesal.


Dengan segera Malika membuka pintu kamar dan melihat Nico sedang memukul tembok dengan tangannya hingga terluka.


Melihat semua itu, Malika pun segera menghentikan Nico


"Hentikan co, kenapa kamu melakukan ini?"


Malika berusaha menghentikan amarah Nico pada dinding tembok.


"Kenapa kamu tidak mau menjawab pertanyaan ku, aku hanya minta kamu untuk membukakan pintu, aku ingin minta maaf pada kamu, tapi mengapa kamu hanya diam, apa ini yang kamu mau, kamu baru akan peduli jika aku terluka, ia?"


Air mata Malika kembali menetes, dia tidak mampu berkata apapun saat itu, hanya air mata yang mewakili ungkapan hatinya yang sedih dan kecewa akan sikap Nico.


"Maafkan aku Malika, maafkan aku, aku hanya ingin kamu memaafkan aku, itu saja"


Nico pun langsung memeluk Malika dan tak hentinya meminta maaf, pelukan Nico pun mampu meredam kesedihan di hati Malika.


"Hari ini aku sangat letih sekali dan kesal dari sejak di tempat kerja, itu sebabnya aku marah tanpa alasan seperti tadi padamu, mohon mengertilah, dan maafkan aku?"


Nico sangat pandai berkata dan berbohong pada Malika, bukannya kesal di tempat bekerjanya, melainkan dia kesal karena surat dari Bu Arum yang nyaris membuka rahasianya pada Malika.

__ADS_1


"Mohon maafkan aku, aku sangat mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku?"


Lanjut Nico pada Malika meminta maaf dan tak melepaskan pelukannya.


Malika pun kembali di buat terlena dengan bujuk rayu sang suami hingga akhirnya Malika luluh dan memaafkan Nico.


Karena menurut Malika, alasan Nico sangat masuk akal, Nico merasa letih dan lelah setelah bekerja seharian, sedangkan dirinya tidak.


Dalam hati, Malika bertanya, apakah dirinya harus menyampaikan jika dia sudah tidak bekerja lagi sekarang sepertinya bukan waktu yang pas


Tapi.


.


.


Nico yang kala itu tidak mau melepaskan pelukannya pada Malika terus meminta maaf dan memohon ampun padanya.


Nico pun mengajak Malika untuk masuk kedalam kamar,


disana hasrat Nico untuk istrinya mulai tumbuh kembali.

__ADS_1


__ADS_2