Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Tabrak lari


__ADS_3

Jam istirahat pun tiba,Malika hendak menghubungi Nico,dia sangat merindukannya,


Sedang apa Nico sekarang,sudah sampai dimana dia sekarang?


Pikir Malika terus bertanya-tanya tentang Nico.


Sherli pun mengajak Malika untuk makan di luar kantor,Malika pun setuju,


"Tapi sebentar ya ka,saya harus menghubungi dulu seseorang?"


Ucap Malika sebelum pergi makan bersama Sherli.


Malika pun coba menghubungi Nico,telponnya tersambung,namun tidak ada jawaban.


"Mungkin Nico masih dalam perjalanan,sudah lah biar nanti aku hubungi dia lagi"


Ucap Malika dalam hati.


Malika pun pergi makan keluar bersama Sherli,dengan mobil nya Sherli mengajak Malika makan di sebuah resto baru yang cukup terkenal di Bandung.


Sherli pun bertanya tentang apa yang dia lihat tadi pagi,


"Malika maaf ya aku ingin bertanya sesuatu sama kamu,tapi kamu jangan tersinggung?"


Malika pun penasaran,apa yang ingin Sherli tanyakan padanya,Sherli terlihat serius dengan pertanyaannya.


"Tadi aku lihat pak Keenan sangat membelamu di hadapan Lidya,apa kalian menjalin hubungan serius ?"


Tanya Sherli pada Malika membuatnya sangat terkejut,dengan tawanya yang ringan Malika pun menjawab semua pertanyaannya.


"Hehe jangan bilang kalau kamu mengira aku dan Keenan eh pak Keenan pacaran? Tidak mungkin ka sherli,aku dan pak Keenan hanya dekat sebatas atasan dan karyawan saja,ya mungkin kami terlihat lebih dekat itu semua karena seminggu ini kami menjadi tetanggaan,"


Jelas Malika membuat Sherli juga terkejut,dia baru tahu kalau Keenan selama ini bertetangga dengan Malika.


Malika pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya,pak Keenan dan suci,


Malika juga menceritakan peristiwa yang menimpa suci.


Sherli dibuat kagum dengan semua ceritanya tentang dirinya dan Keenan,


"Aku sangat salut sama kamu ka,aku jadi penasaran sama ibu kamu,kapan-kapan aku bisa main kan ke rumahmu?"

__ADS_1


Lanjut Sherli ingin sekali bertemu dengan Bu Arum.


Malika pun dengan sangat bahagia mengijinkan Sherli untuk main ke rumahnya.


"Oh ya ka,tapi kalau aku lihat-lihat nih ya,kayaknya pak Keenan suka deh sama kamu,kalian juga terlihat sangat serasi jika sedang bersama"


Ucap Sherli semakin membuat Malika terkejut,Malika menggelengkan kepalanya,pertanda dia sangat tidak suka dengan semua yang sherli katakan saat ini.


Dalam hati Malika pun bergeming bahwa tidak mungkin dia bisa mencintai pria lain disaat cintanya sudah berlabuh pada satu pria,yaitu Nico.


"Sudahlah jangan bahas ini lagi,kapan nih kita sampai,masih jauh gak?"


Tanya Malika menghindar dari semua ucapan Sherli mengenai dirinya dan Keenan.


Merekapun tiba di sebuah resto yang di tuju Sherli,Malika nampak bahagia,dia membayangkan akan makan makanan pedas manis kesukaannya,di temani segelas es jeruk yang sedikit asam,sungguh semua itu akan membuatnya lebih segar lagi dan semakin bersemangat.


Malika pun turun dari mobil,sedangkan Sherli memarkirkan dulu mobilnya,Malika turun di depan pintu restoran.


"Aku tunggu di luar apa di dalam ka"


Tanya Malika pada Sherli,


Sherli pun menyuruh Malika untuk menunggunya di dalam saja.


Malika terus memaksanya untuk ikut bersamanya,namun dia tetao menolak,


Malika pun tidak bisa memaksanya lagi,diapun memberi sedikit uang pada anak itu untuk dia belikan makanan agar perutnya tidak kelaparan.


"Yasudah kalau kamu memang tidak mau ikut makan bersama Kaka,ini ada sedikit uang untuk kamu menyelamatkan anak kecil tersebut.


"Awas dek..."


Teriak Malika dengan berlari sangat kencang untuk menyelamatkan anak kecil tersebut,


Hingga akhirnya,Malika berhasil menyelamatkan anak tersebut dengan mendorongnya ke pinggir jalan namun Malika tak mampu menghindar dari laju kencangnya si sedan tersebut.


Bruk...


Tubuh Malika terlempar jauh dari tempat kejadian karena tertabrak mobil sedan tersebut,


Tubuh Malika pun mendarat di bahu jalan dengan kondisi yang sangat memperihatinkan,

__ADS_1


Kepalanya terbentur aspal dengan begitu keras,tubuhnya pun terlempar cukup jauh hingga tubuh dan kepalanya berlumuran darah.


Semua yang menyaksikan kejadian tersebut sangat kaget dan langsung menuju Malika yang sudah bersimbah darah tidak sadarkan diri,


Seorang warga pun langsung menelpon polisi dan memanggil ambulan.


Mobil sedan yang melaju kencang tak berhenti samasekali setelah menabrak Malika.


Semua orang pun berkerumun melihat Malika yang tergeletak tanpa satu orang pun yang berani menolongnya,


Di tempat lain,Sherli coba mencari Malika di dalam resto namun tidak dia temukan,perasaannya mulai tidak enak tatkala melihat kerumunan warga yang menyebutkan sudah terjadi tabrak lari dengan korban seorang gadis .


Drug


Perasaan Sherli semakin tidak menentu,diapun coba melihat ke kerumunan tersebut.


Disaat yang bersamaan Bu Arum juga merasakan batinnya sangat sesak,dadanya seakan pengap untuk bernafas,


Bu Arum memegang dadanya dan coba menarik nafasnya,entah kenapa saat itu dia sangat teringat akan Malika.


Suci yang melihat Bu Arum seperti tidak baik-baik saja langsung memanggil dokter dan bertanya pada Bu Arum mengapa dia terlihat sangat cemas?


Bu Arum tidak bisa menjawab karena dia pun tidak tahu apa yang terjadi kepadanya.


...


Nico yang saat itu hendak menanyakan sesuatu yang penting pada Clara juga tiba-tiba di datangi seorang gelandangan yang menarik tangannya untuk ikut dengannya.


Nico sangat terkejut,karena gelandangan kecil itu ternyata tidak bisa bicara,gelandangan kecil itu menarik tangan Nico dan menyuruhnya untuk membawakan boneka nya yang terjatuh dan tertabrak kendaraan di tengah jalan.


"Astaga,jadi kau ingin aku membawakan boneka mu ?"


Meski sedikit kesal karena gelandangan itu membuatnya terkejut,Nico tidak bisa menolak permintaannya untuk membawakan boneka nya yang telah usang dan kotor itu.


Nico pun berjalan dengan hati-hati ke tengah jalan dan membawa boneka tersebut,saat tangannya meraih boneka itu,jantung Nico berdebar sangat kencang,hati dan pikirannya sangat teringat akan Malika,


Perasaannya pun tidak enak,Nico berpikir dengan seribu pertanyaan apa yang terjadi padanya?mengapa perasaan ini tidak bisa dia kendalikan?mengapa dadanya terasa sesak dan ingatannya sangat tertuju pada Malika?apa yang terjadi padanya?.


Dengan segera Nico pun kembali dan memberikan boneka yang telah usang itu pada gelandangan kecil yang tidak bisa bicara itu,tak lupa Nico juga memanggil tukang boneka balon dan memberikannya kepada gelandangan itu.


"Ini untukmu dek,maaf ya Kaka tidak bisa membelikan mu boneka asli,disini yang ada hanya balon berbentuk boneka,hihi...semoga kamu suka ya,lain kali hati-hati kalau berjalan .oke"

__ADS_1


Ucap Nico dengan memberikan boneka balonnya dan selembar uang 50 ribu untuk gelandangan tersebut.


Meski tidak bisa bicara,gelandangan itu seakan sedang mengucapkan terimakasih pada Nico karena telah memberinya uang dan balon dan menolongnya untuk membawakan boneka nya yang telah usang itu .


__ADS_2