Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Malika di culik


__ADS_3

Keesokan harinya Nico pergi menuju Bandung di temani Clara,sepanjang perjalanan mereka hanya diam tidak banyak bicara.


Nico pun merasa aneh,apa yang terjadi pada Clara sehingga tidak biasanya dia diam seperti itu padanya.


Namun saat Nico bertanya,Clara hanya tersenyum simpul pertanda jika dirinya baik-baik saja,


Nico tidak segampang itu percaya dengan jawaban Clara,dia pun menghentikan laju mobilnya ke tepi.


"Kamu sebenarnya kenapa Clara,hari ini sikapmu tidak seperti biasanya padaku,apa kamu sedang sakit?kita periksa ke rumah sakit oke"


Ucap Nico pada Clara membuat nya menghentikan tangan Nico yang hendak melajukan kembali mobilnya menuju rumah sakit.


"Jangan co,aku baik-baik saja,aku hanya tidak siap untuk kehilangan dirimu setelah kamu tidak lagi bekerja denganku"


Keduanya pun terdiam,di keheningan suasana di dalam mobil,Nico menatap wajah Clara dengan tajam,


"Dengarkan aku Clara,kamu itu wanita yang sangat baik dan cantik,sedangkan aku,kau tahu aku hanyalah pria biasa yang berjuang untuk hidup mapan demi ibu dan kedua adikku,kau tidak akan bahagia jika hidup bersamaku,"


Clara pun memeluk Nico dengan air matanya yang membasahi pundak Nico.


Clara menjelma seperti anak kecil yang takut kehilangan orang tercintanya kala memeluk Nico untuk yang terakhir kali nya.


"Aku belum pernah menemukan pria sepertimu,aku sangat mencintaimu Nico,aku tidak ingin kamu pergi dariku"


Suara Clara terdengar sangat berat sehingga membuat Nico merasa bersalah.


Nico hanya mengusap punggung Clara dan coba menghentikan tangisannya.


"Sudah jangan menangis,kau terlihat seperti anak kecil jika menangis"


Nico coba menggodanya,namun Clara tak kunjung melepaskan pelukannya.


Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam,Clara tidak rela melepaskan Nico untuk kembali menemui Malika,karena dia sangat mencintainya,dia tidak ingin ada yang memiliki Nico selain dirinya.


Namun nuraninya yang baik,mendorong Clara untuk coba melepaskan dan merelakan Nico bersama wanita pilihannya.


"Untuk apa aku terus mengejar cinta pria yang memang tidak mencintaiku,jika kau memang mencintainya,maka biarkanlah dia bahagia bersama pilihannya walaupun bukan denganmu"


Ucap hati nurani Clara kala coba merelakan Nico.


Mungkin memang ini saatnya Clara harus belajar mengambil keputusan dalam hidupnya dengan benar.


Akhirnya Clara pun melepaskan pelukannya dan coba menyeka air matanya.


"Tapi kamu masih mau kan berteman denganku?"


Tanya Clara pada Nico yang tetap ingin berteman dengannya walau pun mungkin mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi.


"Tentunya ,dengan lapang hati aku ingin bersahabat denganmu Clara"

__ADS_1


Nico memberikan senyumnya yang manis pada Clara.


***


Lidya yang kini tinggal di sebuah kost guna menghindari kejaran polisi,coba bersembunyi di dalam kamarnya,langkahnya kini mulai terbatas,karena polisi sudah menyebar luaskan identitas dirinya,sehingga dia tidak bebas melangkah keluar meski hanya untuk membeli makan.


Namun siang itu,Lidya memaksakan diri untuk keluar dari kostan nya.dia ingin melihat keadaan Malika,apakah dia membaik atau lebih buruk.


Menurut hatinya.


Dengan masker yang menutupi setengah wajahnya,dia pun pergi keluar untuk mengintai Malika kembali.


"Aku tidak akan menyerah untuk menghabisi mu Malaika?"


Ujar Lidya yang masih dendam pada Malika yang tidak tahu apa-apa


Disana Malika dan Keenan nampak sedang berjalan santai menyusuri tepi jalan di kompleknya,Keenan sengaja mengajak Malika untuk sekedar berjalan kaki melihat sekitar rumahnya ,berharap ingatan Malika akan kembali walau hanya sedikit.


"Apa kau lelah Malika"


Tanya Keenan coba memberikan tangannya untuk Malika pegang sebagai pegangannya.


"Aku memang sedikit lelah,kita duduk sebentar ya "


Mereka berdua pun duduk santai di bawah rindangnya pohon beringin dengan semilir angin yang membuat aura panas di tubuh mereka perlahan memudar.


"Bagaimana tidurmu semalam?apa kau tidur nyenyak ?"


Jawab Malika dengan senyumnya


Keenan pun membalas senyumnya,dia menatap mata Malika Tajam.


"Kau kenapa menatapku seperti itu?"


"Aku hanya ingin melihatmu saja,kau sangat cantik sekali Malika"


Pujian Keenan membuatnya tersipu malu.


"Sudahlah jangan lihat aku seperti itu,aku jadi malu"


Malika coba menepis tatapan Nico padanya,hingga mereka berdua pun tersenyum dan saling bercanda satu sama lain.


Di sebrang jalan,Lidya yang melihat keceriaan di wajah Malika dan Keenan sangat merasa sakit hati,dia tidak bisa terima jika pria yang dia cintai dekat dengan orang lain.


Dering ponsel Keenan pun berbunyi,salah seorang koleganya menelpon untuk menanyakan meeting mereka,


"Sebentar ya,saya angkat dulu telpon pak Nirwan"


Ijin Keenan untuk meninggalkannya sebentar untuk menerima telpon dari pak nirwan.

__ADS_1


"Jangan lama ya"


Jawab Malika yang tanpa dia sadari kejahatan sedang mengintainya.


Keenan begitu terlena bicara dengan klien nya itu hingga Malika dia biarkan sendiri duduk di kursi cukup lama.


Di saat yang bersamaan,Lidya pun sudah menyewa seseorang untuk menghabisi atau menculik Malika dari kebersamaanya dengan Keenan.


"Segera beraksi"


Perintah Lidya pada suruhannya untuk segara menculik Malika dari Keenan.


Dari belakang seseorang berhasil membekap mulut Malika,hingga dia tidak mampu berteriak memanggil Keenan yang masih asyik menelpon.


"Ayo cepat bawa gadis itu"


Ujar satu pria pada rekannya yang lain,Malika pun tak mampu melawan karena mereka terlalu kuat,sedangkan tubuh Malika yang masih belum bertenaga membuatnya pasrah akan nasibnya yang di culik oleh dua pria suruhan Lidya.


Malika pun berhasil masuk kedalam mobil mereka dan langsung melaju pergi dari sana tanpa membuat Keenan curiga kepada Lidya.


Keenan pun kembali pada Malika yang menunggunya di kursi,namun dia terkejut kala tidak menemukan Malika berada disana.


"Kemana Malika?"


Keenan mulai merasa cemas,karena air minum Malika masih ada di kursi tempat dia duduk,


Kemana dia pergi?


Keenan pun mencari memanggil nama Malika di setiap sudut jalan dengan berjalan.


"Malika...Malika"


Teriak Keenan yang berusaha mencari keberadaan Malika.


...


Malika yang berhasil dibawa oleh dua perampok jahat ,di buat tidak sadarkan diri,mereka pun menghubungi Clara untuk dia bawa kemana Malika.


"Hello bos,target sudah bersama kita,langkah apa lagi yang harus kami lakukan?"


Tanya mereka.


Lidya pun menyuruh mereka untuk membawa Malika ke bangunan kosong yang sudah dia siapkan untuk memberi pelajaran pada Malika.


Dan disaat yang bersamaan,Nico yang sudah memasuki lajur Bandung,tak sengaja melihat Malika di dalam mobil bersama dua pria yang mencurigakan.


Seketika wajahnya serius melihat ke arah wajah yang mirip dengan kekasihnya itu,


"Ah apa itu Malika?"

__ADS_1


Tanya Nico yang terus melihat ke arah mobil yang ada di depannya.


__ADS_2