
Seketika wajah Malika memerah,dia tidak menyangka jika pria yang mencintainya hendak mengajak dia untuk menikah.
"Apa aku tidak salah dengar co?ini tidak mimpi kan?"
Tanya Malika yang masih tidak percaya jika Nico mengajaknya menikah.
Nico pun tersenyum karena merasa lucu dengan pertanyaan kekasihnya itu.
"Kau memang begitu polos Malika "
Ucap hati Nico tersenyum.
"Tapi bagaimana dengan ibuku?"
Tanya Malika serius tentang ibunya yang masih belum mengijinkan Nico kembali pada Malika.
Dalam hati,Nico berpikir apakah dia tahu alasan sebenarnya mengapa Bu Arum tidak merestui nya,
"Jangan sampai,jangan sampai Malika tahu jika ternyata aku adalah anak dari pembunuh ayahnya"
Nico bertekad akan menyembunyikan kebenaran itu untuk selamanya dari Malika.
"Jika kamu memang benar ingin menikahi ku,apa bisa sekarang kita menemui ibuku?jika niatmu serius dan mau membuktikannya untuk menikahi ku mungkin hati ibu akan sedikit luluh dan merestui hubungan kita co"
Saran Malika pada Nico.
Nico pun terdiam,apa benar yang di katakan oleh Malika,meski dia ragu jika Bu Arum akan merestuinya,namun Nico coba menuruti saran Malika padanya.
__ADS_1
"Baiklah,apa yang harus aku bawa untuk ibumu?"
Nico bertanya kembali,perasaannya sangat degdegan perasaannya begitu tidak menentu,padahal ini bukan kali pertama dia menemui Bu Arum,tapi memang sudah lama juga setelah semua yang terjadi dan Bu Arum menghalangi hubungannya dia belum pernah menemui Bu Arum secara resmi.
Malika pun menyerahkan semua keputusan itu pada Nico sendiri,dia tidak meminta padanya untuk membawakan sesuatu yang berharga,karena ibunya tidak menyukai hal yang berlebihan.
"Bagaimana kalau kamu bawa martabak Bangka kesukaan ibu,yang rasa kacang hijau"
Saran Malika padanya.
Nico pun menuruti permintaan Malika,
Meski begitu rasa takut akan Malika mengetahui semua kebenarannya membuat Nico merasa takut jika bertemu dengan Bu Arum.
"Mengapa aku merasa takut seperti ini,apa salah Dan dosaku?"
Nico dan Malika akhirnya menuju rumah Malika,
Malika memeluk Nico dengan erat seolah tidak mau kehilangannya.
Nico yang saat itu sedang mengendarai motornya hanya mengusap kaki Malika,dia sangat berharap semoga niat baiknya untuk menikahi Malika diterima oleh Bu Arum.
Keduanya pun kini sudah sampai di depan rumah Malika,
Nico masih belum bisa mengontrol perasaannya,dia merasa takut,namun Malika coba Menenangkan nya dengan senyum dan tatapannya yang begitu sangat mencintainya.
Malika pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam pada sang ibu yang ada didalam rumahnya.
__ADS_1
Tok...tok
Tok
"Assalamualaikum "
Salam Malika
"Waalaikumsalam "
Terdengar suara Bu Arum membalas salam Malika dan membuka kan pintu untuknya.
Saat Bu Arum membuka pintu,dia sangat terkejut dengan kedatangan Nico di samping Malika.
"Nico"
Panggil Bu Arum
"Mau apa Nico datang bersama anakku,apa yang dia inginkan sekarang?"
Tanya hati Bu Arum saat melihat Nico.
Nico coba memberi salam dengan mengarahkan tangannya hendak mencium tangan calon ibu mertuanya,namun ternyata semua hanya sia-sia.
Bu Arum menepis tangan Nico dengan dingin,pandangannya pun sangat terlihat tidak menyukai Nico datang ke rumahnya.
Nico merasa sakit hati kala Bu Arum menepis tangannya yang berniat untuk menyalaminya,ingin sekali dia marah saat itu juga,namun dia coba berusaha tetap tenang dan sabar menghadapi Bu Arum agar dia sedikit terkesan padanya.
__ADS_1