Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Gedung kosong


__ADS_3

Nico mengikuti mobil yang membawa Malika,


Wajahnya seketika cemas dan takut,apa yang terjadi pada Malika.


Clara pun heran mengapa Nico mengikuti mobil di depannya,padahal itu bukan jalan menuju rumahnya.


"Kamu mau kemana?siapa yang sedang kamu ikuti?"


Tanya Clara terlihat panik melihat wajah Nico yang cemas.


"Malika,dia dalam bahaya"


Nico terus menancap gas mobilnya agar tidak kehilangan jejak mobil yang membawa Malika pergi.


Clara pun hanya menatap Nico yang khawatir akan Malika.


"Begitu dalamnya cinta kamu kepada gadis itu co,rasanya aku tidak akan pernah mendapatkan cintamu meski hanya sedikit"


Clara terus melihat wajah Nico.


Mobil yang membawa Malika menyadari jika mereka sedang diikuti oleh mobil Nico.


Merekapun semakin menancap gas lebih cepat lagi untuk menghindari kejaran mobil Nico.


"Pegangan yang kuat Clara,aku akan melakukan mobil ini dengan kencang"


Nico pun kembali mengejar mobil yang menculik Malika,kini kedua mobil itu saling kejar mengejar layaknya di sirkuit balapan.


Salah seorang penjahat yang menculik Malika coba mengancam mobil Nico dengan senjata tajamnya.


Dia keluar kaca mobil sambil menodongkan pistol ke arah mobil Nico.


"Astaga,awas co,mereka bukan orang sembarangan,kita harus menghindar"


Pinta Clara untuk mengalah guna keselamatan mereka yang terancam.


Nico pun mengalah dan menuruti permintaan Clara untuk menghindar dari dua penjahat itu.


Mobil Nico perlahan melambatkan laju mobilnya agar si penjahat tidak mengancamnya,namun akhirnya mereka berhasil lari dari pandangan Nico.


"Sial. Kita kehilangan jejak "


Nico mengumpat marah karena dia kehilangan jejak mobil yang menculik Malika,


Nico terus berusaha mengingat sepintas warna mobil yang mereka pakai.


Sementara, Keenan baru menyadari jika Malika tiada atau di culik dari bekas air minum milik Malika yang jatuh berantakan seperti telah terjadi perlawanan.


"Astaga,Malika"


Dengan segera dia menelpon Arkana untuk mengerahkan seluruh anak buahnya mencari keberadaan Malika.

__ADS_1


"Malika kamu dimana sayang,tunggu sebentar aku akan mencari mu"


Ucap Keenan dalam hatinya yang terus cemas memikirkan Malika.


Saat melewati gedung kosong,Nico mencurigai mobil kijang yang terparkir di depannya,mobil itu terlihat mirip dengan mobil yang membawa Malika pergi.


"Sepertinya itu mobil mereka"


Ujarnya dalam hati,untuk memastikan jika dirinya benar,dia pun berhenti dan turun dari mobilnya berusaha mencaritahu mobil siapa yang terparkir di depan gedung.


"Kau tunggu saja di dalam mobil,jangan keluar ya".


Pesan Nico pada Clara untuk dia tetap berada di dalam mobilnya.


Awalnya Clara menolak,karena dia tidak ingin menunggunya sendiri di dalam mobil.


Tapi setelah beberapa pesan dan nasihat Nico kepadanya,dia pun coba mengalah dan menuruti semua pesannya.


"Terimakasih Clara,satu lagi,jika dalam waktu 30 menit aku tidak kunjung kembali,mohon segera hubungi polisi ya,suruh mereka kesini"


Pesan Nico pada Clara


"Baiklah,tapi kamu hati-hati ya,cepat kembali,aku sangat ketakutan sendiri disini"


Nico pun mulai masuk perlahan kedalam gedung kosong berlantai 2 itu.sebuah gedung terbengkalai yang jauh dari pemukiman penduduk.


Meski hari masih siang,kegelapan di dalam gedung itu membuatnya merasa jika kini dia sedang berada di suasana perang hari,sehingga dia terburu-buru harus secepatnya menemukan Malika.


Kemudian dia memberanikan diri melanjutkan langkahnya ke lantai dua,


Dan benar saja,disana Nico melihat ada tiga orang pemuda yang sedang bermain kartu dengan minuman keras di sampingnya.


"Aku yakin,Malika pasti ada di salah satu ruangan di sini,tapi dimana?"


Nico mulai berpikir mencari dimana mereka menyembunyikan Malika.


Nico pun dengan hati-hati coba melanjutkan langkahnya menyusuri setiap ruang di lantai atas itu,tanpa 3 pemuda itu ketahui.


Dengan perasaan yang cukup takut,Nico pun akhirnya berhasil menemukan tempat dimana Malika di sekap.


"Astaga Malika"


Seketika langkah Nico tak mampu dia tahan karena ingin menyelamatkan Malika yang sudah terikat tanpa sadarkan diri.


Namun langkahnya terhenti kala dia melihat seorang wanita berada tepat di hadapannya sedang tersenyum melihat Malika yang terikat.


"Hahahaha aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi Malika"


Teriak dan tawa wanita itu,Lidya.


Ya,semua penculikan yang terjadi adalah rencana dari Lidya,dia ingin menghabisi Malika agar dia bisa bersatu dengan Keenan tanpa ada kehadiran Malika di hidupnya,tapi Keenan justru semakin acuh padanya,dan lebih dekat dengan Malika,dan itu membuatnya merasa sakit hati.

__ADS_1


Lidya terlihat sangat senang melihat Malika terikat tak sadarkan diri,ingin rasanya dia menampar kedua pipi Malika hingga memerah karena perasaan benci yang besar kepadanya.


Nico pun mengurungkan niat untuk masuk kedalam ruangan untuk menyelamatkan Malika.


Nico mulai berpikir terlebih dahulu agar bisa menyelamatkan Malika.


Kemudian,Malika pun tersadar dan mulai menyadari jika dirinya saat ini sedang di culik.


Saat terbangun Malika langsung berteriak meminta tolong berharap ada seseorang yang datang menolongnya.


"Tolong"


Teriak Malika yang membuat perasaan Nico tidak tega mendengarnya,


Air mata Nico pun menetes mendengar teriakannya.


"Malika,tunggu sebentar,aku akan menyelamatkanmu"


Lidya yang sedang menikmati pemandangan melihat Malika yang ketakutan tertawa bahagia seolah dirinya menjadi seorang juara.


"Tidak akan ada orang yang akan datang menyelamatkanmu sayang"


Jawab Lidya dengan nada suara nya yang tinggi.


Malika terkejut melihat Lidya,dia pun bertanya siapa dia,dan mengapa dia menculiknya.


Dia pun ingat jika dia pernah bertemu dengan Lidya di pemakaman umum saat dirinya hendak ziarah ke makam ayahnya.


"Kau...siapa kau,mengapa kau menculik ku? Apa yang kamu inginkan dariku? Bukankah kau wanita yang menemui ku disama?(TPU)"


Tanya Malika yang bingung mengapa Lidya menculik dirinya.


Saat Nico masih menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkan Malika.


Tiba-tiba saja dering ponselnya berbunyi sehingga membuat semua yang mendengarnya langsung mengetahui keberadaan dirinya.


Ketiga anak buah Lidya langsung menyerang Nico yang saat itu masih belum siap untuk melawan,


Nico pun terkejut dan dengan sigap langsung melawan serangan mereka.


Baku hantam pun terjadi diantara mereka,Nico melawan tiga penjahat dengan tangan kosong,sehingga banyak luka yang dia dapat dari perlawanannya.


Malika yang melihat ada seorang pria yang hendak menyelamatkannya merasa bersyukur,dia pun berusaha untuk melepaskan ikatannya di sela-sela Lidya yang terkejut dengan kedatangan Nico.


"Siapa dia,mengapa dia ada disini?"


Lidya merasa marah dengan kedatangan Nico yang berlaga sok pahlawan untuk Malika.


dia pun terus mengingat wajah pria yang sedang melawan ketiga anak buahnya itu.


Dia pun ingat siapa Nico.

__ADS_1


"dia...bukankah dia kekasih Malika"


__ADS_2