Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Bu Arum gelisah


__ADS_3

Perasaan Bu Arum tidak tenang teringat akan sang putri yang mengabarinya jika dia bermalam di rumah Tiara.


"Semoga kamu baik-baik saja nak"


Doa Bu Arum untuk Malika.


...


Malika berusaha untuk melepaskan Nico dari dirinya,namun tidak berhasil,


Meski dia tidak sadar dan lemah,namun hati kecilnya tersadar jika semua ini salah.


"Lepaskan aku co, ah"


Malika tak kuasa melepaskan hasrat Nico dari dirinya,karena Nico sangat menjerat Malika dengan cintanya,dia tidak membiarkan sedikitpun untuk Malika bisa pergi darinya.


Setelah Nico merasa cukup puas dengan ciuman nya,Nico segera menyergap dua dada Malika yang sangat menggoda.


Nico menciumi seluruh tubuh Malika dari wajah hingga di dada,kemudian dia melepaskan bra Malika hingga terlihatlah dua gundukan dada yang sudah aktif siap untuk Nico sergap kembali.


Dengan pelan dan penuh dengan bujuk rayu,Nico coba Menenangkan Malika yang seakan berontak namun terlalu lemah.


"Tenang sayang,aku tidak akan menyakitimu,aku mencintaimu,sungguh,nikmatilah "


Seketika Malika pun terdiam dengan semua bisikan Nico,Malika yang lemah hanya terdiam dan menikmati semua sentuhan tangan Nico yang lembut di dadanya.


"Ah..."


******* Malika membuat hasrat Nico semakin memuncak.


"Nikmatilah sayang,aku mencintaimu"


Nico pun mulai menikmati buah dadanya dengan tangan yang mulai membuka jeans Malika,hingga resleting nya pun terbuka,Nico pun mulai memainkan jari jemarinya di area sensitif Malika.


Menyadari area Malika yang sudah basah,Nico pun kini bermain liar,


Dengan kasar dia membuka jeans Malika hingga tubuhnya terhempas beberapa kali.


Malika hanya menatap kecil pemandangan indah di hadapannya,


Malika melihat Nico yang sedang membuka bajunya tepat di hadapan dirinya.


Sebelum meneruskan ritualnya,Nico mengambil segelas air dan meminumkannya pada Malika,entah air apa yang dia minum kan padanya hingga Malika yang lemah kini mulai terangsang akan permainan cinta Nico.


Malika mendekap Nico dalam keadaan yang sudah tanpa busana,Nico tersenyum licik karena kini Malika sendirilah yang akan memintanya untuk dia layani.


"Aku sudah tidak tahan co?peluk aku,cium aku,aku mohon"


Ucap Malika dibawah sadarnya akibat obat yang di berikan Nico padanya.


Nico berdiri dan langsung membuka seluruh pakaiannya,

__ADS_1


Dia kembali memeluk Malika yang sedang duduk di kasur menanti permainan barunya.


Hasrat Malika yang kini membara membuat permainan semakin liar,


Malika membalas semua yang Nico lakukan kepadanya,


Malika mengecup bibir Nico dengan birahinya yang tinggi.


Sebagai wanita biasa,meski tanpa obat perangsang,tentunya Malika juga akan terpancing jika area sensitifnya mulai tersentuh akan kenikmatan indahnya bercinta.


Sama halnya dengan yang dilakukannya sekarang,


Birahi alami Malika sebagai wanita biasa kini sudah bangun dan membara karena reaksi obat tersebut.


Malika begitu menikmati setiap kecupan Nico di buah dadanya,dia terus mendesah hingga membuat hasrat Nico terus membara karena suaranya yang indah.


"Ah nikmat sekali co"


Nico semakin dibuat liar dengan desahannya,hingga pada puncaknya,Malika yang mulai sedikit lemah dengan permainan di bibir dan dadanya kini dibuat semakin membara,kala Nico menyentuh area sensitifnya yang sudah banjir.


Nico memainkan jari jemarinya di biji dalam Malika yang membuatnya bergeliat tak mampu menahan permainan Nico.


Nico yang saat itu sudah tidak tahan melihat hasrat Malika yang kian menggodanya langsung menancapkan senjata di dalam ruang Malika.


Hal sama yang pernah dia lakukan dulu bersama Liora,meski itu sebuah kesalahan,dan kini Nico sendiri yang membuat kesalahan itu terulang kembali.


Dan kini korbannya adalah Malika,kekasihnya sendiri.


Malika sangat kesakitan saat Nico memasukan senjatanya,karena ini kali pertama Malika melakukan hal seperti ini meski mereka sudah lama berpacaran.


Seluruh urat keperawanan di area ruang Malika terputus,hingga sedikit berdarah karena robek oleh masuknya perjaka Nico,dan itu menandakan jika Malika memang masih perawan,belum ada yang menjamah Malika selain Nico.


Melihat Malika yang merintih kesakitan saat pertama kali ada yang masuk di dirinya,Nico justru tersenyum,dia merasa menang karena akhirnya dia berhasil menjadi orang pertama yang menyentuh Malika.


"Tahan sayang"


Dengan pelan Nico memainkan jurus naik turunnya berusaha agar Malika tidak merasa sakit,dan itu dia lakukan berulang-ulang.


Malang nian nasib Malika yang kesuciannya kini telah terenggut oleh kekasihnya sendiri.


Kesucian yang selalu dia jaga kini berakhir di tangan Nico.


Malika tidak bisa berbuat banyak saat Nico terus bermain diatasnya,dia hanya terbaring kesakitan lemah dan pasrah menikmati seluruh permainan Nico padanya.


Dan tak lama berselang,entah perasaan apa yang dirasa Malika hingga tubuhnya memanas dan bergetar,suatu aliran yang membuat nya merasa aneh dia merasa sesuatu seakan ingin keluar dari area sensitifnya.


Begitupun dengan Nico.


Nico yang sudah berpengalaman langsung mengeluarkan kenikmatannya di dalam area Malika.


"Ah"

__ADS_1


Kenikmatan keduanya kini berpadu di satu ruang yang indah,


Nico memeluk Malika disaat semua kenikmatannya berhasil tersalurkan,


Malika merasakan hal yang sama dengan Nico,


Apa mungkin inilah yang dinamakan puncak keindahan di dalam bercinta?


Pikir Malika dalam pelukan Nico.


"Aku mencintaimu Malika,jangan tinggalkan aku"


Ucap Nico sebelum Malika terlelap karena lelah akan permainannya.


***


Bu Arum coba menghubungi Tiara namun tidak tersambung,


Tiara sengaja mematikan ponselnya Karan disuruh Nico agar Bu Arum tidak bisa menghubunginya.


Tiara tidak mencurigai Nico jika dirinya akan melakukan hal bejat itu pada sahabatnya,


Tiara mengira jika Nico membawa Malika pergi jalan-jalan.


Itu sebabnya Tiara mau menuruti Nico untuk berbohong pada Bu Arum.


Sedangkan Bu Arum yang kini masih merasa cemas karena pas foto Malika yang jatuh,masih belum bisa tidur,dia terus teringat akan Malika.


"Ini sudah pukul 11 malam,dimana Malika,mengapa aku sangat teringat kepadanya"


Batin seorang ibu memang tidak bisa di bohongi,


Sesuatu yang buruk sedang terjadi pada anaknya membuat hatinya gelisah.


Perasaan gelisah yang sama Bu Arum rasakan saat kecelakaan pada Malika terjadi,


"Terakhir aku merasa gelisah seperti ini,saat kamu kecelakaan nak,dan sekarang gelisah ini kembali ibu rasakan,dimana kamu nak,jangan biarkan ibu gelisah seperti ini,pulanglah Malika,ibu mohon"


Ucap Bu Arum sedih terus teringat akan Malika.


Malika pun sudah terlelap,Nico menatap wajah cantik Malika,


Nico coba menahan air matanya,dalam lubuk hati yang paling dalam,Nico sangat merasa bersalah karena telah menodai Malika.


Sakit hati yang karena penolakan Bu Arum membuatnya buta dan dan tidak bisa berpikir panjang akan jalan keluarnya.


"Maafkan aku Malika,maafkan aku"


Nico menitikkan air mata kesedihan dan membelai wajah Malika dengan penuh rasa kasih sayang.


Dia pun pergi meninggalkan Malika,dia menyelimuti Malika dan mengecup kening nya sebelum dia benar-benar pergi dari kamar hotel tersebut.

__ADS_1


"Besok aku akan kembali sayang"


__ADS_2