Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Gelisah


__ADS_3

Malika menangis,dia semakin bersedih kala mendengar semua yang Nico katakan kepadanya,Malika coba bangkit dan mengejar Nico untuk menjelaskan bahwa Malika tidak ingin berpisah darinya,Malika ingin bersamanya,


Malika terus menarik dan menggenggam tangan Nico berharap dia mau mendengarkan semua ucapannya,


Tangis air mata Malika seakan tidak mampu meluluhkan hati Nico yang terlanjur kecewa pada Malika,


"Tunggu aku sebentar co,biar aku jelaskan semua kepadamu,dengarkan aku co dengarkan aku,"


Malika terus berucap memohon agar Nico mau mendengarkan semua ucapannya,


Namun Nico masih tidak mau berhenti menuruti semua permintaan Malika,


Dan disaat itu pula,Nico melepaskan paksa genggaman Malika kepadanya,Malika pun tak berdaya,air matanya menjadi saksi akan ketidak berdayakan Malika untuk mengambil keputusan,


Nico berhenti setelah beberapa langkah berlalu dari Malika,


Kemudian dia berbalik dan memandang Malika dengan tajam,


Kemudian munculah seorang wanita cantik yang mendekati Nico seraya berkata


"Ayolah sayang,jangan pedulikan wanita tidak berguna seperti itu"


Nico berlalu bersama wanita tersebut meninggalkan Malika yang sangat terpukul dan sedih karena semua yang telah terjadi ini.


"Nico jangan tinggalkan aku,aku mencintaimu"


Teriakan Malika seakan tak didengar Nico sedikitpun,


"Nico...Nico..tunggu aku Nico,,,tunggu aku"


Suara Malika semakin terdengar resah,dia terus memanggil Nico hingga akhirnya


"Nico..."


Malika terbangun dari tidurnya dengan berteriak nama Nico,kekasih hatinya yang selalu dia cintai sampai saat ini juga,


"Hah...hah..."


Nafas Malika begitu panjang dan berat,dadanya sesak memikirkan semua yang terjadi ternyata hanyalah sebuah mimpi buruk yang membuat perasaannya terpuruk,


Keringat Malika bercucuran kala terbangun dari mimpi buruknya,

__ADS_1


Seakan merasa akan ada hal yang buruk terjadi setelah ini,Malika langsung pergi ke WC untuk berwudhu,


Malika coba Menenangkan pikirannya,menarik nafasnya dan coba melupakan semua mimpi buruknya,


"Ini tidak akan terjadi,aku tidak mau Nico bersama wanita lain"


Ucap Malika di depan cermin WC kamarnya,


Malika menjambak rambutnya sendiri,seakan frustasi tak rela jika seandainya mimpi itu benar-benar akan terjadi,Malika yang sangat mencintai nico tidak akan pernah rela melihat Nico bersama wanita lain selain dirinya,meski kini dia sudah berpisah dengan Nico,


Malika dan Nico sama-sama memiliki cinta yang besar satu sama lain,namun Bu Arum yang terlalu menghawatirkan masa depan Malika bersama Nico tidak akan bahagia, menjadi penghalang mereka untuk bersatu,


Satu alasan Bu Arum yang begitu besar ternyata bukan karena Nico pemuda biasa yang sangat mencintai anaknya saja,


Melainkan Nico adalah putra dari penyebab kematian suaminya yaitu ayahnya Malika,


Bu Arum mengetahui semua itu dari sahabat karib nya yang pernah melihat Nico dan Malika menemui ayah Nico di suatu tempat,


Bu Eka Karib Bu Arum saat bekerja dulu bersama ayah Malika tak sengaja melihat Nico dan Malika bertemu dengan seorang pria dewasa,dia memeluk Nico seraya berkata "anakku,"


Bu Eka terkejut sekali mendengar dan menerima kenyataan ternyata Nico adalah anak dari pria yang telah menyebabkan kematian pada ayahnya Malika,yaitu Gunawan


Ucap Bu Eka kala melihat semuanya,


"Ini tidak bisa di biarkan,Arum harus mengetahui semua ini sebelum semuanya terlambat"


Hingga kemudian Bu Eka sengaja ingin bertemu dengan Bu Arum untuk memberitahu semua nya pada Bu Arum,


Bu Eka pun tiba di rumah Bu Arum,disana Bu Arum sedang sibuk dengan semua bahan konveksi nya,usaha yang dia rintis ketika ayah Malika tiada,


Bu Arum sangat bahagia karena sudah lama mereka tidak bertemu,


Bu Eka pun langsung menceritakan semua yang dia ketahui dan dia lihat mengenai Nico,


Bu Arum begitu sangat terkejut mendengar semua yang Bu Eka katakan kepadanya,


Dan dari sanalah restu Bu Arum menghilang untuk Nico,ditambah nyinyiran dari semua tetangganya yang menghawatirkan hubungan Malika dan Nico yang terlampau dekat dan sudah lama terjalin,


Bu Arum sedih jika mengingat kejadian naas yang merenggut suaminya,


Ayah Malika meninggal karena berusaha menyelamatkan Gunawan yang hampir jatuh dari ketinggian saat proyek pembangunan di sebuah kota,namun bukannya terimakasih yang ayah Malika dapatkan,Gunawan justru mendorong ayahnya Malika hingga terjatuh dan meninggal,semua itu terekam jelas Camara CCTV,

__ADS_1


Awalnya Gunawan menyangkal dan tidak mengakui semua kesalahannya mendorong ayah Malika,namun dengan bukti rekaman cctv itu akhirnya Gunawan di vonis bersalah dan dihukum selama 15 tahun,


Bu Arum pun merasa lega karena dia bisa memberi ketenangan untuk suaminya,yang pada saat itu Malika masih berusia sekitar 5 tahun,


Namun yang tidak dipahami Bu Arum,setahunya dari mulut Nico dia sering mengatakan jika ayahnya telah bercerai dan menikah lagi dengan wanita lain,tapi bagaimana semua itu terjadi jika Gunawan berada di penjara,


Semua pertanyaan itu selalu menganggu pikiran Bu Arum,namun meskipun begitu,dia tidak mau Malika tahu penyebab kematian ayahnya yang sebenarnya,cukup dirinya yang tahu semuanya,


Yang lebih penting sekarang bagi Bu Arum adalah kebahagiaan dan masa depan Malika yang cerah,dia tidak mau sesuatu terjadi pada Malika,anak satu-satunya yang selalu dia banggakan dan dia sayangi,


Bu Arum pun memaksa Malika untuk mengakhiri hubungan mereka,


...


Keenan yang baru pulang dari luar melihat ke arah kamar Malika dari sebrang rumahnya,dia melihat Malika sedang termenung menatap langit malam sendirian di tengah malam yang dingin,


Malika nampak terlihat sangat murung,entah apa yang mengganggu pikirannya,menurut Keenan,


"Ah sudahlah itu bukan urusanku"


Keenan pun berlalu masuk kedalam rumah kembali,sembari berjalan diapun mengingat satu kalimat Malika padanya saat dia kepanikan tadi,


Malika mengatakan jika dia sangat mencintai Nico,


"Apa itu yang menjadi alasan Malika,duduk termenung seperti itu"


Keenan tersenyum lucu memikirkan percintaan karyawannya itu,


"Anak zaman sekarang,gelisah karena cinta,apa-apa karena cinta,beda denganku "


Ucap Keenan merasa angkuh dan menganggap nya lebih baik dari Malika,


Malika masih sedih memikirkan mimpi yang menderanya,dia sangat gelisah,ingin sekali dia bisa menghubungi Nico sekali saja,menanyakan kabarnya,mendengar suaranya,dan semua tentang Nico,


Namun apalah daya ponselnya sudah dia berikan pada ibunya agar dia tidak bisa menjalani hubungan lagi dengan Nico,


Malika pun berdoa di bawah bintang-bintang langit di angkasa, semoga semua yang terjadi dalam mimpinya tidak akan pernah menjadi kenyataan,


Malika berharap masih ada harapan untuk dia bisa menjalani dan menghubungi Nico walau hanya sebentar dan mendengar suaranya saja,


"aku percaya semua takdir yang baik dan buruk sudah kau tuliskan untukku,berilah aku takdirmu yang baik bersama pria yang aku cintai "

__ADS_1


__ADS_2