
Saat Malika tersadar, dia segera pulang ke rumah dan melihat Nico berada di dalam kamarnya, niat hati Malika ingin memberi kejutan pada suaminya justru dia sendiri yang mendapat kejutan luar biasa dari Nico.
Saat membuka pintu kamar, Malika tak kuasa menahan air matanya melihat suami tercinta sedang bermain gila dengan wanita lain di kamarnya.
Malika melihat sendiri bagaimana liarnya Nico bermain cinta dengan wanita yang ada di kamarnya, wanita lain yang menjadi selingkuhannya.
Sesak dirasa Malika saat itu juga, air mata tak mampu dia bendung, suaranya pun terasa berat untuk berteriak.
"Mas Nico kau"
Nico pun terkejut dengan kedatangan Malika yang tiba-tiba melihatnya sedang bermain cinta dengan wanita lain di kamarnya.
Nico menghentikan semua permainannya dan segera menghampiri Malika yang marah padanya.
"Sayang, ini tidak seperti yang kamu bayangkan"
Ucap Nico membela dirinya.
"Kamu jahat mas, kamu jahat"
...
"Kamu jahat mas, kamu jahat"
Sebuah kata yang terucap dari bibir Malika kala masih tak sadarkan diri pasca operasi.
"Dok pasien beraksi dok"
Suster memanggil dokter untuk segera memeriksa keadaan Malika.
Dalam keadaan matanya yang masih terpejam, Malika terus mengatakan jika suaminya jahat.
"Kamu jahat mas, kamu jahat"
Dokter pun berusaha menyadarkan Malika dari semua bayangan dan mimpi buruk yang menimpanya.
"Bangun Bu, sadar, "
Ujar suster.
Malika akhirnya tersadar dengan keringat dingin di sekujur di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Mas, dimana suami saya sus?"
Tanya Malika saat tersadar langsung menanyakan keberadaan Nico, seakan mimpinya adalah petunjuk akan apa yang sedang terjadi pada suaminya.
Suster pun meminta Malika untuk tenang karena jika dia banyak bergerak, luka jahit di perutnya akan terganggu.
"Tapi sus, dimana suami saya?"
Orang pertama yang dia tanyakan sebelum bayinya.
Malika pun meraba perutnya dan ternyata dia baru menyadari jika dirinya sudah melahirkan.
"Sus, anak saya?"
Tanya Malika pada suster dengan perasaan yang masih cemas akan mimpi buruknya.
Suster pun menjelaskan semua yang terjadi padanya dari saat dirinya jatuh dan dibawa ke rumah sakit dalam keadaan pendarahan dan air ketuban yang pecah.
"Tapi syukurlah bayi ini sudah lahir dan selamat, bayi ibu laki laki, saat ini sedang kami tangani di rumah inkubator, karena bayi ini lahir secara prematur"
Jelas suster.
Malika meminta suster untuk melihat bayinya, namun suster tidak mengijinkan karena keadaan Malika saat ini mash belum stabil.
Suster pun meminta Malika untuk coba memancing dengan makanan apa saja yang bisa membuat air susunya keluar dengan sempurna untuk bayinya nanti.
"Baiklah sus? Tapi nanti saya bisa melihat bayiku kan?"
Tanya Malika lagi yang memaksa suster untuk mempertemukan nya dengan bayinya.
***
Di kamar hotel, Nico dan Clara masih bermain api dengan sangat liar, keduanya kini sudah menyatu dengan peluh yang bercucuran, Clara merasa sangat senang dan bahagia, karena akhirnya dia memang, dia berhasil membuat Nico terjebak dengannya.
Hasrat yang sekian lama dia pendam pada Nico akhirnya tersalurkan malam ini, dan itupun dia lakukan dengan sangat mudah.
Nico yang sudah terlanjur melakukan penghianatan akan Malika tidak bisa berhenti, dia pun menikmati semuanya, karena bagaimana pun , sebagai laki-laki biasa, meski kesetiaannya pada Malika begitu dalam, namun jika di hadapkan dengan godaan wanita tanpa pakaian pasti tidak bisa menolaknya.
Nico terus melayani hasrat Clara yang begitu tinggi padanya.
Setengah sadar Nico merasa bersalah melakukan semua ini, namun apa boleh buat, dia melakukan semua ini juga untuk Malika dan anaknya, itulah yang ada di pikirannya saat ini.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku melakukan semua ini untuk kalian"
Ucap Nico dalam hati saat melakukan semua penghianatan nya.
...
"Ayo co, teruslah, permainanmu sangat luar biasa"
Ucap Clara membuat gairah Nico semakin membara.
Merekapun terus melanjutkan permainannya hingga tengah malam.
Bu Marni pun mengatakan pada Malika jika Nico pergi keluar sebentar karena ada urusan penting, tapi dia juga tidak tahu hendak kemana Nico pergi.
"Pergi kemana Nico malam malam seperti ini ?"
Tanya hati Malika yang resah dan gundah akan apa yang sedang Nico lakukan.
Malika pun teringat ingin mengabari Ka suci jika dirinya sudah melahirkan sekaligus menanyakan uang untuk biaya persalinannya.
"Alhamdullillah Ka, Malika sudah melahirkan bayi laki-laki, meskipun prematur tapi dia sudah selamat"
Mendengar Malika sudah melahirkan, Ka suci pun ikut bahagia mendengarnya.
"Ya Malika kalau begitu sekarang juga Kaka transfer semua uangnya ke rekening mu ya, semua totalnya 100juta, jika masih kurang kamu jangan sungkan untuk bicara, tapi maafkan Kaka, karena Kaka mungkin masih belum bisa menjenguk mu ke Jakarta, saat ini Kaka sedang berada di Bali untuk urusan bisnis baju ibumu, Kaka ikut bahagia, semoga kamu cepat pulih ya"
Malika pun berterimakasih pada Ka suci karena sudah mau menolong finansial nya,
Malika pun merasa tenang dan memanggil suster untuk memberikan rincian biaya persalinannya.
Suster pun datang dengan membawa rincian biaya persalinan Malika, dia juga mengatakan jika suaminya sudah menyicil sebagian biayanya.
"Oh ia sus, ini kartu saya, lunasi saja semua tunggakan dan biaya untuk 2 hari ke depan ya?"
Ucap Malika melunasi semua biaya persalinannya.
"Kasihan mas Nico, pasti dia sangat pusing dengan semua biaya persalinannya, maafkan aku mas, karena aku sudah merepotkan mu"
Pikir Malika akan Nico, dia juga berpikir mungkin saat ini dia sedang mencari pinjaman untuk melunasi sisa tagihan rumah sakitnya.
Malika pun coba menghubungi Nico, namun ponselnya tak kunjung bisa dihubungi.
__ADS_1