Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Ingin bicara


__ADS_3

Meski terasa berat,Malika coba melangkahkan kakinya perlahan,


"Ka Malika,apa yang terjadi padamu,apa kau tidak enak badan"


Tanya Alana membuatnya berusaha menguatkan langkahnya,


Langkah demi langkah akhirnya Malika paksakan untuk terus berjalan melewati ruang nomor 125 untuk menuju ICU,


Dan saat langkahnya sampai pada pria yang sedang bersandar pada seorang wanita itu,tiba-tiba Malika berhenti dan menitikkan air matanya


"Nico..."


Suara Malika terdengar oleh Nico,pria yang sedang bersandar pada Clara karena sedih dengan keadaan adiknya yang harus di operasi karena kecelakaan yang menimpanya,


"Malika"


Ucap Nico saat melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya,


Nico berdiri dan hendak menghampiri Malika,


Mereka sama-sama tidak percaya bisa dipertemukan di rumah sakit ini,


Malika masih diam membatu saat Nico hendak menghampirinya,


"Malika,kau kah itu?"


Tanya Nico yang tak percaya bisa bertemu dengan wanita yang dia cintai nya selama ini,wanita yang selalu ada dalam pikiran dan hatinya,wanita yang membuatnya resah setiap waktu karena perasaan bersalahnya pada Malika karena telah menuduhnya selingkuh,


Malika menatap Nico,terlihat dengan jelas cinta yang besar Dimata keduanya,Nico semakin mendekati Malika hingga dia yakin bahwa wanita yang ada dihadapannya benar-benar Malika,


"Malika,ternyata ini benar,aku tidak bermimpi kan?sedang apa kamu disini?"


Tanya Nico dengan tatapannya yang sumringah karena bisa bertemu dengan Malika,ingin sekali Nico memeluknya saat itu juga,namun ini bukan saat yang tepat,terlalu ramai jika dia bisa memeluk Malika meskipun dia ingin,akhirnya Nico pun menahan hasrat ingin memeluk Malika,melihat ada anak kecil di samping Malika,


Tapi ternyata respon dari Malika terlihat sebaliknya,dia tidak sama seperti bahagianya Nico,Malika terlihat sangat kesal dan sedih,entah karena dia melihat Nico bersama wanita lain,


Atau entah karena apa?


"Siapa wanita itu?"


tiba-tiba saja Malika bertanya dengan nada yang kesal pada Nico ,


"Wanita,oh ini,dia Clara ka?"


Jawan Nico tidak merasa bersalah,


"Sedang apa kau berada disini"


Tanya Malika serius,


Dan tiba-tiba saja keenan datang menghampiri Malika dan Alana,


"Malika,ayo sayang kita ke ruang ICU"


Ajak Keenan sambil memangku Alana,karena dia tidak tega melihatnya berjalan terlalu lama,


Mendengar semua ucapan Keenan yang menyebut sayang kepada Malika membuat hatinya terbakar,


"Apa maksudnya itu,kenapa dia memanggil kamu sayang?"

__ADS_1


Tanya Nico mulai bersikap kasar pada Malika,


Malika mengerutkan keningnya,dia juga tidak menyangka Keenan bisa memanggilnya sayang,


Tanpa mereka sadari dengan pikiran jernih,.ternyata Keenan memanggil sayang kepada Alana,bukan pada Malika,


Saat Alana digendong Keenan,Alana menarik tangan Malika untuk ikut bersamanya,


Keenan pura-pura tidak mengetahui Malika bertemu dengan Nico,itu sebabnya Keenan bertingkah tenang pada Alana,


Malika dibuat bingung karena Alana terus menarik tangannya,sedangkan Keenan tidak berhenti berjalan,walau Alana menyuruhnya untuk mengajak Malika,


Karena tidak tega melihat Alana sedih karena dirinya tidak ikut bersamanya,Akhirnya Malika pun berlalu meninggalkan Nico,dan berjalan bersama Keenan menuju ruang ICU,


"Malika,,,tunggu Malika,,,Malika"


Teriak Nico kata Malika berlalu meninggalkannya,


Malika tidak enak hati untuk bicara pada Keenan kalau dia harus pergi menemui Nico,


Keenan pun yang masih dalam keadaan cemas karena keadaan suci,masih belum bisa diajak bicara,


Keenan mondar mandir memikirkan keadaan adiknya,meski Malika dan Alana menyuruhnya untuk duduk,namun Keenan masih tidak mau duduk,


"Kaka,ibu kenapa? Ibu akan sembuh kan?"


Tanya Alana sedih memikirkan ibunya,


Malika berusaha membuat Alana tenang,


"Kamu tenang saja ya nak,ibumu pasti akan segera sembuh,kamu tadi kan sudah berdoa yang terbaik pada Allah"


Ya,Malika ingin sekali bertemu Nico kembali,dia pun mulai terpikirkan ,apa yang terjadi hingga Nico bisa berada di rumah sakit ini,


Tak sengaja Malika melihat seorang pasien yang tidak asing baginya lewat dihadapannya menuju ruang operasi,di susul oleh Bu Ratna dan Nico,


"Bu Ratna,itukan adiknya Nico,apa yang terjadi,"


Tanya hatinya mulai cemas melihat Bu Ratna yang sedih,


Tanpa ragu lagi akhirnya Malika meminta ijin pada Keenan untuk meninggalkannya sebentar,


"Maaf pak,saya pergi dulu sebentar gapapa?"


Tanya Malika,


Keenan mengijinkan Malika pergi,dia juga berpikir,untuk apa Malika ada bersama nya,keluarganya juga bukan,


Tapi Alana masih tidak melepaskan genggamannya pada tangan Malika,


"Kaka,jangan pergi,Alana takut"


Ucap Alana polos,


Keenan yang melihat semua itu akhirnya menggendong Alana dan menyuruh Malika untuk segera pergi darinya,


Bukan malah pergi,Malika justru malah memarahi Keenan untuk sikap pemaksaannya pada Alana ,


"Bapak tidak usah memaksa Alana untuk aku pergi pak,sudah cukup,berikan Alana kepadaku,aku akan pergi keluar bersama Alana,bapak benar-benar sangat tega,

__ADS_1


Ucap Malika merebut Alana dari pangkuan Keenan,


Alana yang masih polos hanya diam menyaksikan perdebatan antara Malika dan Keenan,


Saat perdebatan itu terjadi,tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Keenan,


"Sudah pak,kau jangan bertengkar disini,ini tempat umum,nanti semua pasien akan terganggu oleh perdebatan kalian,


Lucu memang kalau Malika dan Keenan sudah berdebat,mereka terlihat seperti tom and Jerry ,yang sama-sama tidak mau mengalah,


Mereka berdua pun akhirnya terdiam,setelah salah seorang pria itu menceramahi nya,


"Kamu sih,"


Ucap Malika ,


Keenan hanya diam,kemudian dokter pun keluar dari ruang ICU,


"Keluarga ibu suci"


Panggil salah seorang dokter membuat Keenan segera menghampirinya dan menanyakan keadaannya,


Keenan pun masuk kedalam,


....


Melihat Malika hanya berdua dengan Alana,Nico akhirnya menghampiri keduanya,


"Malika,bisakah kita bicara berdua"


Tanya Nico serius pada Malika,


"Kau mau bicara apa lagi co,kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi,jadi pergilah".


Jawab Malika terpaksa berbicara seperti itu agar Nico membencinya dan pergi meninggalkannya,


Namun Nico tahu betul sikap Malika ketika dia sedang berbohong,


Malika tidak bisa menatap mata Nico kala berucap ketika dia sedang berbohong,


"Kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri Malika,aku tahu kamu,aku tahu dirimu melebihi dirimu sendiri,aku ingin bicara penting denganmu"


Jawab Nico sedikit memaksa,


"Aku tidak mau,pergilah,aku tidak ingin bicara denganmu lagi"


Malika tetap tidak mau bicara dengan Nico,meski hatinya menentang,Malika tetap berusaha bersikap tenang agar Nico tidak mencurigainya,


Akhirnya Nico pun berjalan mundur dari Malika,


Namun saat Nico berbalik dan hendak melangkahkan kakinya,


Alana memanggil Nico,


"Kaka ganteng,kau ingin bicara dengan ka Malika,ambilah ka Malika,aku akan menunggu Kaka disini"


Ucap Alana mengerti jika saat ini kedua insan itu sedang bertengkar,


Alana yang masih kecil bisa melihat jika Malika dan Nico saling mencintai satu sama lain,sama seperti ibu dan alm.ayahnya yang sudah tiada,

__ADS_1


Pertengkaran Malika dan Nico,mengingatkan nya pada ibu dan ayahnya yang setiap kali bertengkar mereka akan seperti itu,


__ADS_2