
"ka Sherli,sebenarnya siapa yang telah menolongku,"
Tanya Malika setelah dia sadarkan diri,
"Jadi kamu belum tahu,siapa yang telah menolong kamu?"
Sherli balik bertanya pada Malika,
Malika hanya menggelengkan kepalanya,pertanda dia tidak tahu siapa yang telah menolongnya,
"Astaga Malika,aku kira kamu tahu siapa pria yang telah menolong kamu,dia itu pak Keenan,pemimpin baru kita"
Jawab Sherli dengan mimik wajah yang sangat terkejut dan kagum karena Malika beruntung bisa diselamatkan oleh pak Keenan,
Namun saat itu Malika tidak mendengar semua yang sherli katakan tentang pak Keenan kepadanya,karena saat itu pikiran Malika terlalu tertuju pada siapa yang telah menyelamatkannya,
"Aku harus berterimakasih kepadanya"
Malika coba berdiri,
"Tapi,kau masih lemah Malika,nanti saja dulu"
Sherli coba menahan Malika,karena dia melihat Malika masih terlalu lemah untuk berdiri,
Malika terus memaksa untuk berdiri,
"Aku sudah merasa lebih baik ka,aku ingin sekali mengucapakan terimakasih pada nya,karena telah menyelamatkanku"
Ujar Malika coba berdiri,
Sherli pun tidak bisa menahan lagi keinginan Malika,dia akhirnya mendampingi Malika menemui pria yang telah menyelamatkannya,
Sherli membawa Malika menuju ruangan pak Mahardika,
"Kenapa ka Sherli membawaku ke ruangan pak Mahardika,apa dia ingin menghukumi lagi?"
Tanya Malika bingung,
"Sudah,ayo masuklah,"
Jawab Sherli mengajak Malika masuk kedalam ruangan,
Didalam ruangan, terlihat seorang pria sedang berdiri didekat jendela dan menatap ke arah luar kantor,
"Dialah yang telah menolong mu"
Ucap Sherli pada Malika,
Malika bingung,dia tidak tahu siapa pria muda yang sedang berdiri di ruangan pak Mahardika,
Namun dia tidak peduli,Malika hanya ingin mengucapkan terimakasih saja,karena telah dia selamatkan,
Malika coba mendekati pria itu dan berdiri tepat di belakangnya,
"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih karena bapak telah menolongku,saya minta maaf juga karena telah merepotkan bapak"
Ucap Malika pada pria yang ada dihadapannya,
Pria itu tidak menjawab ucapan Malika,
Malika bingung,dia merasa mengapa pria itu mendiamkannya,
Apa mungkin waktunya terganggu karena telah menyelamatkannya,
Atau apakah dia memang tidak ingin diganggu saat ini?
Semua pertanyaan itu terus terngiang di pikiran Malika,
"Baiklah,saya minta maaf kalau saya mengganggu waktu bapak,saya permisi"
Dengan sedikit kecewa karena ucapan terimakasihnya tidak di respon,Malika akhirnya pamit kembali ke ruang kerjanya,
Malika pun melangkah mundur,saat langkahnya hendak menuju pintu keluar ruangan
__ADS_1
"Aku sudah membersihkan namamu kembali"
Ucap pria yang berdiri di ruangan pak Mahardika,
Tentunya Malika tidak mengerti apa yang dimaksudnya,
Dan ternyata Sherli menjelaskan bahwa dia adalah Keenan,cucu pak Mahardika yang kini menggantikannya selama dia bertugas diluar negri,
Dan pak Keenan juga sudah membersihkan fitnah yang telah Lidya buat untuk merusak citranya dengan mengunggah video rekaman CCTV diluar kantor yang memperlihatkan Malika sedang menolong pengemis itu menyebrang dan memberinya uang sebagai sumbangan,
Malika tidak menyangka semua akan terjadi sedemikian rupa,
Malika justru tidak tahu ternyata fitnah yang Lidya buat berefek besar,
Dan Malika baru tahu saat itu jika memang Lidya yang telah mengunggah video yang telah mencemarkan namanya,
"Saya hanya tidak ingin,karena berita buruk itu akan mempengaruhi citra perusahaan ini menjadi buruk juga"
Ucap Keenan sebelum Malika sempat mengucapkan terimakasih kepada nya,
Dengan kesal Malika pun keluar dari ruangan Keenan,
"Dia memang seperti itu,dingin "
Ucap Sherli pada Malika,
"Tapi tidak usah seperti juga sih,dia sangat sombong"
Ujar Malika kesal dengan sikap Keenan yang terlihat sangat sombong dan angkuh,
"Sudahlah jangan diambil hati,nanti kamu juga akan terbiasa"
Ucap Sherli tersenyum pada Malika,
"Yasudah lah,ayo kita pulang"
Jam kerja pun berkahir,semua karyawan pun pulang,
Lidya yang kala itu sedang berdiri di dekat lobi menunggu taksi dikagetkan dengan panggilan dari Malika,
"Lidya"
Panggil Malika
"Eh ada bos pengemis nih"
Jawab Lidya nyinyir Malika
"Sudahlah langsung saja,sebenarnya apa salah aku sama kamu,kenapa kamu tega sekali memfitnah aku sampai segitunya,itu tidak lucu tahu"
Ucap Malika kesal kepada Lidya,
"Kamu mau tahu alasannya?"
Tanya Lidya serius,
Malika hanya diam dan menatap tajam Lidya dengan sinis,
"Karena kamu memang bos pengemis,ia kan?"
Dengan nada suara centilnya Lidya meledek Malika,
Kesabaran Malika pun kini sudah dibatas akhir,
Dia tidak mau Lidya terus berbuat jahat padanya,
"Dengar ya Lidya,kali ini aku memaafkan mu untuk masalah ini,tapi lain kali jika kamu terus menggangguku,Akupun tidak akan tinggal diam"
Ucap Malika dengan tegas kepada Lidya,
Lidya yang merasa mendapat ancaman dari Malika merasa kesal,hingga dia mendorong Malika,
"Aku juga tidak akan tinggal diam,"
__ADS_1
Lidya mendorong Malika hingga hampir terjatuh,.dan tiba-tiba saja keenan datang dan menahan tubuh Malika yang hampir terjatuh karena didorong Lidya,
Keenan menahan tubuh Malika,hingga kini posisi kedua wajah mereka saling berhadapan,Malika menatap Keenan dengan lembut,begitupun dengan Keenan,dia melihat dengan jelas tatapan Malika dan kecantikannya,terpancar aura kebaikan Dimata Malika saat Keenan menatapnya,
Lidya yang melihat kedekatan mereka kesal dan marah,
"Malika,kau benar-benar selalu membuatku marah,aku membencimu"
Ucap Lidya dalam hati saat melihat Malika dan Keenan saling menatap tajam,
"Euh maaf pak"
Malika tersadar dan langsung bangkit dari tangan Keenan,
"
***
"Dre aku pulang lah,aku lapar mau cari makan"
Nico mencari alasan agar bisa keluar dari kumpulan Andre dan kawan-kawannya yang sedang pesta miras,
"Kau bisa memesan makanan disini juga co,duduklah,biar aku pesankan makanan untukmu"
Andre menyuruh Nico untuk duduk santai saja menunggu pesanan makanannya datang,
Nico pun tidak mempunyai alasan lain untuk keluar dari tempat panas itu,
Disana wanita cantik dan seksi mulai menggoda Nico yang sedang duduk santai,
Sebagai pria biasa,tentunya Nico mempunyai hasrat jika melihat keseksian seorang wanita di depan nya,
Namun
"Astaga,aku belum mengabari Malika"
Tiba-tiba saja Nico teringat akan Malika,dia coba menghubunginya, namun tidak terhubung,karena sinyal didalam bar tidak bersahabat dengannya,
"Aduh,segala jelek lagi sinyal nya,aku jadi tidak bisa menghubungi Malika kalau begini"
Ujar Nico berbicara dengan ponselnya sendiri,
Makanan pun datang,
"Makanlah co,santai saja aku yang bayar"
Ucap Andre dengan tawanya yang khas,
"Wih lagi dapet bonus nih"
Jawab Nico nyinyir
"Haha bisa aja lu"
"Lo tahu gak co?"
Tanya Andre disela Nico menyantap makanan nya,
"Tahu apa,kamu aja gak ngomong"
Jawab Nico
"Ini satu-satunya tempat yang bisa membuat aku tenang co,disaat gue sedang gelisah,banyak masalah,tempat ini yang bisa menghiburku"
Ucap Andre sedikit curhat,
"Salah milih tempat kamu Dre,orang tuh kalau ada Maslah atau sedang gelisah dia ngadu ke tuhan,kalau gak ya lihat alam pemandangan ke biar otaknya fresh hehe"
Timpal Nico sedikit menggoda Andre,
"Bisa aja lu,dah makan lah,tuh minumnya"
Diam-diam Andre telah mencampur alkohol di minuman Nico tanpa dia sadari,
__ADS_1