Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Telpon dari Tiara


__ADS_3

Malika pergi dari rumah Keenan tanpa menunggu jawaban salam dari mereka,dia berlari menyebrang jalan yang tidak terlalu ramai lalu lalang kendaraan,karena perumahan Malika hanyalah sebuah perumahan yang masih bernuansa kampung,


Sejuk dan damai,


Keenan yang melihat dari kejauhan merasa tidak enak kepada Malika akan sikap suci kepadanya,


Dan memang benar,Keenan baru saja menegur adiknya itu agar tidak berprilaku sinis kepada Malika,karena dia telah membantu menggendong Alana,


Suci yang tidak terima ditegur kakaknya itu merasa tersinggung dan menyalahkan Malika untuk semuanya,


"Biar besok aku beritahu Malika semuanya".


Ucap Keenan pada dirinya sendiri,


Malika yang saat itu tiba di depan pintu rumah,tampak lesu,dia merasa sedih karena sikap suci yang seakan tidak menyukainya,


Ingatannya pada Nico menambah suasana hatinya semakin mellow,


Malika masuk kedalam rumah,bu Arum mengira Malika sudah tidur di kamarnya,


"Loh,kamu dari mana?ibu kira kamu sudah tidur pulang duluan dari pengajian"


Ucap Bu Arum yang terkejut melihat kedatangan Malika,


"Malika istirahat duluan ya Bu"


Malika tidak menjawab pertanyaan ibunya,dia berlalu meninggalkan Bu Arum menuju kamar tidurnya,


Bu Arum paham dengan sikap Malika yang terlihat sangat sedih seperti itu,


"Maafkan ibu nak,ibu hanya ingin yang terbaik untuk masa depanmu"


Ucap hati Bu Arum,


Seketika Bu Arum menerima panggilan telepon dari Tiara,dia menanyakan Malika kepadanya,


Bu Arum pun pergi ke kamar Malika,


Saat Bu Arum membuka pintu kamar,Malika nampak memandang foto dirinya bersama Nico,


Meskipun Malika berusaha tegar,tapi dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri,jika dia benar-benar rapih saat ini,dia butuh teman yang selalu ada untuk menghiburnya,


"Malika"


Panggil Bu Arum,


Malika yang terkejut saat memandang foto dirinya bersama Nico langsung mengusap air matanya dan menyembunyikan fotonya,


"Ia Bu"


Jawab Malika,


"Kau belum tidur nak,ini Tiara menelpon mu"


Ucap Bu Arum memberikan ponselnya pada Malika,


Malika menerima ponsel ibunya dan bicara dengan Tiara,


Bu Arum pun keluar dari kamar Malika,


Malika berbicara dengan Tiara,mereka saling tegur sapa,menanyakan kabar masing-masing,diantara mereka,

__ADS_1


"Ka,bagaimana hubunganmu dengan Nico saat ini?kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?"


Tanya Tiara diseberang telpon,


Mendengar pertanyaan Tiara tentang hubungannya dengan Nico,Malika sudah menduga jika Nico meminta tolong pada Tiara untuk bisa menghubunginya,


"Kau pasti disuruh Nico kan?"


Tanya Malika serius,


Tiara pun bicara yang sebenarnya,dia tidak bisa membohongi sahabatnya itu


"Ia aku ngaku deh,aku paling tidak bisa untuk menyembunyikan sesuatu dari sahabatku yang satu ini? Hehe"


Ucap Tiara membeberkan segalanya kepada Malika jika Nico memang meminta bantuan kepadanya untuk bisa menghubungi Malika,


"Kalau begitu apa yang sebenarnya terjadi ka"


Tanya Tiara penasaran apa yang sudah sebenarnya terjadi pada hubungan sahabatnya,


Malika keluar kamar duduk di balkon luar kamarnya,dia menatap kembali bintang-bintang kecil di langit angkasa,


Malika sedih menceritakan semuanya pada Tiara tentang ibunya yang tidak mengijinkan nya untuk terus melanjutkan cintanya dengan Nico,


Sebagai sahabat baik Tiara pun coba memahami keduanya,karena ini bukan masalah pertama atau kedua,


Nico dan Malika sudah sering bertengkar sampai seperti ini,


Tapi untuk maslaah Bu Arum,ini masalah pertama yang dia terima dari cerita Malika,


"Aku ikut prihatin untuk semua masalah mu ka,tapi aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu"


"Dan sepertinya untuk saat ini mungkin langkahmu sudah benar,kamu harus lebih mematuhi permintaan ibumu,karena aku yakin,ibu kamu melakukan semua ini karena dia mempunyai alasan kuat untuk kamu tentunya ka"


Lanjut Tiara menasihati Malika,


...


Di waktu yang sama,ternyata Keenan berkunjung ke rumah Malika saat itu,


Niat hati Keenan bertemu Malika,dia ingin meminta maaf atas perilaku suci kepadanya,dan menceritakan bahwa suci adalah adiknya,


Bukan istrinya seperti yang Malika kira kepadanya,


"Selamat malam Bu,apa boleh saya bertemu dengan Malika"


Ucap Keenan sangat sopan pada Bu Arum,dia menyalami tangan Bu Arum dengan lembut,


Bu Arum pun sangat menyukai sapa Keenan kepadanya,karena jarang sekali ada pemuda tampan yang mencium tangan orangtuanya,Keenan sangat sopan kepada Bu Arum,


"Nak Keenan,kenapa mencari Malika?apa dia berbuat salah tadi di rumahmu"


Tanya Bu Arum sedikit cemas,


Keenan pun memikirkan alasan apa yang akan dia katakan kepada ibunya Malika agar dia bisa bertemu dengan Malika,


"Ada sedikit urusan kantor yang harus saya bicarakan saat ini juga Bu?"


Jawab Keenan pada Bu Arum


Dan saat itu juga,Bu Arum baru mengetahui jika Keenan adalah atasan Malika,

__ADS_1


"Loh jadi nak Keenan atasan nya Malika,maaf loh nak,Malika tidak pernah menceritakan tentang nak Keenan"


Bu Arum meminta maaf karena dia baru tahu jika Keenan adalah atasan anaknya,


Bu Arum pun meminta Keenan untuk masuk dan menunggunya,Bu Arum akan memanggil Malika di kamarnya,


"Malika"


Panggil Bu Arum membuka pintu,


"Nanti kita sambung lagi ceritanya ya Ra"


Ucap Malika pada Tiara sebelum dia menutup telponnya,


Tiara pun mengerti dan paham dengan keadaan Malika saat ini,


Tapi dia bingung,apa yang akan dia katakan jika Nico sampai bertanya mengapa Malika memutuskan hubungannya yang sudah terjalin lama,


Dan benar saja,Nico menelpon Tiara,


Tiara bingung,tidak mungkin dia menceritakan tentang Bu Arum yang melarang hubungannya dengan Malika,


Tiara takut Nico akan membenci ibunya Malika jika sampai dia berbicara,


"Ya co ada apa?"


Tanya Tiara berusaha tenang,


Nico menanyakan bagaimana dengan Malika,apakah Tiara sudah berhasil menghubunginya,bagaimana keadaannya,sedang apa dia,dan BLA BLA BLA banyak sekali pertanyaan Nico pada Tiara tentang Malika,


Terdengar sekali kecemasan dan kesedihan Nico akan Malika, meski Tiara tidak melihat secara langsung, namun dia sangat paham sekali dengan suara lemah Nico,


Tiara bicarakan bahwa Malika baik-baik saja,


Dia juga menceritakan bahwa Malika juga ikut sedih karena telah memutuskan hubungannya dengan Nico,tapi dia terpaksa,


Malika sakit hati dengan semua perkataan mu yang kasar dan telah menghina nya".


Jawab Tiara tidak membahas tentang ibunya,


Nico pun semakin menyesali perbuatannya yang mengakibatkan hubungannya kini usai,


Nico bertanya apa masih ada harapan untuk dirinya bisa bersatu kembali dengan Malika,


"Selama kita hidup dan terus berusaha,maka tidak ada yang mustahil co,"


Jawab Tiara dengan bijak,


Nico pun berusaha untuk memperbaiki dirinya untuk Malika,


Nico akan berusaha menjadi lebih lembut lagi dan menjaga semua perkataanya agar tidak menyakiti hati Malika kembali


Tapi semua itu sudah sia-sia,kini semua telah berakhir,hubungan keduanya telah usai,hanya keajaiban tuhan yang bisa menyatukan mereka kembali,


Nico mengucapkan terimakasih kepada Tiara karena telah membantunya ,


Sedikit kecemasan Nico mulai menghilang mendengar kabar Malika baik-baik saja,


"Aku senang mendengar kabarmu baik-baik saja sayang,tapi aku sedih karena kamu tidak mau bicara kepadaku"


Ucap hati Nico dalam kesedihannya teringat akan Malika,

__ADS_1


__ADS_2