Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
mengunjungi Lidya


__ADS_3

Nico berteriak kesal sejadinya.


"Malika"


Dia sangat kecewa dengan semua yang Bu Arum katakan kepadanya jika dia tidak boleh berhubungan lagi dengan Malika.


Dalam hati dia bertanya-tanya mengapa Bu Arum sampai begitu tidak ingin dia berhubungan lagi dengan Malika, apa kesalahannya, dan kenapa dia?


Nico pun berinisiatif untuk mencaritahu penyebab itu semua,


"Aku harus mencari tahu dulu alasan Bu Arum,mengapa dia tidak mau aku berhubungan lagi dengan Malika,karena aku tahu Bu Arum adalah orang baik,dia tidak akan melakukan hal seperti ini padaku jika tanpa sebab yang jelas?"


Entah darimana Nico mulai mencari alasan itu,dia pun nampak bingung,


"Tiara, sepertinya aku harus minta bantuannya"


Pikir Nico sejenak memikirkan sahabat karib Malika ,Tiara.


Kemudian Nico pun coba menghubunginya namun Tiara tidak bisa di hubungi.


"Mungkin saat ini ponselnya sedang di matikan,itu sebabnya dia tidak bisa aku hubungi"


...


Keenan dan Malika yang sedang asik bercanda sambil makan donat yang di bawanya larut dalam suasana gembira.


Malika kembali tersenyum dengan semua cerita Keenan padanya,


Cerita yang mungkin garing untuk sebagian wanita,namun bagi Malika dia cukup bisa menghargai seseorang dengan niat untuk menjaga hatinya.


Sesaat suasana pun mulai diam,


Malika coba memberanikan diri untuk menanyakan tentang Nico padanya.


"Nico..."


Sebuah nama yang keluar dari bibir Malika membuat Keenan terkejut.


Mengapa Malika memanggil nama Nico.


"Tadi aku bertemu dengan pria bernama Nico mas,dia memegang tanganku dan mengatakan jika dia adalah kekasihku? Aku sangat takut sekali"


Lanjut Malika meneruskan ucapannya.


Keenan pun paham akan kecemasan Malika,karena kecemasan itu sedang dia rasakan juga setelah bertemu dengan Kartika.


"Tapi kamu baik-baik saja kan?"


Tanya Keenan.


"Jujur,aku merasa jika pria itu jujur mengatakan semua yang dia ceritakan,tapi setelah ibu kembali meyakinkan aku jika pria itu bukan lah orang baik,maka seketika aku pun meragukan pria dan XII,karena aku yakin jika mas Keenan ku inilah pasangan hidupku"


"Benarkan mas?"


Tanya Malika pada Keenan tentang pasangan hidupnya.


Meski terasa berat akan kebohongan yang sedang Keenan lakukan pada Malika,dia pun coba tersenyum kecil,


Dengan cintanya Keenan pun memeluk Malika untuk sekedar Menenangkan dan meyakinkan hati Malika yang gelisah.


"Aku mencintaimu Malika"


Ucap Keenan pada Malika yang di sambut senyum olehnya.

__ADS_1


***


Kartika yang sedang menemani kakaknya di rumah sakit karena penyakit yang di deritanya berpikir,


Apakah mungkin dirinya bisa kembali pada Keenan meski menurutnya Keenan sudah menikah.


"Ayolah Kartika kau tidak boleh egois,dia sudah menikah dengan perempuan lain,apa kamu tega merebutnya dari wanita itu?"


Pikir Kartika memikirkan jalan keluar untuk cintanya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?"


Tanya Mario kakak kandung Kartika yang melihat adiknya sedang melamun.


Kartika yang terkejut dengan pertanyaan sang Kakak hanya diam dan tersenyum,dia tidak menjawab sua pertanyaan nya.


"Kapan kakak bisa pulang dari sini,?"


"Kakak jangan terburu-buru untuk pulang,Kakak harus sembuh dulu baru bisa pulang,percuma kakak memaksakan diri untuk pulang jika setiba di rumah penyakitmu kambuh lagi"


Jawab Kartika yang perhatian pada sang kakak.


Karena Selepas kepergian kedua orangtuanya,Kartika sudah menganggap sang Kakak seperti orangtuanya,mereka berdua saling menjaga satu sama lain.


Kartika pun meminta ijin pada kakaknya untuk pergi keluar sebentar.


Mario berpesan agar Kartika hati-hati,sebab ini kali pertama dia menginjakkan kaki di Bandung lagi


Kartika pun menuruti pesan sang kakak.


"Kalau begitu,Kartika pamit pergi keluar sebentar ya kak?"


"Hati-hati cepat kembali kesini"


Dia sangat rindu dengan tempat pertama mereka bertemu dan mengenang semua cerita masa lalunya.


Kartika pun tiba di depan kantor Keenan.


Dia berniat mencari Lidya,agar ada alasan untuk bisa masuk ke dalam kantor.


"Selamat pagi mbak,ada yang bisa saya bantu?"


Tanya resepsionis kantor bertanya pada Kartika.


"Saya ingin bertemu dengan Bu Lidya"


Resepsionis terdiam,dia berpikir siapa yang mencari Lidya,padahal Lidya sudah tidak bekerja disana dan sudah di penjara atas kesalahannya.


"Maaf Bu, ibu Lidya sudah tidak lagi bekerja disini,"


Kartika pun terkejut,karena dia tidak tahu jika Lidya sudah tidak bekerja lagi disana,


Kartika pun menanyakan keberadaan Lidya pada resepsionis.


"Ibu Lidya sudah di tahan polisi karena kasus kriminal yang menjeratnya "


"Astaga"


Kartika tidak bisa percaya jika Lidya sahabatnya itu bisa melakukan hal kriminal yang menjeratnya saat ini,


Dia pun bergegas menuju Kapolsek untuk melihat kebenaran tentang Lidya.


"Astaga Lidya,apa yang terjadi denganmu?"

__ADS_1


Kartika gelisah memikirkan nasib sahabatnya itu,


Sudah lama mereka tidak saling memberi kabar karena kesibukan masing-masing.


Di kantor polisi Arkana tidak sengaja melihat kehadiran Kartika.


"Apa itu Kartika,atau mataku saja yang sudah buram,mustahil Kartika ada disini,"


Ucap Arkana yang sedang mengunjungi Polsek tempat Lidya di tahan.


Kartika pun meminta ijin untuk membesuk Lidya,


Dan ternyata benar saja,


Sahabatnya Lidya di tahan di Polsek tersebut atas kasus tabrak lari yang mengakibatkan korban hilang ingatan.


Lidya yang saat itu sedang duduk di ujung dinding,meratapi nasibnya yang sekarang terkurung di penjara tanpa bisa melakukan apa-apa.


"Saudari Lidya,ada yang ingin bertemu denganmu?"


Lidya heran siapa yang ingin mengunjunginya karena setahu dia setelah Arkana pergi,tidak ada lagi yang datang menemuinya.


Lidya pun pergi ke tempat besuk dengan dikawal polisi.


"Siapa wanita itu?"


Sosok perempuan tinggi ramping terlihat sangat rapi dan modis sedang berdiri membelakangi dirinya,dia merasa tidak asing dengan perawakannya.


"Siapa dia?"


Dalam hati Lidya terus bertanya,hingga akhirnya Kartika membalikkan tubuhnya menghadap Lidya.


"Kartika ... Kau?"


Lidya terkejut dengan kedatangan Kartika,


Tahu darimana dia jika dirinya berada di penjara,dan untuk apa dia menemuinya.


"Lidya"


Kartika memeluk Lidya melepaskan rindu setelah sekian lama tidak berjumpa.


Lidya tidak menyangka jika Kartika masih Sudi memeluknya,


Dia tidak bisa membayangkan jika Kartika tahu dengan semua perbuatannya padanya,apakah Kartika masih akan mau memeluk dan menganggapnya sebagai sahabat.


Lidya menangis di pelukan Kartika,


Dia meminta maaf padanya dengan suara yang terisak.


"Maafkan aku Kartika,maafkan aku"


Kartika yang tidak mengerti merasa heran,mengapa Lidya meminta maaf padanya,padahal dia tidak mempunyai kesalahan apapun padanya.


"kau kenapa Lidya,"


Kartika menghapus air mata Lidya yang jatuh membasahi pipinya,


Kartika pun tersenyum melihat Lidya berharap Lidya akan membalas senyumnya.


"Kartika sebenarnya aku..."


"kau kenapa meminta maaf padaku,apa kamu tidak rindu denganku"

__ADS_1


masih dengan senyumnya yang manis Kartika coba mencurahkan kerinduannya pada sahabat karibnya itu.


__ADS_2