Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Tidak enak hati


__ADS_3

Keenan pun kembali berdiri dan mundur dari tatapan wajah Malika,dan saat itu pula Malika terbangun,dia melihat Keenan sedang berdiri dihadapannya.


"Pak Keenan"


Panggil Malika segera bangun dengan pelan agar Alana tidak terbangun.


Keenan pun membalikkan badan nya menuju Malika yang memanggilnya,Keenan terlihat sangat gugup kala Malika memanggilnya,dia mengira Malika tahu jika dia sudah menatap kecantikan wajahnya dan hampir ingin meraba pipinya.


"Kau kenapa pak? Apa kau baik-baik saja"


Tanya Malika cemas dengan tingkah Keenan yang salah tingkah,dengan nada terbata-bata Keenan menjawab tidak apa-apa,dirinya baik-baik saja.


Kemudian Keenan duduk di sofa dekat Malika,


"Suci sempat sadar sebentar,namun saya menyuruhnya untuk kembali beristirahat,dia sudah tahu semuanya,dia juga berterimakasih kepadamu Malika,suci merasa berhutang nyawa kepadamu"


Jelas Keenan saat duduk bersama Malika.


Malika merasa tidak enak dengan semua ucapan Keenan yang suci merasa berhutang nyawa padanya,


"Jangan begitu pak,sudah seharusnya saya melakukan hal itu,siapapun orangnya jika memang dia membutuhkan dan aku bisa menolong,kenapa tidak"


Jawab Malika simpel.l


Keenan pun menyuruh Malika untuk pulang dan beristirahat,karena ini sudah mulai malam,dia juga harus masuk kerja besok,ada meeting penting yang harus Malika datangi.


"Kalau begitu aku antar kamu pulang sekarang,kamu juga perlu istirahat,besok ada meeting penting kita dengan pak Zainal,kau masih ingat kan?"


Tanya Keenan pada Malika.


Tentunya Malika sangat mengingat semua itu,awalnya Malika menolak untuk di hantarkan oleh keenan,namun dia memaksa,terlebih alana msih tertidur,jadi Malika tidak bisa menolak ajakannya.


"Tapi bagaimana dengan Alana,apa dia tidak mau menunggu ibunya sadarkan diri dulu,kasihan dia pasti merindukan ibunya"


Tanya Malika pada Keenan.


"Aku titip dulu Alana Malika,maafkan aku telah merepotkan mu dan ibumu"


Tiba-tiba saja suci menjawab pertanyaan Malika,


Keenan dan Malika pun menatap ke arah suci yang sudah tersadar.


Suci yang masih terbaring lemah memberi isyarat pada Malika untuk mendekat kepadanya.


Malika pun melangkah pelan menuju suci,dan suci pun langsung memeluk Malika,


"Terimakasih Malika,maafkan aku karena selama ini telah meragukan kebaikanmu,aku sadar ternyata aku salah,kamu adalah wanita baik"

__ADS_1


Ucap suci pada Malika membuat nya terharu.


"Sudah mbak,saya sudah melupakan semuanya,mba cepat sembuh ya kasihan Alana"


Malika tersenyum manis pada suci,


Malika pun pamit ijin pulang dan membawa Alana ke rumahnya,karena kasihan jika Alana menunggu suci di rumah sakit,dia terlalu kecil untuk menunggunya di rumah sakit.


Setibanya di rumah,Malika turun dari mobil,dia menggendong Alana yang tertidur,kemudian Keenan memintanya untuk menggantikan menggendong Alana,karena dia khawatir Malika pegal.


Di tempat yang sama,Nico yang sengaja lewat ke jalan depan rumah Malika melihat semuanya,


Nico melihat Keenan dan Malika yang baru turun dari mobil bersamaan,Malika tertawa tipis pada Keenan karena pada saat Alana pindah gendongan ke tangannya,Alana mengigau "tidak mau"


Dan kata itu membuat keduanya terkejut,mereka kira Alana bangun,namun ternyata Alana hanya bergumam saja.


"Hehehe Alana,mengagetkan saja"


Malika terlihat semakin sangat cantik saat tertawa,


Keenan yang terkejut juga ikut tertawa menyadari gumam Alana.


Sedangkan Nico terbakar api cemburu melihat Malika dan Keenan yang sedang asyik bersama,


Clara pun memanfaatkan situasi ini,Clara tiba-tiba saja menyenderkan kepalanya pada bahu Nico.


Ucap Clara sedikit memadamkan api cemburunya,


Nico tidak mengerti dengan ajakan Clara padanya,apa yang dia maksud tempat asyik,


Saat Nico menanyakannya,Clara hanya tertawa melihat kepolosan Nico.


"Hahaha Nico Nico,kamu tidak mengerti,kita pergi dugem atau apa ke yang penting kita happy malam ini,ayolah,besok kan kita harus kembali ke Jakarta"


Clara menertawakan Nico,namun Nico tidak menganggapnya,yang ada di dalam hati dan pikirannya sekarang,dia hanya memikirkan bagaimana caranya dia bisa bertemu dan bicara dengan Malika,sebelum dia berangkat kembali ke Jakarta.


Nico pun kembali melajukan mobilnya mencari tempat yang Clara inginkan,


Dan tibalah mereka di sebuah bar,terlihat banyak pria yang sedang bersenang-senang disana,mereka menari dan minum seakan tiada beban.


Alunan musik yang merangsang,membuat hasrat setiap insan yang datang ke tempat itu naik,


Namun tidak pada Nico,dia masih tidak bisa berpikir jernih memikirkan Malika,meski Clara terus memaksanya untuk menari bersamanya.


"Ayo co,kita menari,ayo temani aku"


Ajak Clara,namun tetap menolak,dia tidak mau,tiada hasrat untuk Clara di hatinya,meski dia terus memaksa mendekatinya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Clara tidak menyukai penolakan yang di lakukan Nico kepadanya, Clara pergi memesan segelas air untuk Nico,dia mencampurkan serbuk obat untuk Nico agar bisa menurut kepadanya dan mau menemaninya.


Clara berhasil mendapat satu gelas,diapun menyuruh pelayan untuk memberikannya pada Nico untuk dia minum,


Pelayan pun pergi sesuai.dengan perintah Clara,pelayan itu memberikan segelas air yang sudah dicampur Clara pada Nico.


Nico pun menerima air tersebut dan meminumnya,


Nico meminumnya dan berhenti di satu tegukan,Nico coba merasa dan mengingat rasa air yang sedang dia minum,rasanya tidak asing baginya,.


"Air apa ini?"


Tanya Nico pada pelayan,


Pelayan pun tidak menjawab dan langsung pergi,


Clara yang melihat semua merasa cemas,dia sangat takut Nico akan menyadarinya.


Namun perkiraan Clara salah,Clara mengira Nico tidak akan menyukai air yang sudah dia pesan untuknya,Nico justru menghabiskan air minum yang dikirim Clara untuknya,hingga Nico berulang kali minta pelayan untuk membawakan air yang sama untuknya.


Nico terlihat mabuk berat,Clara pun yang sedang menari menghentikan tariannya dan menuju Nico yang sudah mabuk,Clara membawa Nico ke sebuah kamar yang sudah di sediakan disana.


Nico nampak tidak sadarkan diri,dia terus memanggil nama Malika ,


"Malika...Malika"


Sebuah nama yang sangat dibenci oleh Clara,


Clara menghempaskan tubuh Nico di atas ranjang,


Pikiran kotor Clara pun mulai berjalan.


Clara coba mendekati Nico yang sedang terbaring lemah karena mabuk,


Clara membelai rambut Nico yang sedikit berantakan,


Meski tanpa hentinya Nico memanggil nama Malika,Clara tidak peduli.


Clara berhasil mendekati Nico dengan posisi tidur disampingnya,Clara coba membuka kancing kemeja Nico hingga semua terlepas dan terbukalah baju Nico,


Clara langsung memeluk erat tubuh Nico dan tidur tepat di dadanya.


"Aku sangat mencintaimu co,aku ingin kau menjadi milikku selamanya"


Ucap mesra Clara di dada Nico.


***

__ADS_1


Dikamar setelah Malika berhasil menidurkan Alana,perasaannya begitu terasa sesak,hatinya merasa tidak enak,Malika terus mengusap dadanya dan menarik napasnya dalam-dalam,diapun teringat akan Nico.


__ADS_2