Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Jebakan Liora


__ADS_3

Sherli memperingati Malika untuk tidak berurusan dengan Lidya,


"Dia itu orangnya pendendam,sekali dia benci,dia akan terus membenci orang itu sampai kapanpun,semua disini sudah tahu watak Lidya,itu sebabnya tidak ada orang yang terlalu dekat dengannya,karena dia tidak asik"


Lanjut Sherli,menceritakan tentang Lidya,


"Aku tidak tahu semua akan menjadi seperti ini,tapi yasudah lah semua sudah terjadi,sekarang aku sudah tahu semua,dan yang terpenting aku tidak apa-apa"


Jawab Malika,


Akhirnya ojek online pesanan Malika pun tiba,


"Ojek online ku sudah datang nih,terimakasih ya,sudah banyak memberitahu aku semuanya"


Malika mengucapkan terimakasih kepada Sherli,


"Ya sama-sama,sampai jumpa besok"


Jawab Sherli melambaikan tangannya,


Dan ternyata dari belakang,Lidya mengikuti Malika menggunakan taksi agar tidak dicurigai,entah apa yang akan dia lakukan kepada Malika dengan membuntutinya pulang,


Saat Malika sampai rumah,Lidya pun tersenyum melihat Malika masuk kedalam rumahnya,


"Jadi ini rumah gadis itu"


Ucap Lidya dengan senyum licik penuh niat kejahatan,


***


Saat Nico sedang membenarkan salah satu kabel mobil di kolong ,tiba-tiba saja Liora datang mengejutkannya,


"Hai...ini aku bawakan air minum untuk kamu,pasti kamu haus,tenang saja tidak aku campur racun kok"


Nico pun keluar dari kolong mobil dan melihat Liora merubah penampilannya,


Liora yang tadi dia hadapi sangat berantakan dan terlihat sekali sisi kenakalan dalam dirinya,sehingga membuat Nico jauh darinya,


namun Liora yang sekarang berada di hadapannya,terlihat sangat feminim dan rapi, Nico pun tidak menyangka bahwa Liora akan terlihat cantik dengan pakaian yang rapi seperti itu,


Nico menerima segelas air dari Liora,karena Nico memang benar sedang kehausan setelah sekian lama memperbaiki mobil Liora,


"Terimakasih "


Nico pun meminum es kopi yang dibawa Liora untuknya,


"Sama-sama,bagaimana mobilnya,apa sudah bisa aku pakai "


Tanya Liora polos serasa tak pernah terjadi sesuatu diantara mereka,


"Sebentar lagi,ada sedikit lagi yang belum aku betulkan,"


Nico pun kembali memperbaiki mobil Liora,selang beberapa menit Nico pun selesai memperbaiki mobil Liora,


"Cobalah nyalakan mesinnya"


Nico menyuruh Liora untuk coba menghidupkan mobilnya,

__ADS_1


Liora pun masuk kedalam mobil,dan disan dia pun terkejut dan malu melihat semua barang-barangnya berantakan di atas kursi mobil,obat anti hamil,alat kontrasepsi dan sebotol minuman keras masih berada di atas kursi mobilnya,


"Astaga,kenapa aku bisa lupa,untunglah bukan ayahku yang pertama membuka mobilku,kalau tidak aku bisa ditembak mati detik ini juga"


Ucap Liora dalam hatinya saat melihat barang-barangnya berantakan,


Kunci pun mulai di masukkan,Liora coba menyalakan mesin mobil dan ternyata mobil sudah menyala kembali dan bisa di gunakan,


"Kau hebat sekali,mobil ku sudah menyala,bisakah kau temani aku sebentar,percobaan,takutnya di tengah perjalanan nanti mobilku mogok lagi"


Ucap Liora mengajak Nico bersamanya,


"Hanya sebentar ya mba,soalnya saya sudah ditunggu seseorang di bengkel"


Ucap Nico sedikit ragu,


"Ya tenanglah,sekalian aku antar kamu "


Liora memaksa,


"Tapi motor saya bagaimana?begini saja,mba naik mobil,saya dari belakang naik motor"


Ucap Nico kembali menolak,


"Motormu urusan gampang,cepatlah naik saja mobilku"


Liora terus memaksa Nico,sembari membereskan semua barang-barang yang berserakan di kursi mobilnya,


Nico tak ada pilihan lain,Liora sangat memaksanya,Nico merasa tidak enak jika menolak permintaannya,namun dia juga ingat pada Clara yang menyuruhnya menemuinya di cafe,


Nico pun masuk kedalam mobil,Liora pun langsung tancap gas,


"Hati-hati mba,jangan ngebut,santai saja,"


Di sela-sela Nico sedang menceramahi Liora akan tingkahnya yang kebut-kebutan,tiba-tiba saja Nico tak sadarkan diri,


Liora pun tersenyum melihat Nico pingsan,


Liora membelokkan mobilnya ke sebuah apartemen milik keluarganya,


Nico segera dibawa Liora ke kamar nya,


Tak lama kemudian,Nico kembali sadar namun pandangannya seakan kabur,dia tidak bisa melihat dengan jelas,kepalanya pun terasa berat,


"Aku dimana?"


Tanya Nico lemas diatas pembaringan,


Nico terus berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur,


Dan


"Kau..."


"Sedang apa kau disini?dimana aku"


Nico terkejut saat menyadari dirinya sekarang sedang berada di sebuah kamar apartemen,

__ADS_1


Nico yang masih lemas,tidak bisa banyak bergerak,hingga Liora pun memberinya minuman beralkohol,


Nico yang tidak sadar meminum semua air di gelas yang Liora berikan padanya,


***


"Kenapa Nico tidak aktif,seharian ini dia sangat sulit untuk aku hubungi,padahal aku ingin bercerita banyak tentang hari pertamaku bekerja,"


Pikir Malika teringat akan Nico yang sulit untuk dihubungi,


Malika terus menatap awan senja di balik jendela,


Sembari tersenyum sendiri mengingat kebersamaan dirinya bersama Nico,


"Aku sangat rindu kamu co"


Malika mengingat ciuman pertama mereka saat di taman malam itu,


Bibirnya pun kembali tersenyum,


LMeski hatinya menolak kala itu,tapi entah birahi atau semacam apa itu,Malika sangat menikmatinya,


"Nico,,,ah"


Senyumnya kembali merekah,layaknya anak kecil yang sedang kasmaran,Malika begitu kegirangan


...


Di tempat lain,Clara juga sudah menunggu Nico di cafe yang sudah mereka janjikan,namun Nico tak kunjung datang,


"Nico kemana?ini sudah jam pulang,ponselnya juga tidak bisa dihubungi,apa mungkin dia salah alamat "


Clara sangat mengkhawatirkan Nico,dia takut Nico tidak tahu jalan pulang dan akhirnya nyasar,


Dia sangat menyesal karena telah mengirim Nico sendirian ke rumah pak Leo,


Clara pun coba menghubungi pak Leo,namun tidak bisa dihubungi,nomor pak Leo selalu di luar area,Clara pun baru ingat jika pak Leo memang akan keluar kota hari ini,


"Astaga Nico kemana sih,susah banget dihubungi"


Ucap Clara kesal sudah 30 menit dia menunggu kedatangan Nico,


Clara pun memutuskan untuk pulang,dia tidak mau menunggu Nico terlalu lama,


Meski hatinya cemas,takut sesuatu terjadi pada Nico,tapi dia tetap memutuskan untuk pulang,,


***


Liora sudah begitu sangat mempersiapkan perangkap untuk Nico,Liora membuat Nico tak sadarkan diri dengan obat perangsang yang dia campurkan ke minuman alkoholnya,


Sungguh gila,


Ternyata Liora mengidap kelainan seksual,setiap dia bertemu seorang pria yang menurutnya menarik,maka dia akan melakukan segala cara untuk berhubungan dengan pria itu walau hanya sekali,


Asal rasa penasarannya tercapai,maka baginya itu adalah sebuah kemenangan,


Namun lain hal nya,jika dia tidak bisa memenangkan pria yang dia mau,maka dia akan mengamuk dan marah-marah tidak karuan seperti orang gila,

__ADS_1


Itu sebabnya pak Leo selalu memeriksa Liora seminggu sekali ke psikiater agar Liora bisa cepat sembuh,namun jika pak.leo mengetahui kelakuan asli anaknya,maka dia akan sangat marah kepada Liora,


Pak Leo sempat sekali mengetahui kelakuan anaknya yang liar,dia sangat marah besar bahkan menyiksa Liora hingga hampir tewas,Liora pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan nya lagi,


__ADS_2