Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
kekecewaan Bu Ratna


__ADS_3

"apa yang harus aku lakukan Bu? Aku tidak bisa menyembunyikan rasa bersalah ini pada Malika?"


Tanya Nico pada ibunya.


Bu Ratna sangat terkejut dengan pengakuan Nico tentang kematian Bu Arum, dia tidak menyangka jika cintanya bisa membutakan mata hati Nico sehingga dia bisa melakukan hal nekad seperti itu.


"Aku tidak sengaja Bu, sungguh"


Lanjut Nico coba meminta perlindungan ibunya.


Bu Ratna pun merasa jika Nico memang sangat di butakan akan cinta Malika, sehingga dia tidak tahu mana yang baik dan buruk.


Bu Ratna sendiri bingung harus berkata apa pada anaknya itu, dia sangat marah dan kecewa karena Nico sudah bersalah, tapi apa dayanya, Nico tetaplah anaknya, dia tidak mau jika Nico sampai di penjara.


dalam benak Bu Ratna, dia sangat menyayangkan sikap Nico yang mengikuti jejak ayahnya,


"Kenapa kamu mengikuti jejak ayahmu nak, padahal ibu tidak pernah kurang dalam memperhatikanmu?"


Bu Ratna menangis mengingat mantan suami yang telah meninggalkannya dulu.


Seperti di ketahui, pak Gunawan dan Bu Ratna

__ADS_1


Berpisah setelah Gunawan beberapa kali menghianati nya, dan puncaknya, Gunawan mempunyai anak dari wanita lain, dan itu membuatnya sangat sakit hati, Bu Ratna pun meminta pisah namun Gunawan tidak mau berpisah dengannya.


Bu Ratna pergi meninggalkan Gunawan hingga akhirnya Bu Ratna mendapat kabar jika suaminya itu di tangkap polisi karena dugaan pembunuhan terhadap ayahnya Malika.


"Ayahmu menghabisi ayahnya Malika, dan kini kamu menghabisi ibunya, sungguh ini tidak adil bagi Malika"


Bu Ratna mulai simpati pada nasib Malika, dia harus segera menemui Malika dan coba menghiburnya, karena bagaimana pun malika sedang membutuhkan seseorang untuk menjadi kekuatannya setelah ibunya tiada.


...


Nico masih merasa bersalah, dia mengatakan jika dirinya sangat menyesal, karena ulahnya Nico selalu membuat Malika menangis setiap kali teringat akan ibunya.


Bu Ratna pun menyarankan Nico untuk bersikap tenang dan jangan melakukan sesuatu yang akan membuat Malika curiga.


Nico pun setuju dia mengajak ibu dan kedua adiknya untuk melayat ke pemakaman Bu Arum.


***


Nico pun datang bersama ibu dan kedua adiknya ke pemakaman, sebagian pelayat sudah pulang meninggalkan pemakaman, terlihat Malika masih duduk di depan makam ibunya.


Ditemani Suci, Malika kembali meratapi nasibnya yang kini sudah menjadi seorang anak yatim piatu,

__ADS_1


"Maafkan Malika bu"


Malika terus meminta maaf di makam ibunya, hingga akhirnya Nico pun coba Menenangkan Malika dengan mengusap bahu nya.


Nico berusaha bersikap normal seperti tidak melakukan kesalahan.


Dia meminta maaf pada Malika karena terlambat datang.


"Kamu dari mana co?"


Tanya Malika dengan nada sedihnya.


Bu Ratna pun meminta maaf dan ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Bu Arum.


"Yang sabar nak, yang kuat, ikhlaskan ibumu ya?"


Pesan bu Ratna pada menantunya itu.


Bu Ratna sangat bersedih dengan nasib Malika yang kedua orangtuanya tiada karena suami dan anaknya.


"Andai kamu tahu yang sebenarnya nak, ibu tidak akan pernah bisa mengampuni diri ibu sendiri akan kesalahan yang telah mereka lakukan kepadamu, sejak kecil kamu dipaksa menjadi seorang yatim karena ulah suamiku, dan sekarang kau harus kembali menerima nasib menjadi seorang yatim piatu karena ulah anak ibu".

__ADS_1


Ucap hati Bu Ratna.


Bu Ratna pun memeluk Malika erat dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2