Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
menunggu Malika sadar


__ADS_3

Perasaan Keenan pun mulai tidak tenang,dia harus memberitahu kabar ini pada Bu Arum,tai dia takut Bu Arum tidak kuat mendengar kabar baru tentang Malika.


Keenan dan Alana pun pergi ke ruangan Bu Arum,sedangkan anak kecil yang menolong Malika masih setia menunggu Malika sadar.


"Om pergi menemui Bu Arum dulu ya nak,om tidak akan lama "


Ucap Keenan pada bocah yang diketahui bernama Arya.


"Baik om,Arya tunggu Kaka disini saja"


Keenan meninggalkan makanan untuk Arya makan disana,karena dia tahu Arya sedang kelaparan.


Di kamar Bu Arum masih terlihat lemas,Sherli nampak menenangkannya,suci pun menghampiri Keenan dan menceritakan jika kondisi Bu Arum sangat lemah,dia terus memanggil Malika dan mencemaskan nya.


Keenan tentunya paham betul kecemasan seorang ibu yang sedang Bu Arum rasakan saat ini,dan itu pula yang menahan dirinya untuk memberitahu kondisi Malika saat ini.


"Kaka bingung sekali suci,dokter mengatakan jika dalam waktu 24 jam Malika tidak sadarkan diri,maka dia akan koma untuk jangka waktu yang sangat lama"


Mendengar itu,suci pun sangat terkejut dan sedih,apalagi Bu Arum,ibu kandungnya Malika.


Keenan juga menceritakan jika dirinya sangat bingung bagaimana menyampaikan kabar ini pada Bu Arum yang nampak terlihat sangat lemah.


***


Nico pun selesai membuat bubur untuk Clara,


Clara tersenyum senang dengan semua perhatian Nico kepadanya.


"Inilah yang aku sukai darimu co"


Ucap hati Clara memuji perhatian Nico.


"Ini bubur nya,kamu makan ya,setelah itu kamu minum obat dan istirahatlah, kamu bisa makan sendiri kan?"


Tanya Nico pada Clara.


Dengan manjanya Clara menggelengkan kepalanya,jika dirinya tidak bisa makan sendiri,dia ingin disuapi Nico,


Nico pun paham,dengan terpaksa Nico pun menyuapi Clara makan.


"Asal kamu tahu Clara,aku terpaksa melayani kamu agar ibuku terbebas dari hutangnya kepadamu"


Curahan hati Nico yang terpaksa harus tunduk dan patuh pada Clara.

__ADS_1


Didalam hati Nico,diapun sempat tidak percaya jika seandainya Clara mengidap penyakit mematikan seperti itu,karena pola hidup Clara sangat sehat dan jauh dari penyakit. Namun meskipun semua itu adalah kebohongan,Nico tidak peduli,karena dia menuruti Clara hanya untuk ibunya.


Nico terus teringat pada Malika,dia ingin sekali coba menghubunginya,namun Clara tidak membiarkannya berpaling sedikitpun dari dirinya.


"Kau pandai juga memasak ya,bubur buatan mu cukup enak sih"


Puji Clara pada bubur buatan nico.


Nico hanya tersenyum tanpa menjawab semua pertanyaan Clara,dan itu membuatnya sedikit kesal.


Clara coba menyalakan TV ,disaat yang bersamaan muncul berita kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Malika,Clara sangat terkejut,dia langsung memindahkan Chanel tv tersebut sebelum Nico menyadarinya.


"Untunglah Nico tidak menyadari jika kecelakaan yang ada di berita adalah Malika."


Perasaan Clara sangat tidak tenang,diapun mematikan TV nya.


"Loh kenapa kamu matikan televisinya?"


Tanya Nico membuat Clara terkejut. Clara berkeringat dingin dan wajahnya terlihat sangat pucat.


"Kau tidak apa-apa"


Nico kembali cemas melihat kondisi Clara,diapun menyuruh Clara untuk tidur dan istirahat.


"Tapi kau jangan pergi dari sini?"


"Tidak,aku tidak akan pergi dari sini,tenanglah,aku hanya akan mengambil air minum untuk kamu minum obat"


Nico pun berlalu,sedangkan Clara masih sangat panik ,dia takut Nico akan mengetahui kecelakaan yang terjadi pada Malika.


Clara pun minum obat , Nico membereskan sofa untuk dia tidur, Clara tersenyum melihat pemandangan Nico yang sedang membereskan tempat untuk dia tidurnya.


Clara membayangkan jika nanti dia hidup berdua dengan Nico,mungkin dia akan bahagia.


Nico akan selalu memperhatikannya setiap waktu,Nico tidak akan membiarkan nya kecapean.


Clara memeluk tubuh Nico seraya mengucapkan kata cinta padanya, "i love u Nico"


Nico pun merespon kata cinta Clara dengan kecupannya di kening Clara seraya berkata "i love u to" dengan romantisnya mereka saing berpelukan.


...


"Kau tidurlah Clara,aku juga akan tidur disini"

__ADS_1


Ucap Nico membubarkan semua bayangan indah Clara di pikirannya.


"Hah..oh ya,selamat istirahat sayang"


Ucap Clara sebelum tidur ,Clara pun tersenyum karena Nico pun tersenyum saat dirinya di panggil sayang olehnya.dan itu membuat harapan Clara pun semakin tinggi akan cintanya pada Nico.


***


Bu Arum pun akhirnya mengetahui semua kabar baru malika,dia coba tegar dan menerima semua yang terjadi pada anaknya.


Bu Arum pergi mendirikan sholat untuk menenangkan hatinya,dia pasrahkan semuanya kepada sang pemilik kehidupan apapun yang terjadi Bu Arum terima.


"Sesungguhnya hanya engkaulah sang penguasa kehidupan,hamba pasrahkan semua takdir anakku kepadamu ya Allah,berilah anakku Malika takdir yang baik menurutmu serta sehatkan lah kembali anakku seperti semula."


Doa Bu Arum memasrahkan semua yang terjadi pada anaknya.


Sherli dan suci pun terharu melihat kesedihan yang dirasakan oleh Bu Arum.


Keenan sempat menyuruh Sherli untuk pulang,karena hari sudah mulai malam,begitupun dengan Arya.


"Baiklah pak,tapi besok saya pasti akan kembali kesini.jika ada perkembangan dari Malika tolong beritahu saya ya pak"


Ucap Sherli sebelum pamit pulang.


Tak lupa diapun pamit pada Bu Arum,Sherli menyuruh Bu Arum untuk tetap tenang karena Malika pasti akan baik-baik saja.


Bu Arum pun tersenyum dan berterimakasih karena sudah menemaninya menunggu Malika.


Sedangkan Arya,dia tidak mau pulang,karena dia juga bingung harus pulang kemana,dia hanya seorang anak jalanan,dia tidak mempunyai rumah untuk pulang.


"Saya tidak mau pulang,saya ingin menunggu ka Malika sampai sadar,saya tidak punya rumah,biar saya tidur di mushola rumah sakit saja Bu,jangan suruh saya pulang ya Bu"


Jawab Arya saat dirinya hendak di suruh pulang oleh Keenan .


Mendengar semua itu,Bu Arum pun memanggil Arya untuk mendekatinya. Bu Arum sangat iba padanya


"Kemari nak,biar kamu bersama ibu di kamar pasien ya,kita berdoa bersama supaya ka Malika segera sadar"


Ucap Bu Arum pada Arya,


Sebelumnya pihak rumah sakit melarang ada anak kecil yang datang ataupun menginap di rumah sakit,karena itu memang tidak di perbolehkan,di samping banyak virus yang membahayakan mereka,anak kecil juga rentan akan terkena penyakit,namun Keenan berhasil meyakinkan pihak rumah sakit jika kondisinya sedang urgen.


Pihak rumah sakit pun akhirnya mengijinkan Arya dan Alana tidur bersama ibunya.

__ADS_1


"Sekarang lebih baik Bu Arum dan Arya masuk ke ruangan ibu,kamu juga suci,kasihan Alana.dia sudah lelah,biar kaka yang menunggu Malika disini"


Ucap keenan pada Bu Arum dan suci.


__ADS_2