Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Melanggar janji


__ADS_3

Keenan berlalu meninggalkan Malika dengan membawa Alana,


Nampak sekali raut wajahnya yang sedang marah berlalu tanpa sepatah katapun kepada Malika,


Dan itu semua membuat Malika merasa bersalah karena telah menyebabkan Alana tersesat,


Malika coba mengejar Keenan dan meminta maaf kepadanya,


"Maafkan saya pak,saya bersalah,sekali lagi saya minta maaf"


Ucap Malika coba meminta maaf pada Keenan,


Alana yang melihat Malika seakan memohon maaf kepada om nya merasa kasihan,


Alana terus menepuk bahu Keenan untuk berhenti dan mau memaafkan Malika,


"Om kasihan ka malika,ini bukan salahnya juga om"


Ucap Alana pada Keenan,namun tidak dia dengarkan,


Dalam hati kecil Keenan,dia juga ingin memaafkan Malika,namun hatinya sedang tidak bisa dia kendalikan dengan semua beban yang ada di dalam pikirannya,


"Kau bisa pergi Malika,terimakasih karena kamu telah menjaga Alana"


Keenan berhenti sejenak dan menyuruh Malika untuk pulang,namun dia tidak menjawab permintaan maaf Malika kepadanya.


Malika menggelengkan kepalanya,karena dia tidak ingin pulang sebelum Keenan memaafkannya,dia juga pasti akan teringat pada Alana.


"Maaf pak tapi saya tidak bisa pulang"


Jawab Malika menolak permintaan Keenan untuk pergi meninggalkannya dan Alana.


"Jika kamu tidak mau pulang,maka aku yang akan pulang,kau jaga saja Alana dan suci"


Jawab Keenan begitu menusuk hati Malika yang kala itu begitu sangat merasa bersalah atas tersesatnya Alana di rumah sakit,


Malika tertunduk sedih dengan semua perkataan Keenan padanya,


Akhirnya Malika pun berlalu tanpa sepatah kata pun meninggalkan Keenan dan Alana,


Dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya,Malika tak kuasa menahan kesedihannya,


Malika menangis di luar rumah sakit mengingat semua yang terjadi tadi,


Clara yang sedari tadi memperhatikan Malika dari sejak dia bertengkar dengan Keenan merasa cukup puas melihat nya bersedih,


"Itu bukan apa-apa Malika,jika sampai kau dekati lagi Nico,akan ku pastikan kau akan mendapatkan pelajaran yang lebih dari ini,untunglah anak kecil itu tidak menceritakan tentang aku yang hendak menculiknya"

__ADS_1


Ucap Clara dari balik jendela rumah sakit,


Nico pun tiba di kamar adiknya,dengan wajah yang sumringah Nico terlihat tidak seperti biasanya,Nico nampak lebih tampan dengan senyum bahagianya,


Juga semangat hidupnya,


Clara sangat menyukai wajah Nico yang seperti ini,


"Bagaimana keadaan ade Bu?"


Tanya Nico pada Bu Ratna,menanyakan keadaan adiknya.


"Mungkin ini keajaiban dari Allah nak,semula vonis dokter adikmu harus di operasi karena ada gumpalan darah di kepalanya,sebab jatuh keserempet motor kemarin,namun setelah tadi coba di cek lagi oleh dokter ternyata gumpalan darah itu sudah tidak ada"


Ucap Bu Ratna juga ikut merasa senang dan bahagia,


Nico merasa kebahagiaannya datang dengan bersamaan,Nico bahagia karena adiknya tidak jadi harus di operasi, dia juga sangat bahagia karena telah bertemu pujaan hatinya dia juga berhasil memeluk Malika walau hanya sesaat,


Dan yang lebih membuatnya bahagia ialah,dia kembali menjalin hubungan dengan Malika,namun masih secara sembunyi-sembunyi, jangan sampai ada yang tahu meskipun itu ibunya sendiri.


Nico pun tidak menceritakan semuanya kepada Bu Ratna,karena dia telah berjanji pada Malika untuk tidak memberitahu hubungan mereka kembali,


Nico terus terbayang wajah Malika dan pelukannya tadi,semua terasa nyaman dan membuatnya semakin mencintai Malika.


Ya,ternyata keduanya sepakat untuk kembali berpacaran,karena Malika dan Nico sama-sama saling mencintai,tapi mengetahui Bu Arum tidak merestui hubungan mereka,Nico pun memutuskan akan terus memperjuangkan cintanya pada Malika,meski sekarang mereka harus berpacaran sembunyi-sembunyi,


Malika memutuskan untuk kembali mencintai Nico karena dia tidak kuasa menahan semua cintanya pada Nico,


Cinta buta nya yang berhasil membuatnya melanggar janji kepada ibunya sendiri.


Malika pun juga memutuskan untuk memperjuangkan cintanya pada Nico di hadapan ibunya,


Malika pun tidak mau ada orang yang tahu tentang hubungannya sekarang dengan Nico,termasuk Tiara sahabatnya.


"Ingat ya sayang,jangan sampai ada yang tahu tentang hubungan kita,termasuk sahabat kamu Tiara"


Pesan Nico sebelum mereka Malika berlari mencari Alana tadi.


***


Ditempat lain,ternyata Malika tidak pulang,dia menunggu Alana dan Keenan pulang dari rumah sakit juga,sepanjang hari menjelang sore,Malika duduk kepanasan diluar rumah sakit,


Diapun juga belum sarapan apapun dari rumahnya,


Bukan karena Malika tidak membawa uang untuk ongkos,dia tidak pulang,melainkan Malika ingin membuktikan bahwa dirinya menyesal atas semua kesalahannya tadi yang telah ceroboh meninggalkan Alana hingga dia tersesat.


"Maafkan Kaka Alana,sekali lagi maafkan Kaka,Kaka memang bersalah"

__ADS_1


Ucap lirih Malika duduk di kursi yang tersedia.


Cuaca semakin terik,Malika masih enggan untuk pulang ataupun berteduh ke tempat yang lebih teduh lagi dari sinar matahari,


Hingga akhirnya dokter yang menangani suci pun keluar untuk meminta persetujuan Keenan melakukan operasi pengangkatan rahim untuk suci.


Keenan kembali bingung,dengan membawa selembar kertas yang harus dia tandatangani,Keenan pergi keluar untuk sedikit menenangkan pikirannya agar bisa memberi keputusan yang tepat.


Tak sengaja Keenan melihat Malika yang terduduk di kursi menuggu dirinya dan Alana pulang,Keenan melihat Malika sangat lemah,di bawah terik matahari Malika terus memegang kepala dan perutnya ,


Keenan pun merasa bersalah karena telah mengusir Malika dari dalam rumah sakit,


Diapun coba mendekati Malika yang masih terduduk setia menunggu Alana dan Keenan pulang.


Tak lupa,Keenan membawa sebotol minum air mineral dan sebungkus roti untuknya.


"Minumlah,jika tidak nanti kau akan dehidrasi"


Suara itu begitu tidak asing bagi Malika,


Malika pun coba berbalik melihat sosok siapa yang telah datang kepadanya,


Malika sangat terkejut ketika melihat Keenan ada di belakangnya menyodorkan sebotol minuman,


"Pak Keenan"


Seketika .Malika salah tingkah dengan semua perhatian yang di berikan oleh Keenan,


Menyadari Keenan berada di hadapannya,Malika langsung bersimpuh meminta maaf untuk kesalahannya tadi siang,


sedangkan Keenan tidak terima jika ada seseorang yang bersimpuh di hadapannya


"Sudahlah kau jangan seperti ini,malu jika ada orang lain yang melihat,"


Ucap Keenan membangunkan dan menatap wajah Malika.


Keenan memuji kecantikan Malika saat berada di hadapannya,


"Kau terlihat sangat cantik Malika"


Ucap jati keenan.


Keenan pun langsung terbangun dari lamunannya karena teringat akan keputusan untuk adiknya yang harus secepatnya di berikan,


"astaga ,ah...."teriak Keenan merasa kacau.


Keenan meminta keputusan yang terbaik kepada sang pencipta,agar diri mereka bisa baik-baik saja dengan keputusan yang dia berikan,

__ADS_1


"Tapi pak,entah kenapa perasaan saya tidak enak sekali"


__ADS_2