KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Kenyataan 2


__ADS_3

Enam bulan berlalu, tugasku sudah selesai, kuputuskan untuk segera pulang ketempat dimana kamu berada. Sepulangnya dari Palembang aku mencari keberadaanmu, tapi, nahas mereka bilang kamu sudah pindah, dan kamu tau?? Mereka bilang kamu sudah menikah, andai kamu tahu hancurnya hatiku seperti apa?? Sakit Jan.


Hingga aku menemukan keberadaanmu, Jan, kita bertemu di sebuah kaffe, tapi kulihat kamu menggandeng tangan suamimu, aku sungguh tidak menyukainya.


Tapi, sekali lagi, aku mengetahui fakta rumah tanggamu Jan, suamimu seorang Gay bukan?? Hingga kutemui Agung, dan aku yang memintanya untuk tetap menggoda Bagas, tidak, aku tidak bersalah karena sudah menyuruh Agung untuk mempengaruhi keyakinan Bagas, tapi Bagaslah yang mudah tergoda, Bagaslah yang menyerah pada keadaan, Bagaslah yang lebih memilih untuk meninggalkanmu, aku tidak salah Jan, iya bukan?.


Seperti Faisal, yang mudah menyerah pada jeratan Tiara, maka Bagaspun mudah menyerah pada jeratan Agung, aku hanya menguji mereka, mengukur seberapa dalam cinta mereka padamu, nyatanya dengan mudah mereka langsung menyerah tanpa berusaha lebih keras lagi. Seandainya Jan, di antara mereka ada yang bisa bertahan, maka aku akan dengan senang hati melepasmu untuk mereka, karena aku yakin, bersama pria kuat, perempuan sekuat dirimu akan bertahan lebih lama. Tapi nyatanya mereka hanya pria pria lemah yang tak layak jadi pendampingmu.


Kamu tau Jan?? Aku sangat bahagia ketika kamu menerima lamaranku, semuanya terasa sempurna, memiliki perempuan sesempurna dirimu yang menjadi anganku sekian lama. Aku begitu bahagia Jan, hidupku terasa sempurna.


Tapi, hari ini?? Kamu mengetahui kebenarannya, sekian lama dalam beberapa tahun terakhir ini, aku telah mempersiapkan diri untuk hari ini, dan akhirnya hari ini tiba, sementara aku masih belum menyiapkan diriku sendiri.


“Jan, aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku“ Aku mengiba sebisaku, Anjani adalah orang yang tidak pernah tega, ketika harus membuat orang lain mengiba atau terluka.

__ADS_1


“Tidak An, aku salah, kamu bukan orang baik“ jawabnya sambil menghempaskan tanganku.


“Ti tidak Jan, aku mohon aku bisa jelasin semuanya“ Aku masih mengejarnya.


“Tidak An, aku tidak ingin bersama denganmu lagi“ jawabannya sungguh membuat hatiku hancur.


“Aku sangat mencintai kamu, fahami itu Jan“ Aku berteriak, aku lupa dengan rasa malu dan image bersahaja di kantorku.


Anjani membalikkan tubuhnya, menatapku dalam, aku melihat wajahnya sudah sangat pucat.


“Anjani!!! Aku akan mati jika kamu pergi!!!” teriakku sekuat tenaga, tubuhku sudah bergetar tak karuan, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri. Anjani menghentikan langkahnya.


“Jangan Pergi“ lirihku lagi, dia kembali memutar tubuhnya.

__ADS_1


“Aku tetap akan pergi, aku akan memikirkan semua ini An, aku harap kamu juga bisa memikirkan semua perbuatanmu di masa lalu“ jawabnya sambil kembali beranjak.


“Jan, aku mohon jangan pergi, aku janji aku akan berubah, aku akan menebus semua kesalahanku“ Aku bersujud dibawah kakinya, aku tahu bahkan hal ini tidak akan pernah bisa menebus semua kesalahanku.


“Tidak An,“ Dia menggelengkan kepalanya,


“Rasanya sangat sakit“ Dia memegang dadanya.


“A aku tahu, aku salah, tapi semuanya bukan mutlak kesalahanku, mereka juga salah Jan, jadi aku mohon, jangan pergi, jangan pergi“ Aku berteriak, gangguan panikku mulai muncul.


“An, renungi setiap kesalahanmu, beri aku waktu untuk berfikir“ Anjaniku, dia sudah tidak peduli lagi padaku, perlahan dia mulai pergi meninggalkanku, tidak ini tidak boleh terjadi, apapun alasannya, dia harus kembali kepadaku.


Bersambung......

__ADS_1


Hay readers, jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaaa.........


__ADS_2