KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Perjodohan part 2


__ADS_3

Hari senin yang di janjikan telah tiba, aku dan Ibu menyambut kedatangan keluarga pria yang akan di ta’arufkan denganku, dulu aku sering berhayal, ketika aku menikah aku tidak ingin berpacaran terlebih dahulu, aku hanya ingin berta’aruf saja, tapi nyatanya setelah hayalku menjadi nyata, aku sungguh merasa tidak nyaman, aku merasa takut di buatnya, segala perasaan berkecamuk di dalam hatiku.


“Assalamu’alaikum Ibu Maya, perkenalkan saya Ayahnya Bagas, dan ini Bagas putra saya,“ sapa calon Bapak mertuaku.


“Ah, iya saya sudah mendengar niat baik Bapak sebelumnya lewat Bibinya Anjani, sebelumnya perkenalkan dulu ini putri saya Anjani“ balas Ibu.


Aku menatap pria yang kini tengah menjabat tanganku, jujur aku takut, sangat takut, dia pria yang memiliki wajah perang, tatapannya dingin, sapaannya kaku, tangannya tegas dan keras. Seketika nyaliku menciut, pria ini akan menjadi suamiku, bagaimana mungkin aku menghabiskan seluruh sisa hidupku dengan pria sedingin bongkahan es. Dia menatapku dengan tatapan membunuh, apa mungkin dia juga terpaksa harus menikah denganku??.


Akhirnya Ibu dan keluarganya Mas Bagas memutuskan untuk tetap menikahkan kami tanpa meminta persetujuan dari kami, pernikahan di tetapkan satu bulan ke depan.


Aku menghela napas dan membuangnya kasar, kenapa tidak ada orang yang mau bertanya tentang hatiku?? Kenapa tidak ada orang yang mau tau tentang perasaan ku??“ Sekali ini saja, tolong hargai pendapatku Ibu, ini sama sekali bukan yang terbaik bagiku, bahkan calon suamiku tidak pernah menyapaku, dia hanya menatap tajam padaku, aku takut Ibu". Hatiku merintih, tapi aku sudah tidak mampu lagi menangis, aku hanya diam saja.


Calon suamiku ini, sungguh manusia robot yang tidak punya hati, dia bahkan sama sekali tidak peduli dengan persyaratan pernikahan, ataupun mengurus proses pernikahan yang cukup repot, semua syarat pernikahan di urus oleh Ayahnya, dan aku, kadang aku bingung, sebenarnya aku ini mau menikah dengan siapa?? Dengan Bagas?? Atau dengan Ayahnya?? Bahkan ketika proses foto prawedding saja, aku mengalami kerepotan yang luar biasa, aku sudah janji kepada pihak WO untuk melaksanakan foto prawedding di tiga minggu sebelum hari H. Tapi si manusia Es malah tidak datang, dengan alasan sibuk bekerja, ingin rasanya aku menangis, jika pasangan lain yang mau menikah terlihat sangat antusias dengan segala prosesi acara demi acara dari sebelum hingga hari H pernikahan, maka tidak denganku, semua acara di urus oleh diriku sendiri.


“Hallo, mas Bagas?? kapan mau pulang??acara foto praweddingnya di undur jadi minggu depan, mas bisa 'kan??” tanyaku  setelah memutuskan untuk menelponnya.


“Iya, lihat nanti aja,“ jawabnya datar.

__ADS_1


“Loh?? Kok lihat nanti sih??? Harus pasti Mas, soalnya waktunya sudah sangat mepet" Aku masih tetep ngotot.


“Iya, aku usahain“


Truth!


Telpon di tutup tiba-tiba.


“Ya Allah, ujian apalagi ini??” gumamku dalam hati.


***


“Mas Bagas, bisa 'kan tersenyum sekali saja?? Setelah ini aku janji, kita langsung pulang, kasian fotoghrafer nya Mas, udah sore tapi masih belum dapet apa-apa, waktunya juga udah mepet, udah gak mungkin ada hari lain lagi untuk Foto prawedding, aku masih harus ngurusin yang lain“ mohonku, aku harap Bagas akan mengerti.


“Emang gak bisa ya?? Yang di foto kamu aja??” tanyanya membuatku bingung.


“Maksudnya??” tanyaku sambil mengernyitkan dahi.

__ADS_1


“Iya di fotonya kamu aja sendiri,“ jawabnya datar.


“Loh?? 'kan yang mau nikah kita, bukan aku sendiri“ jawabku kesal.


“Ya kan nanti foto aku 'nya bisa di edit dan di tempel“ jawabnya yang jelas tidak masuk akal di fikiranku.


“Jadi Mas Bagas ga mau di foto bareng Jani??” tanyaku sedih.


“Iya, soalnya aku sibuk, kalau gitu aku pulang dulan ya Jan, semuanya atur aja sama kamu sendiri,“ jawabnya sambil berlalu pergi, Aku berteriak memanggil namanya, fotoghrafer juga semakin kesal dengan tingkah Bagas. Bagaimana caraku menyelesaikan semua ini??.


Sungguh Cinta adalah sebuah pertimbangan penting dalam sebuah pernikahan, jika sebelumnya ada yang bilang “Nikah aja dulu, nanti juaga cinta akan datang, seiring berjalannya waktu“ bagiku kata-kata itu tidak berfungsi, aku merasa sakit ketika di abaikan, ke adaan ini terjadi sebelum aku menikah, bagaimana jika nanti aku sudah menikah?bisa saja akan lebih parah dari ini.


Ahhhhhhh, sungguh aku takut.


Bersambung............


Di sini adakah readers yang sudah menikah karena di jodohkan???

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya ya readers, Like, komen, bintang lima, dan vote sebanyak banyak nya yaaaa....makasiiiihhhh.....


__ADS_2