KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Hotel 2


__ADS_3

Rumah sederhana dengan suasana yang asri itu masih terlihat sama, di sebuah kamar yang gelap, seorang gadis sedang belajar keras, dan dimaki Ibunya.


“Kenapa nilaimu turun?? Kenapa kamu begitu bodoh!” teriakan itu begitu nyata di telingaku.


“*Hanjaya kamu penghianat!!!”


“Indah menghianatiku“


“Jangan berhubungan lagi dengan Faisal!!”


“Anjani menikahlah denganku!”


“Bagas bukan suami yang baik, dia seorang Gay*!!”


“*Anak pertamaku hilang, aku mengalami keguguran“


“Anwar menghianatiku, setelah banyak hal yang kulakukan*“


“Astagfirullah!!” Aku tersentak kaget, terbangun dari tidurku.


“Sayang, kamu kenapa??” Anwar menggisik matanya, terbangun karena teriakanku.


“Kamu, mimpi buruk??” tanyanya khawatir.


“hhmmhh“ jawabku mengangguk.


“Minum ini“ Anwar menyodorkan segelas air putih dari atas nakas.


Aku menerimanya, kemudian meminumnya.


“Jangan terlalu banyak fikiran“ Dia mengelus pundakku lembut.


“Aku ingin pulang, aku rindu Fadli“ Aku menyandarkan kepalaku di pundak Anwar.

__ADS_1


“Nanti kita pulang, Fadli aman bersama neneknya, kita sangat jarang bukan?? Melewatkan banyak waktu hanya berdua??” tanyanya, dengan tangan terus mengelus bahuku.


Aku terdiam, aku hanya ingin berdekatan terus dengan putraku.


“Aku ingin bertemu dengan putraku“ Aku kembali merajuk.


“Sabar, apa kamu pernah memikirkan sesuatu?” tanyanya, membuatku mendongakkan kepala, menatap wajahnya yang tengah memandangku.


“Apa??“ tanyaku.


“Fadli sudah satu tahun lebih, tidakkah kamu mau memberikan Fadli adik??” yanyanya tersenyum penuh arti.


Aku memutar kedua bola mataku, tujuannya mengajakku ke hotel ini, memang untuk itu.


“Hmmhht“ jawabku malas.


“Ayo kita berikan Fadli adik, kamu mau memberi Fadli adik berapa??” tanyanya lagi, dengan tangan yang sudah tak bisa di kondisikan.


“Berapapun yang Allah percayakan padaku“ jawabku.


“Yah, boleh, asalkan kamu yang melahirkan mereka“ jawabku mendelik.


“Jika bisa Jan, maka aku akan melakukannya untukmu“ jawabnya yakin.


“Huh ... “ Aku meledeknya sambil menyibakkan selimut.


***


Langit, baru saja berubah menjadi gelap, saat kami meninggalkan hotel, mobil melaju pelan, di jalanan yang tidak terlalu macet, bertemakan cahaya lampu dari segala sisi. Menyenangkan, aku membuka kaca membiarkan angin malam menyentuh wajahku.


“Jan?”


“Ya??” Aku mengalihkan pandangan menatap suamiku lekat.

__ADS_1


“Kamu cantik Jan“ akunya.


Aku tertunduk, malu “Terimakasih“ jawabku.


“Aku yang harusnya mengucapkan kata itu, terimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan, tidak mudah mengarungi rumah tangga ini Jan, mungkin aku tidak akan kuat, jika itu bukan bersamamu“  tangan kiri Anwar mengelus pipiku, aku tersenyum dan mengangguk.


“Kita segera jemput Fadli ya“ pintaku, aku sudah tidak bisa lagi menahan rasa rinduku pada putraku.


“Baiklah“ Anwar terus mengemudikan mobilnya pelan, hingga kami tiba di rumah Mamah Anita.


Aku segera turun dari mobil, masuk kedalam rumah dengan tergesa, segera menemui putraku, yang tengah bermain dengan neneknya.


“Fadli!!” seruku, sambil memeluknya erat.


“Bu bu Ibu“ jawabnya, memeluk leherku tak kalah kuat.


“Anak Ibu, betah main sama nenek?” tanyaku, sambil menghujaninya dengan ciuman.


“Nek, nek, nek“ jawabnya menggumam.


“Hay, jagoan Ayah?? Anak pintar, Fadli tidak rewelkan Nek??” Anwar menoel pipi Fadli, sambil bertanya pada Mamah Anita.


“Tentu saja tidak, Fadli anak yang baik“ Mamah tersenyum memandang kami bergantian.


“Kalian makan dulu ya, Mamah udah siapin makanan untuk kalian“ ajak Mamah Anita.


“Tidak Mah, kami sudah makan tadi, kami akan segera pulang, kasihan Fadli jika harus pulang terlalu malam“ jawabku.


“Ah, baiklah“ Mamah Anita tersenyum, mengizinkan kami pulang.


Sepanjang perjalanan kami, Fadli terus mengoceh, entah apa yang ingin dikatakannya, mungkin dia ingin protes, kenapa kami meninggalkannya selama satu hari dua malam di rumah Neneknya.


Ah ... Fadliku, memang begitu, posesif dan pecemburu seperti Ayahnya.

__ADS_1


Bersambung ................


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers, ...............


__ADS_2