
Indah POV.
Hari ini adalah hari paling bahagia di sepanjang perjalanan hidupku, sebagai seorang istri, kenapa??? Yah, aku hamil, setelah aku memperbaiki hubungan dengan Kak Andre, dan menjalani oprasi pada rahimku, aku akhirnya bisa memiliki apa yang aku impikan, ajaib bukan?? Setelah sekian lama, setelah perjuangan berat yang cukup pahit dan sulit, akhirnya masa itu datang padaku.
Orang pertama, yang akan aku beritahu kabar bahagia ini, setelah Kak Andre suamiku, adalah Kakakku, Kak Anjani, aku sangat menyayanginya dengan tulus sekarang, setelah aku pernah berjuang antara hidup dan mati dimeja operasi, maka rasa tulus itu muncul begitu kuat untuk Kakak, aku sudah mendengar cerita kak Anjani tentang Ibu, yang tertimpa musibah, yah, aku tidak bisa membantu Ibu, sebanyak Kak Jani, aku sadar kak Jani adalah super hiro Ibu, apapun keadaannya, bagaimanapun kondisinya, Kak Anjani akan selalu jadi malaikat penolong Ibu, begitu yang sering aku dengar dari Ibu. Tapi ya sudahlah, aku akan memberi kesempatan pada Kak Anjani untuk berdekatan terus dengan Ibu, toh selama ini aku sudah terbiasa dengan itu.
Sepulangnya dari bulan madu, aku segera menelpon Kakak, dia bilang akan menemuiku, setelah dia pulang dari kantor suami bucinnya, ah, kadang akupun sering iri pada Kakak yang memiliki suami bucin seperti Kak Anwar, lucu aja lihatnya.
Hingga sore tiba, tapi kak Jani tidak kunjung datang, bahkan tidak menelponku juga, entahlah, ada rasa yang sulit kujelaskan didalam sini, rasanya tidak enak sekali, tapi entah apa, ku telpon nomor ponselnya, tapi tidak aktif, mungkin suami bucinnya sedang tidak ingin jauh dari Kakak, hish ... dasar.
Tiba-tiba saja kerinduan itu menyeruak di dalam hatiku, kerinduan seorang adik yang seperti sudah bertahun lamanya tidak berjumpa dengan Kakaknya,
“Kakak kemana sih??” Aku bergumam, kupandangi foto kami berdua, yang sengaja kusimpan di laci nakas di kamarku, aku tersenyum menatapnya.
“Kakak dimana?? Aku punya kabar bahagia, aku hamil Kak" gumamku.
Kuputuskan untuk kembali menelpon Kakak, ku raih ponselku yang tergeletak diatas ranjang, cukup jauh dariku, aku berusaha menggapainya tampa mau mengangkat kaki.
Bbbrrraaakkkkk!!!!!!!!!
“Astagfirullah, kenapa fotonya jatuh sih??” Aku terkaget, ketika foto yang kusimpan diatas pahaku tiba tiba terjatuh, aku berjinjit keatas kasur, kemudian menatap foto Kakak yang sudah di penuhi pecahan kaca. Aku mengambil fotonya saja.
“Kakak, Kakak kenapa?”
Aku terus menghubungi nomor ponsel Kakak, dan selalu saja tidak aktif, ini tidak biasanya.
Ddddrrrttt ... dddrrrttt ... ddrrrttt ...
Ponselku tiba tiba berbunyi, kulihat kak Anwar yang menelpon.
__ADS_1
“Asslamu’alaikum kak, ada apa?” sapaku pada kak Anwar.
“Wa’alaikumsalam Indah, apa kak Jani ada disana?” tanya kak Anwar yang membuatku bingung.
“Loh?? Bukannya kak Jani lagi sama kak Anwar ya?” tanyaku.
“Tidak, ya sudah kalau tidak ada, nanti aku hubungi lagi“ tiba-tiba kak Anwar menutup telponnya.
“Loh?? Ada apa sih sebenarnya?? Kok kak Anwar kayak orang linglung sih?? Kak Jani kan istrinya, kok nanya sama aku ya?? Apa mereka lagi ada masalah ya??” Aku bertanya tanya pada diriku sendiri.
Beberapa jam aku menunggu kabar dari Kak Anwar, tapi nihil, hatiku semakin tak karuan, entah kenapa? Sebelumnya ini tidak pernah terjadi, kuhubungi Ibu, beliaupun mengalami hal yang sama.
Selang berapa lama, kak Anwar kembali menghubungiku, dengan sigap aku kembali mengangkat telponnya, kak Anwar mengabarkan jika Kak Jani kecelakaan, sungguh, meski dulu aku menganggap Kakak sebagai rivalku, tapi kini aku sangat menyayangi Kakak, aku sangat mencintai Kakak, seperti selama ini Kakak mencintai dan menyayangiku.
Ku ambil kembali Foto yang bingkainya sudah pecah itu, di foto itu Kakak tersenyum, seolah dia sedang menatapku kali ini.
“Sungguh Kakak pergi tampa seizinku?? Bukankah aku selalu berbagi keluh kesah padamu?? Tapi kenapa sekarang Kakak tidak memberitahukan apapun padaku?? Aku tahu, Kakak pasti sedang memiliki masalah bukan?? Makanya Kakak pergi dan mengalami kecelakaan itu??” seperti orang gila, aku bicara sendiri pada foto yang kupegang.
“Kamu kenapa Indah??” Kak Andre datang menghampiriku dengan wajah penuh kebingungan.
“Kak Jani, kak Jani ... hiks ...” Aku tak mampu bicara lagi.
“Iya, Kak Jani kenapa?” tanyanya menatapku lekat.
“Kak Jani kecelakaan“ tangisku kian pecah.
“Apaaaaa????!!!” Andre berteriak.
“Dimana?? Kenapa?? Kok bisa??” tanyanya beruntun.
__ADS_1
“Aku tidak tahu“ jawabku didalam isakanku.
‘Kakak, lihatlah, Andre begitu terkejut ketika mendengarmu celaka, apa kau begitu bahagia mempermainkan hatiku??’
“Ya sudah, kita pergi sekarang, kita cari tahu kebenarannya“ Andre segera mengambil jaket, lalu pergi keluar kamar tanpa mengajakku, dia bahkan lupa jika aku tengah hamil muda.
“Iya, ayo“ jawabku sambil menyusulnya.
Segera kuhubungi Ibu, agar kita bisa bertemu di tempat kejadian saja.
Ibu begitu shock, dan terpukul, beberapa kali Ibu pingsan ketika tiba di tempat kejadian.
‘Kakak, lihat ini, apa kau bahagia bisa membuat kami cemas dan khawatir?? Apa Kakak sedang balas dendam padaku?? Huh?? benci aku, ayo benci aku, aku akan menerimanya, tapi kembalilah, senyuman Ibu hanya ada ketika Kakak ada, bahagia ibu akan terpancar hanya jika Kakak bahagia, Kakak paling benci bukan, ketika melihat ibu bersedih? Kakak kumohon kembalilah'.
‘Coba lihat suami Kakak, dia sudah menjadi orang gila, berteriak histeris di tepi jurang, tempat Kakak kecelakaan, bahkan dia mau ikut terjun juga ke dasar jurang, ck dia memang sudah gila, tapi Kakak, bolehkah aku juga ikut kedalam sana???’.
‘Kakak tahu, tanpa Kakak, aku tidak memiliki kekuatan apapun, namaku tidak akan bersinar, aku tidak akan menikah dengan kak Andre, dan yang lebih menyakitkan, setiap hari Ibu akan memarahiku, meski aku tidak bersalah’.
‘Kakak, lihat mertua Kakak, bahkan sudah beberapa kali beliau pingsan, sudah saingan jumlah pingsan dengan Ibu, mertua Kakak sangat menyayangi Kakak yah, beda dengan mertuaku‘.
‘Kakak, lihat Ayah, bahkan pria sekeras Ayah, bisa menangis meraung-raung menemani Anwar di tepi jurang, Ayah bilang, Ayah juga ingin terjun kedasar jurang, menyusul Kakak‘.
‘Boleh aku iri padamu Kak?? Jika tidak boleh, maka kembalilah ke sisi kami, hanya itu yang kuinginkan, aku janji, aku akan menjadi adik yang manis dan baik, seperti yang Kakak inginkan, aku mohon, kembalilah‘.
‘Dan, Kakak lihat hatiku yang paling dalam, aku sangat mencintai dan menyayangi Kakak dengan tulus, dengan alasan itu, maukah Kakak kembali ke sisiku lagi?? Menjadi Kakak yang baik, menjadi tameng bagi hidupku, aku mohon kembalilah Kakaku tersayang'.
Bersambung..................
Readers, jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaa.....
__ADS_1