KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Ada yang Aneh


__ADS_3

"Bu Anjani, sudah kenal lama dengan mas Faisal??" Tanya Tiara di suatu hari di saat kami tengah menikmati makan siang.


"Lumayan lama, sekitar satu mau dua tahun kayaknya, kenapa Ra??" Aku sedikit heran dengan Tiara, kenapa tiba-tiba dia ingin tau tentang hubunganku dengan Faisal.


"Emh, gak apa-apa bu, emangnya dulu bu Anjani kenalnya gimana??" Tanya Tiara lagi yang membuatku semakin bingung, untuk pertama kalinya ada orang yang ingin tau terlalu jauh tentang masalah pribadiku.


"Ya gak gimana-gimana" Sungguh aku tidak ingin privasiku bisa di jelajahi orang lain, aku benci jika ada orang yang mengusik hidupku, karena pada kenyataannya aku pun tidak pernah ingin tau urusan pribadi orang lain, termasuk Tiara.


"Oh, gitu ya bu" Jawab Tiara, terlihat gurat kecewa di wajahnya, karena tidak mendengar apa yang ingin dia dengar dari mulutku.


"Iya," jawabku singkat,


Entah kenapa, Tapi aku merasa semenjak pertemuan kami di *c*affe tempo hari lalu ada banyak hal yang berbeda.


Biasanya feeling ku selalu tepat, entah dengan sikap Faisal kepadaku, atau pun sikap Tiara padaku, Faisal seolah membatasi hubungannya denganku, jika sebelumnya Faisal akan selalu posesif kepadaku, maka sekarang dia seolah memberiku ruang untuk bergerak, dia tidak lagi suka melarangku untuk pergi kemanapun, dan melakukan apapun.


Jika sebelumnya Faisal akan menelponku atau mengirim kan chat beberapa kali sehari, maka sekarang dia menghubungiku hanya seperlunya saja, jika sebelumnya dia sering mengunjungiku semaunya, maka sekarang dia mengunjungiku jika di perlukan saja, jika sebelumnya Faisal selalu menjemputku ketika pulang kerja, maka sekarang itu adalah hal yang paling jarang dia lakukan.


Aneh memang, ada yang janggal, begitu fikirku. Tapi aku tidak ingin mempermasalahkan semua itu, aku hanya ingin berfikiran positif, mungkin Faisal sibuk atau lelah dengan pekerjaannya, yang jelas memiliki beban yang tidak sedikit.


Begitupun dengan Tiara, aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, sekarang dia sering banget celingukan di jam kerja penuh dengan ketidak jelasan, Aku hanya memperhatikannya dari dalam ruanganku. tidak ingin banyak bersuudzan, aku pun memilih untuk tidak mempedulikan Tiara.


Tiara hanya anak baru yang belum lama aku kenal, meski bisik-bisik para karyawan lain semakin santer terdengar jelas di telingaku, "Tiara sering kedapatan keluar dari hotel bersama pria, Tiara piaraan pria hidung belang, Tiara bla bla bla ..." Aku tidak ingin mendengarnya, sering aku menegur para karyawan lain, untuk tidak membicarakan Tiara, bukan maksud ingin membelanya, hanya saja aku tidak ingin di divisiku menjadi tempat bergosip.


Siang ini, aku ingin makan siang bersama Faisal, sudah lama juga kegiatan makan siang bersama ini kami lupakan, aku putuskan untuk mendatangi kantornya, yang kebetulan tidak terlalu jauh jaraknya dengan kantorku, aku ingin memberinya kejutan.


Ketika keluar dari ruanganku, aku melihat Tiara sudah tidak ada di mejanya, mungkin dia sudah duluan pergi makan siang. Aku melanjutkan langkahku, hingga tiba di kantor Faisal, aku bertemu dengan satpam di kantor Faisal.

__ADS_1


"Siang pak" Sapaku,


"Iya siang bu, ada yang bisa di bantu??" Tanya pak satpam ramah,


"Saya mau bertemu dengan pak Faisal, kira-kira pak Faisalnya udah keluar belum ya pak??atau masih di dalam??" tanyaku,


"Oh ... pak Faisal tadi sudah keluar bu, sama perempuan" Jelas pak satpam yang membuatku mengerutkan kening,


"Perempuan?? siapa ya pak?? Client nya??" Tanyaku yang sudah di kuasai rasa penasaran,


"Wah, kurang tau bu, yang pasti bukan karyawan di sini" Pak satpam kembali menggelengkan kepalanya,


"Oh ya sudah, makasih ya pak" Akhirnya aku memutuskan untuk berpamitan, dan memutuskan untuk makan di kantin kantor saja.


Tapi, belum langkahku terlalu jauh dari gerbang perusahaan Faisal, aku mendengar percakapan beberapa orang karyawan perusahaan Faisal,


"O ya?? siapa??"


"Ya aku gak tau lah, yang pasti cakep dan seksi dan yang pasti bukan karyawaty di sini, gosipnya mereka udah lama pacaran lho,"


"Ah masa sih?? setau aku pak Faisal emang udah punya pacar lho, tapi kalau gak salah pacarnya pake hijab deh"


"Yah namanya juga cowok Vina, apalagi di tunjang oleh jabatan dan wajah, cewek juga pada nempel kali sama dia "


Deg, deg, deg ...


Aku tidak ingin lagi mendengar percakapan mereka, aku memutuskan untuk terus berjalan, dan menyetop taksi yang lewat, di dalam taksi aku mendengar sebuah lagu, yang di nyanyikan oleh Bunga Citra Lestari, yang berjudul Kecewa.

__ADS_1


Ku ingin marah, melampiaskan


Tapi ku hanya lah, sendiri di sini


Ingin ku tunjukkan, pada siapa saja yang ada


Bahwa hati ku, Kecewa.


Lagu terus mendayu-dayu, seolah mengolok-olok hatiku yang sedang bimbang. Tapi, tidak! aku tidak boleh bersuudzan, aku harus menanyakan langsung apa yang telah aku dengar tadi, kepada Faisal. Tidak adil bagi Faisal jika aku mengambil sebuah keputusan yang jelas belum di komfirmasi,


"Mas, lagi dimana??" Sapaku, setelah aku memutuskan untuk menelpon Faisal,


"Lagi di kantor Jan, kenapa??"


Deg, Di kantor?? Aku baru aja pulang dari kantor kamu mas, monolog hatiku,


"Gak apa-apa, bisa ketemu??" Tanyaku sambil menggigit erat bibir bawahku, aku tahu Faisal kini sedang berbohong,


"Aku lagi sibuk Jan, tadi aja aku gak sempet makan siang lho, gini aja, nanti aku ke kosan kamu ya"


"iya"


Tanpa basa-basi aku langsung menutup telpon Faisal, hah ... Faisal membohongiku kali ini. Sungguh dia menghianatiku, aku benci penghianatan, bahkan setelah semua hal yang telah kita lewati, beraninya dia berdusta. Faisal tidak ada bedanya dengan Ayahku, Laki-laki semuanya pembohong!!!! Apa mungkin apa yang di katakan oleh karyawan tadi juga adalah kebenaran??.


Bersambung...............


Jangan lupa vote, like , komen positif, dan bintang limanya yaaa readers....thank you....:)

__ADS_1


__ADS_2