
Aku tau akan selalu ada pembalasan untuk setiap perbuatan. Tiara merengek ingin kembali menjadi kekasihku, meski aku berusaha untuk menghindarinya. Kini Tuhan seolah tidak lagi mendukungku, aku semakin shock ketika suatu hari Anjani mengajak Tiara untuk makan siang bersama kami, ternyata mereka satu kantor, sungguh ketika kita ingin berubah menjadi orang yang lebih baik, maka ujian dan cobaannya sangatlah sulit.
Tiara tersenyum penuh misteri, ketika tau bahwa Anjani adalah calon istriku, tapi wanitaku ini, meski dia memiliki hati yang sangat keras, dia sungguh polos, dan selalu berhusnudzan kepada orang lain. Dia hanya tersenyum ketika melihat kami berjabat tangan. Aku membenci senyumannya kini.
Di suatu siang, ketika jam makan siang tiba, Tiara mendatangiku ke kantorku, dia mengajakku makan bersama, Tiara mengancamku akan membeberkan semua keburukanku dulu kepada Anjani, ketika aku tidak mau mengikuti ke inginannya. Dan akhirnya terpaksa Aku mengikuti semua ke inginan Tiara, Toh hanya makan siang saja kan??.
Tapi, perempuan jahat ini sungguh keterlaluan, Ketika aku sudah menemaninya makan, dia masih tetap memintaku untuk kembali menjadi kekasihnya, dia lagi-lagi mengancamku, dia mau membeberkan seluruh masa laluku, yang dulu sering nyoblos cewek sana sini, kepada calon makmum ku, aku di landa kebingungan yang teramat sangat.
__ADS_1
Entah apa yang harus kulakukan, aku tidak ingin kehilangan sesuatu yang telah ku perjuangkan setengah mati. Tapi aku juga tidak ingin melihatnya terluka ketika tau kebenarannya, bahwa aku seorang pria penzinah. Dia pasti akan sangat membenciku, Tiara juga mengancamku akan mencelakai Anjani dengan caranya, yang entah apa, tapi yang ku tahu Tiara adalah perempuan yang nekat.
Ibarat memakan buah simalakama, aku jujur pasti akan di tinggalkan, aku bohong pun sama akan di tinggalkan. Kini keputusan ada di tanganku sepenuhnya, mungkin Cintaku bukanlah jodoh sejatiku, mungkin ini adalah jawaban dari setiap do'a-do'aku, mungkin ini alasan kenapa pernikahanku selalu di persulit, Allah tidak merestui hubungan kami, Allah menghukumku dengan cara memisahkanku dari perempuan yang sangat berarti bagiku, dulu, kini dan selamanya.
Aku memutuskan untuk pergi darinya pelan-pelan, tapi aku juga masih ingin melindunginya dalam diam. Aku tidak ingin dia lebih terluka lagi, biarkan saja dia sakit karena di tinggalkan, tapi dengan kenangan yang manis dariku, daripada dia di tinggalkan dengan kenangan yang sepenuhnya buruk, dan kelam dariku. Iya begitu saja.
Hatiku terasa di iris-iris, ketika tau Tiara hamil bukan anakku, tapi meminta pertanggungjawaban dariku, dia mengancamku akan menyakiti Anjani lebih kejam lagi ketika aku menolaknya. Aku bersikap masa bodoh saja, biarkan Tiara melakukan apapun yang dia inginkan, aku penasaran apa Tiara sungguh sungguh dengan perkataan nya?? kenapa selama ini aku menjadi pria lemah yang bisa di ancam oleh seorang perempuan yang tidak bermartabat.
__ADS_1
Tapi, Tiara sungguh menepati kata-katanya setelah aku menerima telpon dari sayangku, dia bilang dia di pecat karena di fitnah.
Deg!!!
Aku sungguh muak pada Tiara. Aku tau ini perbuatan Tiara, tidak aku harus melindungi cintaku, seperti dia yang dulu selalu melindungiku. Sebelum kasusnya di limpahkan ke hukum aku sebaiknya
segera menyetujui keinginan perempuan iblis itu.
__ADS_1
Iya, aku harus menikahinya, meskipun aku tidak pernah tahu, anak yang di kandung Tiara itu anak siapa?? tapi kita adalah manusia bejat, yang tidak pantas hidup bahagia.