KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Karyawan baru part 3


__ADS_3

"Anjani, maaf memanggilmu karena bukan untuk masalah pekerjaan." kata pak direktur setelah aku duduk di hadapannya.


"Iya, ada apa ya pak? ada yang bisa saya bantu?" aku mencoba menenangkan diri, jujur untuk pertama kalinya aku masuk ke ruangan ini, begitu dingin dan kaku.


"Anjani, kamu tau Anwarkan? ob baru di kantor kita," Tanya direktur menatapku lekat.


"Iya kenapa pak??" aku balik bertanya pada direktur.


"Anwar itu anak ke tiga dari pemikik perusahaan ini, saya mendapat pesan dari pemilik perusahaan ini, agar bisa membujuk Anwar pulang ke rumahnya, tanpa harus di paksa, ataupun menyisakan trauma karena harus di seret untuk pulang ke rumahnya" jelas direktur.


"Iya pak, lalu kenapa bapak memanggil saya?" aku heran dengan direktur yang tiba tiba memanggilku.


"Anjani, Anwar itu sebenarnya memiliki gangguan psikologis, yang saya sendiri juga tidak mengerti, dan mungkin hanya keluarganya dan tuhan saja yang tau, karena selama ini Anwar terkesan di sembunyikan, makanya tak banyak orang yang mengenalnya." jelas pak direktur.


"Lalu hubungannya dengan bapak memanggil saya apa ya??" aku sungguh bukan orang yang suka berbasa basi. Aku tidak ingin tau lebih jauh tentang masalah hidup siapapun, termasuk Anwar si anak pemilik perusahaan sekalipun.


"Saya melihat, beberapa hari ini, kamu yang di bilang paling bisa mendekati Anwar, dan menghadapi segala ke anehannya dengan sabar, saya harap kamu bisa membantu saya untuk membujuk Anwar agar mau pulang ke rumahnya." jelas direktur


"Emh ... gitu ya pak" aku masih menimbang nimbang permintaan direktur


"Iya gimana Jani? kamu bisa bantu saya kan?tapi ingat jagan sampai Anwar trauma, atau merasa terbebani." Direktur terus memperingati meski aku belum menyanggupi permintaannya.


Aku menghela nafas, pekerjaanku saja sudah membukit, sekarang di tambah lagi harus ngerayu si rambut klimis biar bisa pulang, tanpa harus di paksa, hadeuh beban fikiran deh.


"Iya pak, nanti akan saya coba bujuk Anwar, " ah, mulut sama hati selalu gak sinkron kenapa sih??


Semoga aja ngebujuk Anwar tidak sesulit, yang ku bayangkan.


***


Siang hari, jam istirahat telah tiba, semua karyawan berhamburan keluar kantor, hanya untuk mengisi amunisinya masing masing.

__ADS_1


Sementara aku lebih memilih untuk menunaikan dulu shalat dzuhur, di mushala kantor, tujuannya agar aku menjadi lebih tenang dan damai dalam menjalani aktifitasku.


Setelah selesai shalat, aku berjalan menuju pantry, aku lalu membuka bekal makan siangku, yang tadi sempat aku kemasi ketika di kosan, hanya buah saja sebenarnya, ketika aku mau menyuapkan makananku, tiba tiba Anwar duduk di hadapanku.


"Bu Anjani, ini buat bu Jani," tiba tiba dia memberiku sepucuk kertas, dia merunduk malu malu, lalu menggeleng gelengkan kepalanya, sambil menghentak hentakan kakinya, mirip anak usia lima tahun yang memberikan lukisan pertama pada Ibunya, terlihat malu malu dan tidak PD.


Tapi kalau yang melakukannya seusia Anwar , jatuhnya bukan lucu ya, malah jadi aneh di pandangan mataku sambil menahan rasa heran aku mencoba tenang agar dia tidak tersinggung.


"Apa ini?? ini buat aku???" tanyaku sambil membolak balik kertas yang di lipat itu.


"I iya, di buka aja" jawab Anwar masih malu malu.


Aku membuka kertas tersebut perlahan, aku sedikit trauma dengan kertas yang ada huruf A nya itu. gkgkgk


"Apa ini??? puisi??" Tanyaku sedikit heran melihat tulisan tangan Anwar yang setara dengan tulisan anak TK yang baru mulai belajar menulis.


"Bu bukan bu Jani," Anwar mengerucutkan bibirnya.


Halah, cobaan apa lagi ini??? hatiku bermonolog


"Ooooohhhh lagu, iya makasih ya" kataku sambil melipat kertas dan menyimpannya di pinggir tuperware , tak ada niat untukku membaca karya Anwar.


"Bbb bu Jani mau dengerin lagunya gak??" tawar Anwar


Sebenernya males juga dengerin Anwar nyanyi, tapi demi menghargai karya si rambut klimis ini, ya sudahlah.


"Emang Anwar bisa nyanyi?? boleh juga, coba nyanyiin" ko aku jadi kaya guru tk yang ngemong muridnya ya???? halah ...


Tiba tiba Anwar naik ke atas meja merentangkan ke dua tangannya, dan mulai menggeolkan pantatnya ke kiri dan ke kanan.


Aku seketika membulatkan kedua mataku, tidak percaya Anwar akan senekad itu, aku menutup wajahku dengan tutup toples bekal makan siangku, yang belum sempatku makan sedikitpun.

__ADS_1


"Kaliiiiiiaaaaannnnn semuaaaaa dengarkan nyanyian saya, yang spesial akan saya nyanyikan untuk bu Anjaniiiii" Anwar berkata sambil berteriak teriak, menunjukkan tangannya pada karyawan lain yang tengah duduk menikmati makan siangnya, Anwar berbicara sambil memejamkan ke dua matanya.


Ekspresi orang orang sangat berpariasi, ada yang menutup mulutnya, ada yang langsung tertawa terbahak bahak, ada juga yang menutup kupingnya sambil geleng geleng kepala, tak sedikit pula orang yang mengambil hp untuk sekedar merekam video tontonan badut gratis ini, mereka bilang "lumayan buat konten di youtube" mereka semua menatapku dengan pandangan aneh.


Akhirnya demi menghindari pandangan orang, aku memutuskan untuk sembunyi di kolong meja, sambil menutup telingaku saking malunya. Emang udah gak waras Anwaaaarrr.


"bbbbuuuunnnggaaaaa iiinnniiiiii "


"adallaaaahhh bungaaa yang ku rinduuuukkkaaannnn"


"aaaakkkuuuu memandang muuu di kejjaaauuuhhaaan"


"aaaakkkuuuu mengagumi muuuuuu sekiaaannn laammaaaa"


"oooooohhhooooo aku sukaaaa paadaaamuuuuu"


"akkuuuuu mencintaimuuuuuu"


"ooooohhhooooooo"


"Anjaniiiiiiiikuuuuuuu"


Anwar berhasil menyanyikan lagunya dengan lengkingan khas suaranya yang cempreng di setiap ujung lagunya.


"Pemirsa semua nantikan penampilan saya di acara dahsyat!!!!!" lanjut Anwar sambil menjentikkan telunjuknya ke depan.


Ya Allah wajahku sudah memerah melebihi kepiting rebus, aku malu semalu malunya, rasanya aku tidak ingin bangkit dari kolong meja, saking malunya. Meskipun belum terlalu banyak karyawan yang aku kenal di sini, karena aku masih karyawan baru, tapi berkat konser mini Anwar, aku jadi di kenal banyak karyawan, semua orang mencie ciekan aku dan Anwar sambil memegang perut karena menahan tawa.


bersambung .....


jangan lupa vote, like, komen, dan bintang lima nya ya readers ... di tunggu lho yaaaa ... makasiiihhhh...

__ADS_1


__ADS_2