
Setiap hari aku selalu berusaha untuk bangun subuh, sebelum adzan subuh berkumandang, aku sudah terbangun dengan sendirinya, mungkin karena sudah jadi kebiasaan.
Aku segera membersihkan diri, lalu menggelar sajadahku, dan menunaikan shalat wajib dua rakaat, dan shalat sunnah dua rakaat, aku berdzikir,dan bertasbih sebagai bentuk syukurku kepada allah, karena Allah sudah begitu baik padaku, Allah selalu memberikan semua hal terbaik bagi seluruh hamba hambanya, termasuk padaku.
Oleh karenanya aku tak ingin menyia nyiakan cinta dan kasih sayang dari Allah. Pepatah bijak mengatakan jangan selamanya melihat ke atas, sekali kali tundukkan kepalamu dan lihatlah ke bawah, agar kamu tahu kamu masih lebih baik jika di bandingkan orang yang berada di bawahmu.
Dan ku katakan YES untuk pepatah itu, ketika aku melihat pada orang orang di bawahku, aku menjadi teramat bersyukur Allah telah melindungiku, menjagaku dan menempatkanku di tempat terbaik menurut versiku. Aku bahagia dengan segala kasih sayang dan cinta yang telah Allah berikan padaku.
Setelah selesai dengan ritual ibadahku, kemudian aku langsung bergegas untuk bersiap siap berangkat ke kantor, aku memang karyawaty teladan, yah ... sebelum pintu kantor di buka, aku sudah datang, bahkan tak jarang pak satpam menggerutu karena harus membuka pintu lebih awal untukku, aku sudah terbiasa jadi siswa teladan, jadi sekarang menular bahkan ketika aku sudah bekerja, tidak sia sia Ibu mendidikku untuk menjadi manusia disiplin.
Untuk sarapanku, aku memilih untuk membeli nasi uduk yang di jual di pinggiran jalan, di perjalanan menuju kantor, aku biasa memakan nya di pantry, setelah pintu kantor di buka pak satpam, aku langsung berjalan menuju pantry, dan membuka nasi udukku sambil membuat teh panas, ah ... ini lah senangnya aku bekerja di kantor ini, bisa bikin teh, koffee atau minuman instan lainnya secara gratis, banyak juga karyawan lain yang datangnya pagi, ya walau tak sepagi diriku sih, hanya untuk minum teh dulu sebelum bekerja, ternyata masih banyak juga orang yang menyukai gratisan seperti diriku, heee.
Ketika aku sedang menikmati sarapanku, tiba tiba handphoneku berbunyi, menandakan sebuah notifikasi pesan masuk ke handphoneku.
Aku meraba raba handphone yang berada di dalam tasku. Terlihat ada satu nomor baru yang menghubungiku, kenapa akhir akhir ini jadi ada nomor baru yang menghubungiku sih??
Aku menghentikan suapanku, dan mengunyah nasi yang ada di mulutku perlahan, aku mencoba membalas pesannya, takutnya ada yang penting, karena tak biasanya ada yang menghubungiku di jam sepagi ini.
08211....
"Assalam, Anjani sudah bangun belum ??"
Me....
"Wa'alaikumsalam, Udah, maaf siapa yah??"
08211.....
"Ya ampuuun masih belum di save aja, ini Faisal"
Me.......
"Oh iya mas, maaf lupa, kemarin aku sibuk, ada apa yah??"
08211....
"Sekarang save dulu yah, Pagi ini kamu udah ketemu Sintia belum Jan??"
Aku mengerutkan kening ku kenapa juga pagi pagi begini si "papah" ribut nanyain si "mamah" sama aku ya??
Me.........
"gak tau mas, Jani udah di kantor, belum ketemu Sintia"
Faisal ...
"Oh gituh??Jan maaf kalau misal nya saya mau curhat sama kamu boleh??"
Kenapa lagi sih si "papah" bikin ribet aja, perasaan dia ganggu melulu, gak tau apa aku gak terlalu suka sama dia??
__ADS_1
Me............
"iya, boleh aja mas, jangan sungkan "
Eh, apa ini?? hati sama tangan kenapa jadi saling berhianat??
Faisal
"Iya makasih banyak ya jan, kamu baik banget sih?? aku nanti ke kosan kamu aja ya"
Halah ... jadi bingungkan, mau di tolak gak enak, mau di bolehin ganggu banget, takut nya banyak fitnah sih, apa lagi dengan status Faisal yang pacar nya Sintia. Yang orang orang tau kan Sintia itu Sahabat aku, ya meski kenyataannya kami tidak sedekat itu. Apa tanggapan orang nanti?? Orang sekarang kan lebih memilih mempercayai apa yang mereka lihat, mereka sering memandang sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja.
Me.....
"Iya mas, nanti kabarin aja"
Eeeeeee alah, jempolku memang tak bisa di kondisikan.
Lagian Faisal kenapa sih?? tiba tiba chat aku?? kalau Sintia tau bisa salah faham kan dia??
Sabar Anjani ini Cobaan. Sabar. Aku mengelus elus dadaku. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 WIB. Waktunya masuk ruangan dan siap kembali berkutat dengan segala pekerjaan hari ini.
Waktu berlalu tampaku sadari sudah pukul 10 siang, aku meregangkan ke dua tanganku, aku melihat bu Dewi yang seperti biasa sedang menelpon, aku mengedarkan pandangan ku, eh kenapa Sintia belum masuk kantor juga ya??? Apa dia sakit?? aku bertanya tanya sendiri.
Hingga pukul sebelas akan berlalu tapi Sintia tidak menunjukkan kehadirannya,
Braaaaaakkkkkkk!!!!!
Sontak aku kaget, dan langsung bertatapan dengan bu Dewi yang lagi cekikikan nelpon, Bu Dewi menghentikan aktifitasnya dan langsung bertanya kepada bu Novi,
"Ada apa Vi??" Tanya Bu Dewi kepada bu Novi yang tengah berapi api, di kuasa Emosi tapi ketika berbicara kepada Bu Dewi, Bu Novi tidak bisa terlalu tegas apalagi kasar, Karena yang ku dengar selain Bu Dewi dan Bu Novi sudah bersahabat sejak lama, Bu Dewi juga merupakan kekasih gelapnya Direktur, ya meskipun kulit Bu Dewi putih mulus sih, jadi itu sebabnya semua orang tidak ada yang berani mencegah sikap bu Dewi yang semena mena di kantor. Orang orang di kantor lebih suka melimpahkan pekerjaannya kepada anak baru seperti aku ketimbang harus mengganggu aktifitas bu Dewi yang nyaris merugikan kantor. Penjilat memang ada di mana mana ya ...
"Dasar karyawaty tidak tau diri!!!!!" Seringai bu Novi.
"Iya kenapa?? siapa yang tidak tau diri?? Ada masalah apa?" Tanya bu Dewi lagi.
"Dewi kamu tau gak??? si Sintia kabur sama pacarnya bawa uang perusahaan pula" dengan nada lengkingan khas orang Batak bu Novi terus berteriak teriak seperti orang kerasukan.
"Anjani!!!" bu Novi tiba tiba menunjukku.
"Kerjakan semua pekerjaan Sintia, handle semuanya hingga kasusnya selesai dan di tutup!!!" teriak bu Novi.
Aku yang terkesima spontan menganggukan kepala dan bilang "Baik ibu".
Bu Novi meninggalkan ruangan kami masih dengan menggerutu tidak jelas.
Aku menghela nafas panjang dan mengeluarkannya dengan kasar, aku pun menjadi sedikit prustasi di buatnya, masalah selalu datang menghampiri ku, dulu Ely, sekarang Sintia, kenapa semua orang bermasalah dengan membawa uang yang bukan hak nya?? Dan kenapa semua pekerjaan yang mereka tinggalkan harus di limpahkan pada ku??.
Aku menghampiri meja Sintia, aku mengecek pekerjaannya, alangkah terkejutnya aku, ketika melihat pekerjaan Sintia yang kacau balau, padahal selama ini dia selalu duduk cantik dan berkutat menghadapi komputer nya, tapi kenapa pekerjaan nya kacau seperti ini?? jadi selama ini dia tidak menggangguku karena dia memang tidak mengerjakan apapun??? ya Allah ...
__ADS_1
Aku mencoba menghubungi nomor telpon Sintia, dan ternyata nomor nya tidak aktif meski di hubungi berkali kali.
Aku jadi teringat untuk menghubungi Faisal, tapi kan tadi pagi dia menghubungi ku, menanyakan keberadaan Sintia, Aku jadi bingung dan pusing sendiri, entah dari mana harus ku mulai pekerjaan ini.
dddrrrrtttt ... dddrrrtttt ...
Ibu calling
ah Ibu menelpon, ada apa ya??? dengan cepat aku mengangkat telpon dari Ibu,
"*assalamualaikum Ibu, ada apa??"
"waalaikumsalam, Jani, ibu mau nanya kok kamu belum ngirim uangnya*???"
"*ah iya Ibu, Jani gajian nya baru besok, Ibu sabar yaaa ... Jani janji, besok akan Jani langsung kirim"
"Ya sudah, ibu tunggu ya nak"
"Iya ibu, ya sudah Jani tutup dulu ya bu, Jani lagi sibuk kerja dulu, Assalamualaikum*"
"Iya nak, Waalaikum salam"
Sekali lagi aku menghela napasku, ada rasa sesak di dalam dadaku,
tring ... tring ... tring ...
Belum aku menyimpan handphoneku ke laci, suara notifikasi pesanku berbunyi
Indah......
"Kakak jangan lupa uang buat beli bajunya di transfer besok yaaaa"
Me.....
"Iya besok kakak kirim"
Indah.........
"Janji ya kak, soalnya bajunya keburu di ambil orang"
Me.....
"Iya, tunggu aja, besok kakak transfer"
Aku setengah membanting ponselku dalam ke adaan kacau seperti ini, semua orang seolah menambah beban di hidupku, aku jadi prustasi sendiri di buatnya.
Masalah selalu datang bertubi tubi di hidupku,
Ya Allah ... kuatkah aku melewati semua ini???
__ADS_1
Bersambung........
Jangan lupa like, komentar, bintang lima, dan vote.......