KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Bagas part 1


__ADS_3

Bagas POV


Namaku Bagas, aku anak pertama dari empat bersaudara, usiaku kini menginjak kepala tiga, aku bekerja di sebuah perusahaan yang bisa di bilang cukup ternama, lumayan sudah lama aku bekerja di tempatku bekerja saat ini. Aku juga adalah tulang punggung bagi keluargaku, tapi aku sangat bahagia menjalani peranku sebagai penopang bagi keluargaku.


Aku memiliki Ayah yang arogan dan ambisius, dan aku terlahir dari seorang Ibu yang sangat sabar, namun kini beberapa tahun terahir Ibu terkena penyakit stroke, sementara adik-adikku, entah kenapa dengan mereka, mungkin karena hidup mereka sudah lama aku tanggung, mereka jadi sangat tergantung padaku. Mereka hanya diam saja di rumah, tanpa berniat untuk mencari pekerjaan.


Di besarkan dalam keluarga yang kurang harmonis, membuat aku tumbuh menjadi anak yang pendiam, kasar, dingin, dan sedikit arogan, sementara akupun tidak mampu mengatakan segala keluh kesahku pada sembarang orang, aku hanya mampu menyembunyikan setiap penderitaanku di balik wajah dinginku. Aku tidak ingin orang mengolok-olokkan penderitaanku selama ini.


Aku sadar, aku berbeda ...


Ketika disekolah menengah atas, sekolah mengadakan kegiatan kemping, semua siswa mengikuti kegiatan ini, termasuk aku. Saat itu, aku berada pada satu regu yang terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki termasuk aku.


Sejauh ini aku merasa tidak ada yang salah dengan diriku. Banyak perempuan yang mengaku naksir padaku, sementara aku tidak ingin merespon mereka sama sekali, entah kenapa tapi aku merasa tidak tertarik pada mereka. Di sekolah aku memang populer karena ketampananku.


Di usiaku yang masih remaja, banyak teman-temanku yang memiliki kekasih, mereka terlihat sering jalan-jalan bersama, belajar bersama, dan akupun sering melihat teman-temanku, melakukan kenakalan remaja, dengan meniduri kekasihnya, atau sekedar mencium dan berpelukan.

__ADS_1


Tapi anehnya tidak denganku, aku malah lebih senang ketika aku berjalan-jalan dengan teman-teman priaku. Saat itu semuanya terlihat sangat wajar sekali.


Tapi, aku sadar ketika melihat teman perempuan satu reguku, yang kebelet pipis dan minta di antar, aku malah semakin tidak tertarik pada perempuan. Berbeda ketika aku melihat teman priaku yang pipis di hadapanku, seketika juniorku ikut menegang.


Aku sempat bertanya-tanya pada diriku sendiri, kenapa dengan diriku?? Apa aku jatuh cinta pada laki-laki?? Ini tidak benar. Ini jelas salah.


Aku segera menepis semua keadaanku dengan menerima cinta dari salah satu adik kelasku. Dan kami menjalani sebuah hubungan, sebagai sepasang kekasih, tapi sayangnya hubungannya tidak berlangsung lama, karena aku sungguh tidak bisa mencintai perempuan, hatiku seolah beku, sikapku jadi sangat kaku, sikapku menjadi semakin dingin ketika bersama perempuan, tapi anehnya sikapku bisa menjadi sangat hangat ketika bersama pria, apalagi ketika bersama pria yang aku sukai, hasratku menjadi semakin menggebu. Tapi sebisa mungkin, aku menyembunyikan kelainanku pada semua orang termasuk pada keluargaku.


Hingga ketika aku di terima bekerja di sebuah perusahaan, aku menemukan orang yang sama seperti diriku, dia berbeda karena dia lebih mencintaiku, daripada mencintai perempuan yang mengelilinginya, dia sangat tampan, dan sangat mampu mengerti perasaanku. Mungkin aku jatuh cinta padanya.


Aku sangat bahagia menjalani hariku bersamanya. Tapi, tidak dengan keluargaku, mereka terlihat sangat cemas karena di usiaku yang sudah pantas menimang anak, tapi aku sama sekali tidak pernah terlihat menggandeng perempuan.


“Perempuan?? Siapa pak??” tanyaku heran, aku tidak ingin di nikahkan dengan perempuan, aku tidak ingin berpisah dari kekasihku.


“Namanya Anjani, dia perempuan yang baik, karena dia anaknya Hanjaya yang kaya-raya itu, kamu mungkin tau om Hanjaya karena beliau masih kerabat kita“ jelas Bapak.

__ADS_1


“Bapak, Bagas belum mau menikah, Bagas masih mau sendiri“ Aku seolah merengek pada Bapak. Aku sungguh tidak ingin merugikan siapapun, termasuk Anjani, yang sesungguhnya aku sudah pernah bertemu dengannya waktu aku kecil dulu.


“Tidak ada penolakan Bagas, Bapak ingin kamu menikah dengannya!!“ seru Bapak, yang membuatku frustasi.


“Tapi Bapak, aku sudah memiliki kekasih disini“ elakku, berharap Bapak akan mengerti.


“Tidak Bagas, Bapak ingin kamu menikah dengan Anjani, senin depan pulanglah, dan kita akan langsung mengadakan acara lamaran, karena semuanya sudah di atur bibinya Anjani!!” seru Bapak di seberang sana.


“Baiklah Bapak, Bagas akan pulang“ jawabku lemah, bagaimana aku bisa mengatasi semua ini, sementara akupun tidak bisa jujur pada keluargaku tentang kelainanku.


Ah ... aku pusing!


.


Hay readers.....author akan sedikit mengulas tentang hidupnya Bagas yaaaa....biar kita semua tau pemikiran dari sudut pandang Bagas. Oke???

__ADS_1


Maafkan author yang telat update ya readers....


Ayo jangan lupa dukungannya buat author J


__ADS_2