KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Faisal part 2


__ADS_3

Hingga di suatu hari, aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku padanya, tapi sial!!aku di tolak olehnya, dia begitu sombong dan angkuh, aku sangat membenci ini, kenapa hatinya bagaikan batu karang, sulit untuk di sentuh, apalagi di pecahkan. Meski segala rayuan maut telah ku keluarkan, meski seluruh jurus andalanku telah ku gunakan, tapi hasilnya masih tetap nihil. Aku masih tetap di tolak. Sikapnya sungguh Membuatku frustasi saja. Aku sudah tidak bisa lagi bersabar untuknya.


Hingga aku mengendarai sepeda motor yang ku kendarai dengan kecepatan tinggi, dan


Brrrrrrrraaaaaakkkkkkk!!!!!


Aku menabrak pembatas jalan karena menghindari orang yang mau menyebrang jalan. Ah sial lagi, bagaimana ini, aku tidak memiliki keluarga untuk bisa ku hubungi, karena aku yakin kedua orangtuaku sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.


Ah, mungkin aku dengannya berjodoh, sekali lagi meskipun untuk ke sekian kalinya aku mendapat penolakan, tapi aku tak ingin menyerah, sebagai seorang laki-laki sejati, jiwa adrenalinku merasa terus menguasaiku, aku semakin penasaran saja.

__ADS_1


 Aku memutuskan untuk menghubungi Anjani. Sebelumnya aku pernah menangis dihadapannya, dan dia luluh, dan kali ini pun harusnya begitu.


Dan ternyata benar dia datang, aku tau meskipun dia memiliki hati yang keras, tapi dia masih seorang perempuan, perempuan selalu memiliki titik kelemahannya, yaitu hati dan telinga. Aku tau dia tidak akan kuat ketika mendengar orang lain terluka. Dia tipikal manusia yang tidak enakan.


Dia dengan telaten merawat, menungguiku, bahkan dia shalat. Ah, aku merasa hina jika di dekat perempuan ini, tak pernah sekalipun aku melihat auratnya, dia perempuan taat beribadah dan sangat mengagungkan


Semakin hari aku semakin mencintainya, dia perempuan tegar yang tak pernah ada duanya, dia membimbingku ke tempat yang sangat baik, aku merasa Allah memberiku hidayah lewat perempuan ini. Aku kini sudah bisa shalat, karena sekalipun dia tidak pernah mengeluh dan selalu semangat mengajariku tentang agama. Aku merasa sangat damai dan tenang. Aku teramat bahagia, dia perempuan yang kukuh, jika dulu para kekasihku hanya dengan di rayu-rayu sedikit , di dekati selama beberapa hari, dan di sogok dengan coklat, maka mereka akan dengan suka rela segera terlentang di atas ranjang, tapi tidak dengan dia, aku telah mengujinya dengan berbagai cara agar dia mau mengikuti inginku, tapi nihil, dia masih tetap dengan pendiriannya, untuk mempertahankan kesuciannya. Jangankan langsung terlentang, bahkan bersentuhan tanganpun rasanya hanya akan menjadi mimpi bagiku selama kami belum menjadi pasangan yang halal.


Aku sungguh bangga bisa menjadikannya sebagai calon Ibu dari anak-anakku nanti. Aku yakin keturunanku akan menjadi keturunan yang baik, karena ibunya akan mendidiknya dengan agama. Aku sungguh telah menjatuhkan hatiku pada orang yang tepat, aku merasa semua yang ku lakukan tidak akan sia-sia.

__ADS_1


Tapi, rasanya ada sesuatu yang mengganjal dari hubungan kami, jika aku ingin segera menghalalkan Anjani untukku, tapi tidak untuk nya, Iya, Ibunya kini tidak merestui hubungan kami, meski aku telah membuktikan kesungguhanku dengan cara membawa Ayah ku ke rumah ibunya, tapi ibunya masih saja kukuh dengan pendiriannya.


Entah apa alasannya, mungkin ini adalah ujian bagi cinta kami. Meski kami telah melewati banyak hal, suka, duka, tangis , tawa bersama, tapi ibunya masih dengan pendirian yang sama, mungkin sifat keras


kepalanya ini menurun kepada putrinya.


Hingga pada suatu hari, ujian lain menghampiriku, aku adalah pria yang mudah jenuh dengan perempuan, kebiasaanku yang selalu berganti-ganti pasangan tak bisa hilang sepenuhnya, apalagi perempuanku kini sangat menutup akses bagi tanganku untuk bebas menyentuhnya. Aku bisa menunggunya selama bertahun-tahun, adalah sebuah mukjijat bagiku.


Suatu hari, ketika aku tengah makan di sebuah restoran, aku bertemu dengan Tiara, dia mantan kekasihku waktu aku masih bekerja di Cirebon, Aku sungguh membenci pertemuan ini, aku tidak ingin hubunganku hancur hanya karena Tiara, perempuan yang dulu sering aku tiduri. Iya, aku harus menghindarinya.

__ADS_1


__ADS_2