KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Andre part 2


__ADS_3

Aku merebahkan diriku di ranjang kamar rumahku, hal ini adalah hal yang jarang sekali ku lakukan, semenjak bekerja dan pindah kos, aku jarang pulang, jarang bertemu Ibu dan Indah, jarang pula tertidur di kamar ini, kamar yang menjadi saksi kisah perjuanganku semasa sekolah. Bahkan besok aku harus kembali berangkat ke kosan dan mulai kembali bekerja, aku mulai merasa bosan dan jenuh, Kebahagiaan seolah hanya bayang semu bagi hidupku selama ini, meski aku sudah berusaha untuk menggapainya. Aku harus membayar mahal untuk setiap bahagia yang ku inginkan.


Tok ... tok ... tok ...


Tiba - tiba suara pintu kamar yang di ketuk dari luar membuyarkan lamunanku.


"Iya masuk" Perintahku,


"Kakak, lagi apa??" ternyata Indah, Indah langsung masuk ke dalam kamarku,


"lagi diem aja dek, sini deket Kakak, tiduran di sini" Aku menepuk kasur di sebelahku, aku ingin memeluk adik kecilku yang selalu ku cintai ini.


"Kakak lagi mikirin kak Andre ya??" Tanya Indah sambil merebahkan tubuhnya di sampingku,


"Iya, Kakak bingung harus bilang apa sama Ibu, Kakak gak mau menerima perjodohan ini," Aku menceritakan keluh kesahku pada Indah,


"Iya, keputusan Kakak udah tepat kok dengan tidak menerima Kak Andre" Jawaban Indah sedikit membuatku tertegun,


"Kakak, kalau menurut penglihatan aku, kayaknya kak Andre bukan orang baik deh," lanjut Indah,


"Loh kok kamu bisa ngomong kayak gitu Dek??" Tanyaku mengernyitkan dahi,


"Ya keliatan aja Kak, Kakak kan udah sering ketemu orang, masa iya menilai orang kaya gitu aja gak bisa sih??"


"Loh, kamu jangan su'udzan gitu dong, jangan gampang menilai seseorang hanya dari sekali bertemu, kita belum tahu lho kepribadian Andre yang sesungguh nya" Aku tidak ingin Indah berspekulasi lebih jauh tentang Andre, sementara kita baru bertemu beberapa jam yang lalu.


"Ih, Kakak gimana sih?? kak Andre itu menurut aku dari sekali liat aja udah keliatan, kalau dia itu playboy, bukan cowok baik - baik, tadi aja ya Kak dia megang - megang tangan aku lama banget, terus ngedip - ngedip gitu sama aku Kakak" Jelas Indah, yang jelas membuatku bingung,


"Masa sih dek?? Dia berani kayak gitu sama kamu??" Tanyaku masih tidak percaya,


"Ih Kakak gak percaya sama adik sendiri, aku tuh mana berani bohong sama Kakak, udah Kakak pertahanin cinta Kakak sama Kak Faisal aja, kalau urusan Ibu, biar Indah yang handle aja, besok Kakak langsung berangkat aja kerja" Jawab Indah, yang seketika langsung membesarkan hatiku. Indah membelaku. Aku terharu.


"Iya nanti Kakak fikirin, makasih ya Dek, kamu memang yang terbaik" Aku tersenyum dan akhirnya kami saling berpelukan, Saling melepas rindu, saling melepas penat di hidup kami.


"Ya udah Kakak istirahat aja, aku mau lanjutin ngecek tugas anak - anak buat besok di sekolah" Pamit Indah sambil melepaskan pelukan kami.


"Iya dek, makasih ya" Aku tersenyum pada adikku tersayang ini.


"Iya Kakak, udah ah Indah ke kamar dulu ya kak, dadah Kakak" Kata Indah sambil melambay - lambaykan tangan nya.

__ADS_1


"Iya Indah" Aku pun membalas lambayan tangan Indah dan tersenyum lembut padanya.


Aku kembali merebahkan tubuhku setelah Indah pergi, aku sadar aku telah menghianati Faisal dengan bertemu dengan pria lain, meski hari ini Faisal sama sekali tak menghubungiku, terngiang pula perkataan Indah tentang pemikirannya mengenai Andre, jujur aku bingung, entah jalan mana yang harus ku tempuh.


triiiittttt ... trrrriiiittt ... trrriiiittttt ...


Handphoneku berbunyi, tanda notifikasi pesan masuk, aku mengambil handphoneku dan membukanya.


08211......


Assalamualaikum, Anjani, ini Andre, Nomotnya di save yaaa ...


Me


Wa'alaikumsalam, mas Andre iya pasti langsung Jani save kok


Andre


Iya, makasih ya Jan,


Jani ada yang mau aku omongin boleh??


Me


Andre


Kamu mau menikah dengan ku Jani??


Deg, sebuah pertanyaan yang jauh di luar nalar, kenapa dengan Andre?? ngajak nikah kayak ngajak nonton tv aja, apa Andre hanya bercanda ya?? jangan - jangan apa yang di bilang Indah itu ada benarnya juga.


Bagaimana mungkin ada orang yang memutuskan suatu hal besar untuk hidupnya hanya dengan satu kali pandangan mata. Tadi siang baru saja bertemu, kenapa malamnya langsung ngajak nikah lewat chat pula, Andre pasti bercanda. Andre pasti mau maenin aku doang.


Me


Kenapa mas??


Andre


Kenapa apa nya Jani??

__ADS_1


Me


Kenapa mas Andre mau ngajak aku nikah??


Andre


Layaknya embun yang tak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta padanya, begitu pula denganku tak ada alasan untukku, untuk tak jatuh cinta padamu Anjani, Kamu perempuan baik yang di pilihkan Ibuku, bagiku perkataan Ibu itu seperti Firman Allah terhadap Rasulnya.


Deg , deg, deg, tanpa sadar aku senyum - senyum sendiri membaca pesan dari Andre, jika ada yang melihat pasti aku di sangka sudah tidak waras. Aku terkesan dengan perkataan Andre, dia begitu mengagungkan Ibunya. Tapi tidak, aku sudah memiliki Faisal di hidupku, Faisal yang sudah menemaniku di beberapa tahun terahir ini, bagaimana mungkin aku menerima laki - laki lain sementara aku belum memutuskan apapun pada Faisal.


Faisal apa cintaku padamu sedang di uji???kenapa rasanya sekarang jadi sangat sulit dan rumit, aku tidak bisa memutuskan apapun sekarang, tapi aku pun harus memberi kepastian kepada Andre, aku tidak ingin Andre menunggu keputusanku yang tidak pasti. Sekali lagi cinta itu sungguh tak memiliki logika, semua hal akan terasa benar dan manis di pandangan orang yang tengah jatuh Cinta, meski pada kenyataannya kesalahan yang di lakukan oleh orang yang kita cintai itu adalah kesalahan fatal sekalipun.


Me


Mas Andre, tolong maafkan Anjani ya mas, sebenarnya Anjani sudah punya pacar dan sudah bertunangan,


Tanganku sedikit bergetar ketika mengirim pesan tersebut, aku tau aku harus mencoba untuk jujur agar tak menyakiti siapapun lebih jauh lagi. sedikit lama Andre membalas pesanku.


Andre


Tapi, Ibu kamu bilang, kamu belum punya pasangan lho Jan, makanya aku berani ngajakin kamu nikah, Anjani aku serius, aku mencintai kamu, sejak pertama kali kita bertemu tadi.


Aku menghela napas dalam, berharap semua beban yang ada di dalam dadaku segera menghilang. Sepertinya sekali lagi aku harus bertanggung jawab atas perbuatan Ibu, jelas jelas Ibu tau kalau aku punya hubungan dengan Faisal, tapi kenapa Ibu bilang aku belum punya pasangan?


Me


Sekali lagi, maafkan Anjani ya mas Andre, Anjani tidak bisa memenuhi ke inginan mas Andre, Anjani harap mas Andre mau mengerti.


Andre


Ya sudah kalau begitu Jan, aku tidak bisa memaksakan kehendakmu, aku juga tidak bisa berbuat banyak jika ke adaannya memang seperti itu, aku harap ke depannya kamu bisa menemukan apa yang kamu cari.


Aku mematikan handphoneku, tanpa ingin membalas pesannya lagi. Aku tau Andre kecewa dengan keputusanku. Hanya saja aku tau Andre sedang bersikap bijaksana atas keputusanku. Aku terima jika Andre akan mengadu pada Ibu, dan Ibu akan memakiku, aku akan menghadapi semuanya nanti. Aku akan sangat memaklumi jika Andre mau membenciku sekalipun.


Bersambung...............


Adakah di sini para readers yang pernah mengalami hal yang sama seperti Anjani???Menolak seorang pria untuk pria lainnya, meski harus melawan ibunya sendiri ???hheee ...


Jangan lupa vote, like, komen positif, dan bintang lima nya ya readers yang paling author kasihi....Author tunggu lho....

__ADS_1


Meskipun grafik buku ini viewers nya terus naik, tapi yang like nya hanya beberapa orang aja, yang nama nya sudah author hafal di luar kepala, ......hhheeee


__ADS_2