
“Semuanya berawal ketika Anwar berusia lima tahun, Anwar menyadari jika dia selama ini seolah hanya hidup sendirian, ketika akan berangkat sekolah Anwar selalu meminta agar saya bisa menemaninya berangkat sekolah, dan menjemputnya ketika pulang sekolah, dia juga pernah meminta kami untuk datang di acara pentas seni, karena dia akan bernyanyi di atas panggung, tapi kami tidak bisa hadir, karena harus menghadiri rapat tahunan, dia meminta saya untuk membacakan cerita sebelum tidur, tapi karena kelelahan yang kami rasa, kami hanya mempercayakan semuanya pada pengasuh yang sudah kami tunjuk, wajar jika mungkin dia sangat iri pada teman-temannya, semuanya salah saya Jan“ Bu Anita menarik napas panjang, kemudian mengusap air matanya yang sudah mulai luruh. Aku menatapnya dalam, aku tau, hati seorang Ibu yang sedang terluka.
“Dulu saya terlalu sibuk membantu mengurus perusahaan papanya Anwar, hingga kami tidak memiliki waktu untuk menemani hari hari Anwar, hingga pada suatu hari Anwar pernah di culik oleh salah satu pesaing bisnis papahnya Anwar. Anwar di buang ke salah satu Desa, hingga berbulan-bulan kami sulit menemukannya. Hingga pada akhirnya, Anwar di selamatkan oleh penduduk desa, dan di angkat sebagai anak mereka, karena mereka tidak tau jika kami orangtuanya masih lengkap, dan sedang mencarinya.“ Bu Anita menghentikan ceritanya, dia mengambil tissue dari dalam tasnya, dan mengelap air matanya. Sementara aku hanya memperhatikannya dengan seksama.
“Semasa Anwar di sekap, Anwar sering di siksa, dan tidak di beri makan, hingga menimbulkan trauma berat di hidupnya, kasian sekali anakku hiks, hiks,” Bu Anita semakin terisak, aku pindah posisi, untuk duduk disamping beliau, dan menenangkannya.
“Lalu bagaimana Ibu bisa menemukannya?” tanyaku pelan.
“Berkat kerjasama kami dengan polisi, dan anak buahnya papah Anwar, Anwar kecil di temukan, tapi anehnya Anwar hampir tidak mengenali kami, yang Anwar tahu, hanya ‘Abah dan Ambunya’ saja, orang yang beberapa bulan terahir menemaninya, dan merawatnya seperti anak mereka sendiri,” sekarang aku faham, kenapa Anwar dulu manggil orangtuanya Abah dan Ambu, padahal Anwar di besarkan di kota, dan hidup sebagai orang kaya.
__ADS_1
“Yang sabar ya Ibu“ Aku mencoba menenangkan Ibu Anita, dengan mengelus tangannya.
“Semenjak hari itu, Anwar jadi anak yang murung, pendiam, dan kadang pemarah, dia juga memanggil kami, dengan sebutan Abah dan Ambu, setelah kami periksakan kepada dokter, karena Anwar pernah mengalami
traumatik hebat, dan mengalami stress berat, Anwar di fonis mengidap Bipolar akut, dimana mood Anwar akan berubah-ubah dengan drastis, ketika dia sedang bahagia, dia bisa terlihat sangat enerjik, bersemangat, dan banyak bicara, namun, jika dia tengah mengalami depresi, dia akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-harinya. Saat itu Anwar begitu membenci kami, karena kami hanya mengurungnya di kamar, kami sangat takut jika kejadian penculikan itu kembali terulang, dan karena prilaku kami, tingkahnya semakin menjadi, Anwar sering berprilaku terlalu agresif, gelisah, tidak jarang juga kami melihat dia ingin menyakiti dirinya sendiri, dan menangis sendiri“ jelas Ibu Anwar panjang lebar, yang membuat segala pertanyaan yang selama ini aku pendam, terjawab sudah.
“Tapi, semenjak saat itu Anwar bertemu dengan kamu Jan, Anwar sudah mulai bisa membuka diri, perlahan dia mulai bisa bicara dengan saya, dia selalu bilang begini ‘kata bu Anjani, ambunya Anwar sayang sama Anwar‘ begitu katanya Jan, kamu hebat Jan, kamu bahkan mengalahkan psikiater yang selama ini menangani Anwar“ Ibu Anita tersenyum, dan melirik aku yang sedari tadi hanya melongo.
“Jan, saya sudah tahu kisah hidup kamu dari Anwar, sekarangkan sudah lewat dari masa iddah kamu, kenapa kamu tidak mencoba kembali membuka hati kamu untuk anak saya Anwar??”
__ADS_1
Deg!
Pertanyaan macam apa ini?? Aku jadi bingung harus jawab apa?? Mengingat yang bertanya Ibunya langsung.
“Ibu..........................”
Bersambung.......................
Readers jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaaa..............like, koment, bintang lima dan vote sebanyak banyaknya
__ADS_1
yaaaa.....