KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Bertemu masa lalu


__ADS_3

Aku sudah terlalu sering merasakan sakitnya dikhianati, kecewanya dibohongi, lukanya ditinggalkan, dan ujungnya menyesali mengenal orang yang telah kugauli.


Wahai hati, aku yakin semua rasa yang telah aku lewati tiada lain adalah untuk semakin menguatkanmu, agar aku tau bagaimana cara setia, bagaimana cara percaya, dan bagaimana rasanya menjaga, aku yakin, Allah SWT. tahu sakitku, Allah tau semua rasaku, Allah tahu resahku, Allah jauh lebih tahu segalanya dariku.


Allah maha pengatur skenario, jangan anggap ini adalah adegan drama, atau adegan film semata, ini lebih dari segala yang telah aku saksikan di muka bumi ini, skenario Allah tidak ada yang bisa menebaknya, aku yakin kisah akhir dari perjalananku akan lebih indah dari bayanganku, semua akan ada waktunya, semua akan ada saatnya, akan tiba dimana kebahagiaan yang tak terduga, aku tetap percaya dalam doa. Karena hari ini aku bukan hanya sedang membuka pintu kebahagiaan didunia, tapi juga aku sedang berusaha membuka pintu bahagiaku di akhirat.


Tapi, sungguhkah aku akan bahagia?? Setelah baru saja yang kualami??.


Hey, aku sudah terlalu sering di khianati, hingga aku lupa rasanya sakit karena sebuah penghianatan, kalian tahu itu, aku tahu dalam rumah tanggaku, bersama siapapun aku membina rumah tangga, aku pasti akan tetap mendapatkan ujian, tapi ini?? Kenyataan yang baru saja aku dengar, sungguhkah ini ujian itu??.


Sakit, rasa itu menyelusup kedalam qalbuku.


“Hhhuueekkk ...” Aku memuntahkan semua yang ada didalam perutku setibanya di taman kota, aku duduk bersandar di salah satu kursi taman, ku matikan ponselku, setelah beberapa kali kulihat Anwar menelponku, bukan hanya Anwar tapi Indah juga, dan Ibu juga. Tidak, aku tidak ingin mendengarkan siapapun. Aku ingin menutup telingaku, agar aku tidak mendengar kebenaran apapun, nyatanya kebenaran itu begitu menyakitkan.

__ADS_1


“Anwar apa kamu sungguh seperti itu?? Aku sangat kecewa padamu Anwar,“ Air mataku luruh, aku kembali berdiri setelah kurasa kakiku sudah bisa menapaki tanah dengan benar.


Bingung, entah jalan mana yang harus aku tempuh, aku tidak ingin pulang kerumah Ibu, mengingat Ibupun sedang mengalami masalah yang sangat serius, aku juga tidak ingin pulang kerumah Anwar, aku tidak ingin bertemu lagi dengannya, pun aku tidak ingin pulang kerumah Indah, aku tidak ingin membebaninya. Dia baru saja merengguk bahagia bersama suaminya.


Aku hanya berjalan saja menyusuri jalanan, entah aku mau kemana, hingga aku tiba di sebuah halte bis, aku mengerutkan dahiku, haruskah aku pergi dari kota ini?? Haruskah aku tidak kembali padamu Anwar?? Tapi kamu masih suamiku, dan aku masih memiliki kewajiban padamu, tapi, kamu sudah sangat mengecewakanku Anwar, aku sangat membencimu.


Ragu, akhirnya aku menapakkan kaki pada salah satu bis yang berhenti di hadapanku, aku duduk dikursi dekat jendela, kalian tahu, itu tempat pavoriteku. Bus mulai melaju, kurasakan setiap pergerakannya, sementara aku tetap asyik dengan pemandangan diluar jendela.


“Aqua , aqua, aqua“ terdengar suara pedagang asongan saling bersahutan, menjajakan dagangannya.


Aku menghela napas, dan mengeluarkannya perlahan, ketika mendengar pedagang asongan itu mulai memaksa penumpang untuk membeli dagangannya dengan harga beberapa kali lipat. Aku sedang tidak ingin mendengar apapun, jangan bisingi duniaku lagi. Hatiku meronta.


“Aqua bu, aqua“ seorang pedagang menghampiriku dan menyodorkan sebotol aqua.

__ADS_1


“Tidak, terimakasih“ tolakku lembut.


“Aquanya bu murah“ lagi, terdengar memaksa, si pedagang asongan menyodorkan aquanya ke hadapan wajahku, entahlah tapi tiba-tiba emosiku memuncak, hingga aku hampir tak bisa menahannya.


“Saya bilang tidak, ya tidak!!” teriakku sambil menatap sipedagang asongan.


“Anjani!!!” Si pedagang Asongan menyerukan namaku, aku menganga tidak percaya.


“Fa Faisal???” Aku menutup mulutku, dan tampa kusadar air mataku lolos begitu saja, Faisal?? Sungguh?? Inikah kamu???.


Bersambung.................


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers..............

__ADS_1


__ADS_2