KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Pengakuan Andre


__ADS_3

Hati Kakak mana yang tidak sakit, kala melihat adik kandung satu-satunya sedang mengalami rasa sakit yang luar biasa, marah, jengkel, sakit, itu yang kurasa kala tahu adikku satu-satunya sedang mengidap penyakit, yang mengharuskannya untuk segera di operasi, sementara suaminya malah tidak tahu, dan terkesan tidak peduli, di tambah lagi tekanan dari mertua dan orang-orang disekelilingnya yang membuatnya semakin down.


Aku harus membantu menyelesaikan perkaranya, termasuk jika harus menemui Andre sekalipun, kalian tau bukan?? Jika hubunganku dengan Andre tidak sedekat Kakak dan adik ipar pada umumnya, mengingat masa lalu kami yang rumit, aku tidak terlalu dekat dengannya, bukan karena tidak mampu mendekatkan diri dengannya, hanya saja ada sebentuk hati yang harus ku jaga, hati Indah adikku.


Tapi kali ini, aku akan menghubunginya duluan, demi kebahagiaan adikku tersayang.


“Hallo Assalamu’alaikum Andre“ sapaku via telpon pada Andre.


“Wa’alaikumsalam Kak Jani“ jawabnya diseberang sana, dia memanggilku dengan embel-embel Kakak, terasa tak nyaman, mengingat usianya beberapa tahun diatasku.


“Andre, bisa kita bertemu??” tanyaku.


“Bisa Kak, mau ketemu dimana??” tanyanya, terdengar suaranya agak gentar.


“Di kaffe Kasih, bisa??” tanyaku.


“Iya bisa Kak, aku tunggu disana nanti sore pukul tiga“ jawabnya yang langsung aku setujui.


“Baik, sampai jumpa disana Andre“ jawabku kemudian aku menutup telponnya, setelah mendengar ucapan salam darinya.


Entah apa yang terjadi sebenarnya dengan rumah tangga adikku, kenapa ini semua bisa terjadi?? Bukankah mereka selalu terlihat baik baik saja ketika di hadapanku?? Sungguh, aku merasa bingung dibuatnya.


“Andre“ Aku melambaikan tangan pada Andre yang baru tiba di kaffe tempat kami ketemuan.


“Kak Jani,“ sapanya, sambil mendaratkan bokongnya dikursi dihadapanku.


Ah ... rasanya aku pernah mengalami hal ini, iya dulu, dimasa lalu ketika aku ketemuan dengan Andre, karena dijodohkan oleh ibu, siapa yang tau akan takdir?? Kini malah Andre menjadi adik iparku.


“Ada apa Kak?” Andre membuka suara duluan.


“Sebelumnya aku ingin minta maaf yang sebesar besarnya, karena terkesan ikut campur pada rumah tangga Andre dan Indah“ Aku menunduk, rasanya tidak pantas bagiku untuk mencampuri urusan internal mereka, tapi apa dayaku yang selalu ingin melihat adiknya bahagia.


“Tidak apa-apa Kak, ada apa?” Andre menatapku lembut, ah ... tatapan ini, aku sungguh tidak menyukainya.

__ADS_1


“Andre, maafkan aku, tapi aku harus bertanya tentang semua ini?” Aku meraba hatiku, menata kata-kata yang pantas aku ucapkan,tampa harus menyakiti atau menginggung hati Andre.


“Iya, tentang apa Kak?” lagi Andre bertanya, dia sudah tidak mampu menyembunyikan rasa penasarannya.


“Andre, bagaimana hubunganmu dengan Indah sekarang??” tanyaku langsung pada intinya, tak ingin berbelit-belit, hingga menghabiskan waktu lama berduaan dengan Andre.


“Hubungan kami?” Andre balik bertanya, sambil mengerutkan keningnya.


“Iya, hubungan kalian baik-baik saja bukan?” tanyaku kemudian.


“I iya“ jawabnya singkat sambil menunduk


“Apa Indah mengatakan sesuatu padamu Jan??” tiba-tiba sorot mata Andre berubah, dan apa tadi?? Dia memanggilku hanya dengan nama saja?.


“Tidak, hanya saja aku merasa khawatir atas kondisi adikku“ jelasku, berusaha menetralkan fikiran, yang mulai tak karuan.


“Jujurnya hubungan kami belakangan ini sedang tidak baik baik saja“ jawabnya jujur.


“Iya, mungkin kamu sudah bisa melihat sikap Indah belakangan ini, dia tidak menunjukkan dia sedang baik-baik saja bukan??” tanyanya lantang.


“Yah, tanpa dia mengatakan apapun, sejujurnya aku sudah bisa menebaknya“ jawabku tak kalah tegas.


“Yah, aku tahu, kamu memang Kakak yang sempurna Anjani, itulah sebabnya kenapa aku sangat mencintaimu, dulu ... hingga sekarang“


Deg!!!


Jawaban Andre sungguh diluar dugaan, jantungku berdebar tak karuan, mendengar pengakuan dari adik iparku ini, apa yang seharusnya kulakukan sekarang?? Hatiku berkecamuk tak karuan.


“Maksudnya?” nada bicaraku semakin mempertegas perasaanku.


“Iya, kamu tahu sendiri Jan, dari awal kita bertemu, kamulah perempuan yang aku cintai, tapi kenapa kamu menolakku dengan kejamnya??? Kamu bilang apa?? Kamu telah mencintai lelaki lain?? Mana lelaki yang kamu banggakan itu?? Siapa dia?? Faisal bukan?? Faisal yang sudah menghianatimu, menikah dengan perempuan lain yang jauh sangat dicintainya“ Andre berkata dengan berapi-api, membuat wajahku seketika memanas.


“Jangan ikut campur dengan urusan pribadiku!!” setengah berteriak, aku membentak Andre.

__ADS_1


“Lalu?? Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?? Bukankah kamu sekarang sedang ikut campur dalam kehidupanku??? Jangan sedih Jani, kamu sadar betul, setelah pacaran sekian lama denganmu Faisal tidak menikahimu, tapi setelah berhubungan beberapa saat dengan wanita lain, dia langsung menikahinya, itu terasa tidak adil bukan?? Dan itu adalah karma atas kesombonganmu padaku dulu“ Andre tertawa sinis.


“Cukup!!!! Jangan berani-beraninya kamu kurang ajar padaku“ Aku menggebrak meja, kemudian berdiri, seketika perbuatanku mengundang perhatian dari sesama pengunjung kaffe.


“Cih, kamu itu perempuan so sempurna Jani, nyatanya kamu telah banyak menyakiti hati orang lain“ Andre melengos, mengalihkan pandangannya pada luar jendela, menyembunyikan wajah putihnya yang sudah memerah, karena menahan amarah.


Sementara aku kembali duduk, setelah bisa menguasai diriku dari emosi yang mendera.


“Maafkan untuk semua kesalah fahaman dimasa lalu kita Andre, aku tahu, mungkin kamu menyimpan banyak dendam padaku, tapi sebagai wali dari Indah, aku akan menyimpan harga diriku di hadapanmu, aku akan memohon padamu Andre, demi Indah, tolong sekali ini saja, hargai pengorbanan dan perjuangannya,“ Aku menunduk, bulir bening sudah tak bisa aku tahan lagi, sementara Andre hanya terdiam, menyimak ucapanku.


“Andre, Indah sakit, dan harus segera di Oprasi“ jelasku.


“Apaaaa????” Andre tercekat, terlihat rasa kaget, sedang menguasai jiwanya.


“Andre, Indah sedang berusaha membahagiakanmu, dia sedang berusaha untuk memiliki anak, jadi aku mohon dukung dia“ terlihat tubuh Andre terkulai, dia tak mampu berkata-kata lagi.


“Andre, jika aku yang melakukan kesalahan padamu, maka aku akan berlutut untuk mendapat pengampunanmu, tapi tolong, jangan sakiti adikku“ lagi aku mengiba di hadapan laki-laki yang statusnya adalah adik iparku.


“Kuharap cinta tak lagi membutakan mata hatimu, terima kenyataan ini Andre, Indah istri sahmu sekarang, masa lalu?? Biarlah menjadi suatu kenangan manis, yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita nanti, bukankah sekarang kita adalah keluarga??” tanyaku dalam isakan yang mulai menyeruak.


“Anjani, maafkan aku, aku tidak tahu jika Indah sakit“ Andre menunduk dalam.


“Andre, aku tahu, rasa sakit di hatimu masih ada, bahkan aku bisa melihatnya dengan jelas, tapi, aku mohon, kita kesampingkan dulu semuanya, sekarang saatnya kita memberikan dukungan sepenuhnya pada Indah“


“Maafkan aku Anjani, aku bukan suami yang baik untuk adikmu“ Andre berlutut di hadapanku. Memohon maaf dariku atas semua yang terjadi barusan.


Yah, sebuah kata bijak mengatakan, jika cinta bukanlah sebuah rencana, tetapi, ia hadir ketika mata dan hati berkolaborasi, secara tidak terduga cinta itu akan ada. Ada sebuah keadaan dimana semuanya tidak terfikirkan sedikitpun.


Pertemuan terjadi bukan sekedar untuk saling mengerti, tetapi untuk saling melengkapi, perjalanan cinta sejati tidak akan pernah mulus, tapi, ia berasal dari perasaan dan hati yang tulus.


Bersambung ..........


Readers kesayangannya author, jangan lupa dukung author terus yaaa.....

__ADS_1


__ADS_2