KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Curhatan Indah


__ADS_3

“Oh, iya Dek, gimana rumah tangga kamu sama Andre??” tanyaku pada Indah di sela sela acara kami yang tengah menonton, sambil ngemil.


“Baik kak, cuman ya gitu“ jawab Indah menghentikan ucapannya.


“Kenapa?” tanyaku menatapnya lembut.


“Ibu mertua aku, nyuruh aku biar cepet punya anak“ jawab Indah menunduk, aku tau ada kesedihan dihatinya.


“Yang sabar ya Dek“ Aku mengelus pundaknya.


“Kakak, sungguh, aku telah berusaha sebisa dan semampuku untuk bisa memiliki keturunan, tapi kenapa mereka selalu mengatakan sesuatu yang menyakiti hatiku?? Mereka bilang aku menggunakan alat kontrasepsilah, bahkan ada yang bilang aku mandul Kak“ Air mata Indah mulai mengalir, kini hatikupun mulai teriris perih, bagaimanapun juga aku adalah Indah, meskipun belum tentu Indah itu adalah aku, aku bisa merasakan setiap rasa sakit yang dideranya.


“Sobar Dek, biarkan Allah bekerja dengan caranya, dan kita sebagai hambanya, berusahalah dengan cara kita, semampu kita, selama Andre tidak komplain sama kamu, kamu harus tetap semangat ya“ dalam hati aku bersyukur, karena memiliki Anwar yang tidak pernah menuntut apapun dariku, aku juga bersyukur memiliki mertua yang menyayangiku, dan selalu menyemangatiku. Ah ... sungguh mereka adalah anugrah terbesar didalam hidupku.


“Kakak, bahkan sekarang para tetangga juga ikut menyalahkan keadaanku yang tak kunjung memiliki keturunan“ lagi Indah terisak.


Kadang, aku merasa heran dengan mulut para tetangga, kenapa mereka begitu memiliki waktu luang yang banyak untuk bergosip, dan memojokkan keadaan orang lain, bukannya bantu do'a malah nyinyir. Hhhuuuhhh ...


“Sudah Dek, omongan orang jangan terlalu di dengarkan ya, anggap aja angin lalu, kamu tetap semangat aja ya“ pintaku.


“Ya Kakak, tapi aku tetap aja kefikiran Kak“ Indah sesenggukan.

__ADS_1


“Ini, pakai tissuenya ...” Anwar menyodorkan sekotak tissue.


“Iya, ini tissuenya kak Anjani ...” seru Indah sambil tertawa, dan kamipun tertawa bersama.


Setelah malam larut, tapi kami masih setia dengan obrolan kami yang ngalor ngidul, semua hal kami ceritakan, jarang sekali waktu seperti ini, bisa bicara berdua dengan Indah tanpa gangguan, termasuk aku menceritakan niat ibu yang ingin menikah lagi. Tiba-tiba ...


“Psssttt...pssstttt “ eh, pengganggu datang, hee.


Aku cuek bebek, ku biarkan pria tampan yang sedang memberiku kode kesal sendiri, tak lama “Psssttt..psssttt“ lagi suara yang sama, sementara Indah tanpa sadar dia masih tetap mengoceh, sambil makan kripik kentang di dalam toples.


Aku tersenyum pura-pura tidak mendengar, tak lama kemudian, dia masuk kedalam kamar sambil manyun, aku terkikik sendiri.


“Kakak kenapa senyum-senyum sendiri??” tanya Indah menyenggol tanganku.


“Hahhah, si bucin udah ngantuk Kak!“ seru Indah sambil menutup mulutnya.


“Hush, kamu sama Kakak sendiri gak boleh ngomong gitu“ Aku menyenggol bahunya dengan bahuku.


“Heee ... iya maaf Kak“ Indah menghentikan makannya “Ya udah, Kakak masuk kamar aja, ini biar aku yang beresin ya“ tawar Indah.


“Iya deh, kamu gak apa-apa kan??” tanyaku.

__ADS_1


“Gak apa-apa Kak, udah sanah Kakak masuk kamar, entar ada yang marah lagi“ Indah tersenyum geli melihatku.


“Iya deh, kamu tidur dikamar tamu aja ya dek, udah Kakak siapin“ Aku bergegas menuju kamarku tercinta, setelah mendapat anggukan dari Indah.


Krrrriiieeetttt ...


Pintu kubuka, dan kulihat suamiku sudah membaringkan tubuhnya dengan di balut selimut berwarna hijau muda, bikin seger yang liat.


“An, kamu udah tidur??” sapaku, padahal aku tau dia belum tidur, tapi senyap tak ada jawaban.


“Anwar, kamu beneran udah tidur??” tanyaku lagi, sambil menahan tawa, dia tetap tak bergeming.


“Oohh, udah tidur ternyata, ya udah, aku tidur sama Indah aja ya“ ancamku,


Dia membuka sebelah matanya, mungkin maksudnya mau mengintipku, padahal aku masih berdiri disampingnya, “Kamu belum tidur??” tanyaku sambil mengedikkan bibirku.


“Kamu jangan tidur sama Indah, sini“ Dia menggeser tubuhnya, membukakan selimut memberikan ruang untukku.


“Jangan cepet marah dong, nanti kamu cepet tua“ rayuku.


“Iya,“ jawabnya sambil mengeratkan pelukannya, dan menutupkan selimut keseluruh tubuh kami, ih ... dasar Anwar.

__ADS_1


Bersambung..................


Readers, jangan lupa dukung Anwar sama Anjani nya yaaaaa......kita tunggu lho....


__ADS_2