KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Kak Luqman


__ADS_3

"Eh sebentar Jan, aku boleh minta contact kamu gak?? siapa tau nanti perlu" Pinta Kak Luqman.


"Iya boleh Kakak," Jawabku sambil mengeluarkan handphoneku dari dalam tas yang ku tenteng.


Akhirnya kami saling bertukar nomor ponsel, aku tersenyum melihat Kak Luqman yang sekali-kali melirikku sambil tersenyum lembut, waktu begitu cepat berlalu, dulu waktu pertama kali kami bertemu kak Luqman tiga tingkat di atasku, kala itu kami masih sama-sama culun, lucu sekali, ketika saling berpapasan kami hanya saling merunduk sambil tersenyum malu-malu, Kini kak Luqman sudah menyelasaikan pendidikan S2 nya di salah satu universitas, dan kini mengajar sebagai dosen di universitas almamaternya sendiri. Kak Luqman juga memiliki beberapa usaha, salah satunya punya beberapa tempat foto copy, rental komputer, dan toko ATK di beberapa tempat.


"Nanti aku hubungi kamu yah, "Kata kak Luqman sambil menempelkan jari telunjuk dan jempolnya di telinga dan menggerakkan jari-jarinya,


"Iya Kakak, kalau gitu Jani pamit ya kak, udah sore" Pamitku kemudian.


"Iya Jani, hati-hati ya" Jawab kak Luqman.


"Iya kak, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Aku dan Indah segera beranjak untuk pulang ke rumah, setibanya di rumah aku langsung merebahkan diriku di kasur kesayanganku kini. Aku menatap langit-langit kamarku. Rasanya baru kemarin Ayah meninggalkan ibu demi mamah, tapi tiba-tiba saja mamah meningal karena serangan Jantung, itu berita yang ku tau dari sanak saudaranya Ayah tadi.


Sembari tiduran aku mengecek sosial mediaku, aku harap Faisal menghubungiku, entah ke mana dia? sudah beberapa bulan terakhir semenjak aku jadi pengangguran kenapa tak sekalipun Faisal menghubungiku lagi? padahal kini aku sangat membutuhkannya, aku ingin berbagi kesedihanku bersamanya, tapi kini sosoknya seolah raib dari muka bumi ini, ada banyak sekali pertanyaan di benakku kini, apa mungkin karena kini aku sudah tidak bekerja lagi makanya dia tidak sudi untuk menghubungiku lagi? setelah semua yang ku lakukan, setelah semua yang telah kita lewati, mengapa dengan mudahnya dia pergi tanpa penjelasan apapun padaku? Fikiranku terus melayang terbang di udara, aku terus memikirkan semuanya hingga aku terlelap tidur dengan sendirinya.


Hingga esok paginya aku terbangun, aku melihat handphoneku , ada beberapa notifikasi masuk ke handphoneku.


yang salah satunya dari Kak Luqman yang nomornya sudah aku save kemarin.


Luqman


Anjani udah tidur belum??


Dengan cepat aku memutuskan untuk segera membalas pesan kak Luqman.


Me


Aduh maaf kak, Anjani malem ketiduran, jadi chat dari Kakak gak sempet di bales.

__ADS_1


Luqman


Iya gak apa-apa Jani, hari ini kamu sibuk gak??


Me


kayaknya enggak deh kak, ada apa?


Luqman


Kalau kamu gak sibuk, kira-kira kita bisa ketemu di luar gak ya??


Aku mengernyitkan dahiku, seorang kak Luqman? ngajak aku ketemuan? kira-kira ada apa ya?


Me


Iya, bisa kak, kapan? di mana?


Luqman


Me


Iya, bisa Kakak, sampai ketemu nanti ya kak


Luqman


Iya Jani, makasih banyak ya Jan, aku tunggu ...


Me


Iya kak, sama-sama


Aku menutup ponselku, hatiku di penuhi tanda tanya besar, kira-kira kak Luqman mau apa ya ingin bertemu denganku?? Ah, dari pada pusing, sambil mikir aku memutuskan untuk membersihkan diri dan langsung siap siap untuk menemui kak Luqman nanti siang.

__ADS_1


Setibanya di taman kota, aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling tempat yang tanahnya sudah ku pijak, mencari sosok pria yang tadi minta bertemu denganku, pandanganku kemudian tertuju pada sosok pria yang tengah duduk di sebuah kursi panjang yang menghadap ke arah tanaman bunga yang sangat cantik, aku memutuskan untuk menyapanya terlebih dahulu.


"Kak Luqman?? udah lama ya kak??" Tanyaku pada pria yang tatapan matanya selalu meneduhkan siapapun yang memandangnya.


Kak Luqman menoleh, kemudian tersenyum pada ku "belum lama kok Jan, baru aja" Jawabnya lembut.


"Sini Jan, duduk jangan berdiri terus, rahang Kakak pegel harus terus natap kamu yang lagi berdiri" Lanjut kak Luqman sambil menepuk bangku di sebelahnya yang lumayan berjarak.


"Iya, makasih kak," Aku duduk di samping kak Luqman, di ujung bangku, tak ingin terlalu dekat dengan pria Kakak dari temanku ini, takutnya banyak fitnah.


"Jadi, Kakak mau bicara apa sama Jani??" Lanjutku yang sudah tak bisa lagi menahan diri dari rasa penasaranku.


"Anjani, Kakak boleh nanya sesuatu gak?? tapi ini cukup pribadi sih, Kakak harap kamu tidak tersinggung" Tanya kak Luqman yang jujur membuatku semakin penasaran.


"Iya Kakak, gak apa-apa tanya aja" jawabku.


"Anjani, kamu sudah punya calon suami belum??" Deg, pertanyaan kak Luqman kini membuatku bingung setengah mati, aku tidak tau harus menajawab apa? sementara aku masih berharap Faisal masih akan menghubungiku dan melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius, tapi di lain sisi Faisal kini telah menghilang dari hidupku, dan seolah sudah tak bisa di harapkan lagi. Tapi, yang membuatku lebih bingung lagi karena di antara kami belum ada kata perpisahan.


"Belu kak," Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku, aku sendiri sampai kaget mendengar pernyataanku sendiri.


"Anjani, Kakak bukan orang yang suka berbasa-basi, dari dulu semenjak Kakak pertama kali bertemu dengan kamu, ketika kamu sering bermain bersama Shita, Kakak sudah menyukai kamu, waktu kamu lulus sekolah dan tidak berkomunikasi lagi dengan Shita, Kakak sempat mencari kamu, tapi kamu katanya sudah bekerja dan sulit di hubungi, dan Kakak juga sangat sibuk dengan study Kakak kala itu, hingga akhirnya kita di pertemukan kembali kemarin. Jani, kamu tau? Kakak sangat bahagia, Allah seolah mendengar setiap doa-doa Kakak," Jelas kak Luqman panjang lebar,


"Anjani, menikahlah denganku, jadilah istri dariku, jadilah ibu dari anak-anakku, hidup dan menualah bersamaku" Lanjut kak Luqman yang membuat hatiku dag dig dug tak karuan, tanganku mulai gemetar, entah hatiku harus bahagia atau harus sedih karena sudah di lamar oleh pria semapan kak Luqman. Apa kak Luqman benar-benar mencintaiku?? apa dia hanya ingin mempermainkan aku saja?? seperti Ayah yang mempermainkan hati ibu, atau seperti Faisal yang sedang mempermainkan hati aku kini?? segala fikiran buruk terus berkecamuk di otakku.


"Gimana Anjani??" tanya kak Luqman lagi yang membuatku sedikit tersentak kaget.


"Kakak maaf aku...................."


Bersambung...............


Kira kira di sini para readers ada yang pernah di lamar pria mapan tapi sedang dalam mode punya pasangan yang penuh dengan keidak kejelasan gak ya??? hhhhiiiii author penasaran.


Jangan lupa kasih author semangat ya readers yang author kasihi, dengan cara like, komen, kasih bintang lima, dan vote sebanyak banyak nya....makasih readers....

__ADS_1


__ADS_2