
Sebentar ... kenapa aku merasa sangat mengenal perempuan dan pria itu, iya aku sangat mengenalnya, mereka adalah orang terdekatku dari dulu.
Deg ... deg ... deg ...
Tiba - tiba dadaku bergemuruh hebat, jantungku seperti sedang berolahraga di dalam sana, dag dig dug tidak karuan,
Aku semakin memicingkan mataku, untuk meyakini pemandangan yang tengah ku lihat kini, iya aku yakin dengan penglihatanku.
Indah.
Kak Luqman.
Mereka yang kulihat kini, seketika dadaku terasa sesak, tubuhku lemas, keringat dingin mulai menetes di keningku, entah dengan kata apa aku harus mengutarakan rasa kecewaku, amarahku membuncah hingga ke ubun - ubun, aku teramat sangat kecewa terhadap Indah dan kak Luqman, Meski aku belum mendengar penjelasan dari mereka tentang semua yang kulihat, tapi aku bisa mentafsirkan sendiri tentang kedekatan mereka, apa yang tengah ku lihat hari ini, ini adalah kenyataan yang sangat pahit bagiku.
Dengan kaki yang sangat lemas, aku mencoba berjalan dengan tujuan pulang, tanpa menunggu pesananku, aku terus melangkahkan kakiku yang semakin sulit untuk ku gerakkan, dadaku terasa sangat sakit, Pandanganku agak sedikit kabur, tubuhku begitu lemas hingga rasanya tak mampu untuk menopang tubuhku sendiri. dengan tubuh terseok - seok aku terus mencoba untuk berjalan.
__ADS_1
Harusnya tadi aku melabrak mereka saja, harusnya tadi aku memaki mereka di hadapan umum, tapi entah kenapa mulutku seolah rapat terkunci, aku tak mampu mengatakan apapun, bahkan di saat aku terjatuh karena menabrak orang, aku hanya terus berjalan tanpa minta maaf, ku dengar orang yang ku tabrak tadi mengomeliku, aku tidak peduli lagi, lututku terluka dan mengeluarkan darah, aku sangat kecewa pada Indah, adikku tercinta, kenapa dia pun ikut menghianatiku, bukankah dia tau jika kak Luqman sudah melamarku?? bukankah dia tau jika aku memutuskan untuk menerima lamaran kak Luqman?? Kenpa Indah?? kenapa?? Hatiku terus menjerit tak karuan.
Setibanya di rumah aku melempar tasku ke sembarang arah, hingga terdengar ponselku ikut terlempar, tapi aku tak lagi peduli, tubuhku melorot di lantai dan ambruk seketika, rasanya aku ingin menangis sekuat tenaga, tapi entah kenapa air mataku tidak keluar sama sekali, rasanya aku ingin membanting semua barang yang ku lihat, tapi tenagaku hilang entah ke mana?. Ibu sedang tidak ada di rumah, beliau sedang mengikuti pengajian di mesjid sebelah, harusnya suasana sepi di rumah bisa membuatku leluasa meluapkan seluruh emosiku, tapi kini aku hanya terduduk di lantai dingin sambil mengusap dadaku.
Tes ... tes ... tes ...
Darah segar mulai keluar dari hidungku, seolah ingin melengkapi rasa sakitku. Aku menyekanya dengan tanganku, sambil terus memandang tembok di hadapanku.
Triiiinnnngggg ... ttriiiinnnggg ... tttrrriiinnggg ...
Aku meraih ponsel yang sedari tadi terus berbunyi itu, Aku melihat panggilan di handphone Indah, "Kak Andre calling"
Deg!
Sekali lagi jantungku berdetak kuat, Apa lagi ini?? Tanganku bergetar hebat, aku meraih handphone Indah, dan mengusap layarnya setelah panggilan telponnya berahir dengan sendirinya.
__ADS_1
Aku membuka pasword handphone Indah, dia menggunakan sandi tanggal lahirnya, tentu saja mudah bagiku untuk membukanya. Sekali lagi tubuhku ambruk, ketika melihat pesan masuk di handphone Indah, aku terus memeriksa riwayat percakapan Indah dengan kak Lukman, dengan mas Andre yang menyatakan mereka sangat dekat sekali.
Bahkan aku membaca pesan dari Andre yang menyatakan bahwa mereka sudah resmi berpacaran dan memutuskan untuk menikah, Itu yang ku tau setelah aku terus membaca pesan lamanya. Jadi rupanya setelah aku memutuskan untuk tida menerima Andre Indah lah yang terus mendekati Andre. Jadi Indah melarangku untuk tida menerima Andre dan terus menjelek - jelekkannya hanya karena ada maksud tertentu? Jadi mungkin saja orang yang mengantar Indah pulang sambil ujan ujanan kala itu adalah Kak Luqman?? Ah ... kenapa dadaku terasa kian sakit?.
Indah adik kandungku satu - satunya, kenapa dia dengan tega terus menghianatiku??? aku bahkan sudah mengorbankan separuh hidupku untuk memenuhi segala kebutuhannya, agar dia hidup dengan layak, aku bahkan melarangnya bekerja jauh dari rumah hanya agar Indah tidak jauh dari Ibu dan kehilangan kasih sayang Ibu seperti yang aku rasakan. Aku sangat menyayangi Indah, sangat, Allah akan menjadi saksi untuk perasaanku terhadap adikku, Aku tidak sakit ketika Ayah, Faisal, Andre, atau Luqman menghianatiku, Tapi Indah??? Aku tidak ingin Indah membalas jasa - jasaku dengan materi yang sama, aku hanya ingin Indah bisa menghargaiku sebagai seorang Kakaknya. Kenapa ada banyak kebencian dan rahasia di hidup Indah untukku??.
Tanpa sadar aku mulai meremas seprei kamar Indah, dengan emosi yang menyelimuti hatiku, aku mulai mengobrak abrik seisi kamar Indah. Tapi anehnya aku tidak bisa berteriak atau pun mengeluarkan air mata, aku hanya melempar benda - benda yang ada di sekelilingku, ke adaanku sangat kacau melebihi keadaan kamar Indah kini, darah segar terus mengalir dari hidungku, hingga menetes ke bajuku. Aku ingin membenci Indah, tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan itu.
Kini Indah sedang menguji cintaku untuknya. Ku mohon Jiwa, sekali lagi bersabarlah ...
Bersambung..............
Waktu nulis part ini author sampai berkaca kaca lho....hhheee...
Jangan lupa terus kasih author semangat ya readers, Like, Komen, Kasih bintang lima dan Vote sebanyak banyak nya....makasihh...
__ADS_1