KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Pengakuan


__ADS_3

Rumah sederhana yang ku datangi ini, terlihat sudah tua, model rumah Zaman dulu, tapi cukup bersih dan nyaman jika di tinggali.


“Assalamu’alaikum“ sapaku dari luar.


Kkrrriiieettt ...


Pintu di buka,


“Bu Jani!!“ teriak Bi Lastri sambil memelukku erat.


“Bibi, apa kabar??” Aku mengusap punggung Bi Lastri dengan lembut.


“Baik bu, ayo masuk bu“ Bi Lastri menuntunku untuk masuk kedalam rumahnya.


"Ayo, silahkan duduk bu“ Bi Lastri menuntunku untuk duduk, di sebuah kursi usang miliknya.


“Terimakasih Bi“ Aku menurut, aku duduk di kursi itu.


“Tiwi nya mana Bi??” Aku celingukan, tak sabar rasanya ingin segera menodong Tiwi dengan berbagai pertanyaan yang sudah ku


siapkan.


“Sebentar Bu“ Bi Lastri memasuki sebuah kamar, yang terletak di samping pintu utama.


Tak lama, Tiwi keluar dengan penampilan lusuhnya, tidak seperti sebelumnya, Tiwi yang selalu berpenampilan seksi, kini hanya menggunakan daster butut.


“Hay Tiwi“ Aku berdiri, kemudian menjabat tangan Tiwi. Tiwi menunduk.


“Apa kabar??” lanjutku, masih menatapnya lekat.


“Ba baik Bu“ Tiwi masih menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Tiwi, boleh aku bertanya sesuatu??” tanyaku, mulai membuka topik utama.


“I iya“ Tiwi memanggutkan kepalanya.


“Tiwi, kenapa kamu melakukan semua itu padaku??” tanyaku akhirnya.


“Ma maaf bu“ hanya kata itu yang terdengar,


selebihnya Tiwi terisak, aku diam mencerna keadaan.


“Se sebenarnya pak Anwar tidak salah bu, saya yang membuat kejadiannya menjadi seperti itu“ Tiwi terus terisak.


“Maksudnya?? Kamu bisa jelasin semuanya pada saya Tiwi“ Aku berkata dengan sangat lembut pada perempuan ABG ini.


“Dari awal saya datang kerumah Ibu, saya sudah tertarik pada Pak Anwar, beliau begitu baik, dan tampan, beliau juga sangat


kaya raya, saya fikir tidak ada perempuan yang tidak mencintainya. Saya mencoba


Aku dan bi Lastri, diam menyimak.


“Sa saya hanya ingin hidup layak bu hiks ... “ Tiwi menangis sejadi jadinya.


“Saya tidak ingin hidup miskin lagi, hidup dengan keadaan yang mengerikan, hari ini makan besok tidak, saya selalu ketakutan,


bagaimana jika besok saya kelaparan?? Bagaimana jika teman teman mengejek saya


yang miskin, bagaimana jika tidak ada pria yang mencintai saya hanya karena


saya miskin??!!!” Tiwi meracau kemana-mana.


“Tapi bukan dengan cara menggoda suami orang Tiwi, kamu bisa melakukan banyak hal, Ibumu bekerja, kamu bekerja, apalagi yang kamu khawatirkan? Kamu bisa meminta pada saya, kamu mau apa?? Kamu mau uang?? Saya bisa memberikannya, asal jangan suami saya“ Aku sudah mulai tersulut emosi. Kenapa fikiran anak ini begitu sempit??.

__ADS_1


“Ma maaf Bu, hanya itu yang terlintas di benak saya, saya tidak memiliki apapun kecuali tubuh saya, mungkin jika saya menikahi pria kaya, saya juga akan menjadi kaya, hidup saya akan terjamin“ jelas Tiwi lagi.


“Saya pernah ada di posisi kamu Tiwi, mungkin hidup saya dulu jauh lebih sulit dari kamu, tapi Tiwi, tak pernah sedikitpun


terlintas di fikiran saya untuk melakukan hal menjijikan seperti itu“


“Maafkan saya bu, saya tau, saya salah“ Tiwi


kembali menangis sejadi-jadinya.


“Karena kamu, saya dan suami saya melewati waktu yang sangat sulit Tiwi, semuanya begitu kacau“ Aku menarik napas panjang.


“Maaf bu“ Tiwi menunduk.


“Baiklah, aku akan memaafkanmu Tiwi“


“Bi, karena semua yang ingin saya dengar sudah saya dengar, saya pamit pulang dulu ya, kasian Fadli di rumah, hanya di tunggui


Ayahnya“ Aku berdiri kemudian memeluk Bi Lastri.


“Baik Bu, tolong maafkan semua kesalahan Putri saya Bu“ Bi Lastri ikut menangis, menyesali semua yang telah di lakukan putrinya.


“Tidak apa-apa“ Aku menggeleng.


“Kalau begitu, saya pulang dulu Bi“ Aku memundurkan langkah, kemudian menuju mobil, dan memasukinya.


“Udah selesai bu??” Pak Anto tersenyum lembut.


“Sudah pak“ jawabku membalas senyumannya.


bersambung ............

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers,


__ADS_2