KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Indah


__ADS_3

Malam berlalu dan di gantikan oleh siang, aku yang tengah di landa kebimbangan kini sedang duduk di kursi depan rumah sambil membaca novel yang belum sempat aku bereskan.


Di tengah ke asyikanku membaca novel, aku mendengar gerutuan Indah, adikku tercinta sambil mengobrak abrik kertas di hadapannya. Aku memutuskan untuk menemuinya dan bertanya pada Indah.


"Indah, kamu kenapa dek? kok mukanya di tekuk gitu sih??" Tanyaku.


"Kakak, aku lagi sebel banget tau" Jawab Indah sambil mengerucutkan bibirnya.


"Loh?? sebel kenapa dek??" tanyaku sambil mengelus pundaknya.


"Aku besokkan mau nyerahin tugas yang di kasih kepala sekolah sama aku kak, tapi ini nih, tiba-tiba aja printer nya rusak, terus laptopnya juga tiba-tiba mati nyala, mana datanya belum di save lagi" Jawab Indah terus menggerutu sambil melempar-lempar kertas di hadapannya penuh dengan kekesalan.


"Loh, udah ah, jangan ngambekan kayak gitu, gimana kalau Indah ngerjain tugasnya minta bantuan sama kak Luqman aja?? itu pria yang Kakak kenalin tempo hari, kak Luqman 'kan punya usaha warnet juga, dia pasti bisa bantu kamu dek" tawarku yang membuat Indah langsung sumringah.


"Beneran kak?? aduuuuhhhh ... makasih banyak ya kak, Indah seneng banget akhirnya ada solusi dari masalah printer butut ini" kata Indah sambil menepuk-nepuk printer di hadapannya.


"Eeeeehhhh ... gak boleh gitu dek, biar bagaimanapun juga, si printer butut ini kan sudah banyak bantu kamu lho" cegahku.


"Iya kak, maaf habisnya aku sebel banget deh, udah di kejar deadline, masih aja ada yang ganggu" gerutu Indah.


"Ya udah, sebentar Kakak telpon kak Luqman nya ya" Indah menganggukan kepalanya, dan aku langsung menelpon kak Luqman agar bisa membantu Indah.


"Hallo assalamua'laikum kak" sapaku setelah telponku di angkat kak Luqman dalam satu kali panggilan saja.


"Wa'alaikumsalam Jani, ada apa tumben telpon Kakak duluan? kamu mau ngasih jawaban dari pertanyaan Kakak sekarang ya??" Tanya kak luqman di seberang sana.


"He ... bukan Kakak, ini Jani mau minta tolong boleh??" Tanyaku.


"Boleh dong, mau minta tolong apa jan??" tanya kak Luqman lagi.


"Ini adik Jani, Indah katanya mau minta tolong ngerjain tugas di warnet kakak bisa? mau ikut ngeprint, soalnya printer di rumah lagi rusak, dan di sini sudah tidak ada warnet lagi Kakak" Jelasku.

__ADS_1


"Oh iya boleh Jan, suruh aja adik kamu datang ke sini, nanti aku bantu" Jawab kak Luqman.


"Iya, makasih banyak ya kak buat bantuannya" Aku tersenyum lega sambil menatap Indah yang juga tengah menatapku.


"Iya sama sama Jan," Aku menutup telponku setelah mengucapkan salam dan di balas oleh kak Luqman.


"Dek kamu tinggal berangkat aja ke tempat kak Luqman, nanti Kakak kirimin nomor kak Luqman biar kamu gampang ketemuan sama dia, sekarang kamu senyum dong, jangan cemberut lagi" Aku menggoda Indah yang dari tadi terus manyun itu.


"Iya Kakak, makasih banyak ya kak, aku sayang Kakak" seru Indah sambil beranjak pergi untuk bersiap-siap menemui luqman.


Aku tersenyum tipis ketika melihat Indah pergi dari hadapanku, dia menenteng beberapa berkas yang akan dia kerjakan bersama kak Luqman, selama ini aku tidak tau tentang kepribadian Indah yang lainnya, dia sudah dewasa dan cantik, apa Indah sudah punya pacar ya?? pasti banyak pria yang mengantri untuk mendapatkan hatinya Indah, Indah gadis yang lugu dan polos, Indah adalah harapanku yang bisa menjaga ibu setelah aku tidak ada di samping ibu lagi. Selain lugu dan polos, Indah juga memiliki kepribadian yang keras, dan tegas, selama ini aku telah membiayainya secara finansial, jadi yang aku yakini Indah pasti sangat menyayangiku.


Waktu berlalu hingga Sore telah tiba, tapi Indah tak kunjung pulang, aku mulai cemas, dan mencoba menghubungi ponselnya, tapi tidak aktif, aku akhirnya mencoba menghubungi nomor ponsel kak Luqman, tapi juga tidak aktif meski berkali-kali aku menelponnya, Ibu pun tak kalah khawatirnya dari aku, ibu dan aku terus berjalan mondar mandir di depan teras, ibu mungkin sangat takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada anak gadisnya.


Hari mulai gelap, di tambah cuaca yang tidak mendukung, langit sangat mendung dan mulai menurun kan tetes demi tetes air dari atas sana, aku dan ibu semakin cemas saja, aku terus menatap pagar rumah, berharap Indah akan segera muncul, namun yang di tunggu masih tak kunjung datang.


Hingga adzan maghrib berkumandang, masih belum ada tanda-tanda kedatangan Indah, setelah aku dan ibu menunaikan shalat maghrib pun, indah masih belum bisa di hubungi, kecemasanku dan ibu semakin menjadi, aku sungguh takut terjadi sesuatu pada indah, tidak seperti biasanya dia seperti ini.


Indah menghampiri kami yang tengah menunggunya dari tadi di teras rumah,


"Indah!!!!! Dari mana saja kamu??!!!!" Teriak ibu pada indah.


"Maaf ibu, tadi Indah habis ngerjain tugas" Jawab Indah sambil gemeteran karena takut oleh bentakan ibu.


"Kamu itu anak gadis Indah, kenapa harus keluyuran hingga malam, memangnya kamu tidak bisa mengerjakan tugas di rumah saja??" tanya ibu masih dalam mode marah karena cemas.


"Iya ibu, maaf lain kali Indah tidak akan mengulangi nya lagi" Jawab indah sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu contoh dong Kakak kamu, gak pernah keluyuran, gak pernah jalan sama laki-laki sembarangan, tiru dong Kakak kamu dia perempuan baik-baik, tidak seperti kamu, kerjaannya bikin orang tua khawatir aja!!!!" ibu masih terus membentak Indah.


"Ibu, udah dong, kasian Indah baru datang, cape, kedinginan lagi," Aku mencoba melerai pertengkaran ibu dan Indah.

__ADS_1


"Yuk dek masuk ke dalam rumah, kita istirahat ya, terus kamu bersih bersih dulu" Aku menuntun Indah hingga ke kamarnya, lalu kembali beranjak ke dapur dan membuatkannya teh manis.


"Ini dek, kamu minum dulu biar badan kamu anget"  kataku sambil menyodorkan segelas teh manis pada Indah.


"Iya kak, makasih," Jawab Indah yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Gimana tugas kamu Ndah?? udah selesai??" Tanyaku sambil meletakkan gelas berisi teh manis di atas laci kecil di samping tempat tidur Indah.


"Udah kak, makasih ya, Kakak udah bantuin Indah" Jawab Indah tanpa menoleh ke arahku.


"Iya sama sama dek, masalah ucapan ibu tadi, kamu jangan masukin hati ya" Kataku yang menyadari hati Indah pasti terluka karena di bentak ibu.


"Iya kak, gak apa-apa, udah biasa kok ibu kayak gitu," Jawab Indah.


"Lain kali, jangan di ulangi lagi ya dek, kamu kalau mau pulang telat kabarin kami" aku mencoba menasihati Indah.


"Iya kak, maaf, tadi gak sempet ngabarin, soal nya handphone Indah lowbat" jawab Indah sambil meminum teh yang tadi aku buatkan.


"Iya dek, oh iya, kamu tadi di anter siapa dek??" tanyaku yang penasaran dengan siapa yang mengantar Indah pulang.


"Eh, oh itu ... itu tukang ojek kak" Jawab Indah gelagapan.


"Oh tukang ojek? dek kamu kenapa?? kamu kedinginan ya?? tangan kamu kok gemeteran gitu??" tanyaku yang melihat seketika tangan Indah yang tengah memegang cangkir bergetar.


"Enggak kok kak, kak, Kakak boleh keluar dulu gak?? soalnya Indah mau ganti baju dan langsung tidur" pinta Indah.


"Ya udah, Kakak keluar dulu ya, kamu istirahat ya dek , selamat malam adikku sayang" aku beranjak dari tepi ranjang Indah dan mengusap sayang kepala Indah.


"Iya Kakak, malam" Jawab Indah sambil secepat kilat menutup pintu, seolah tidak ingin melihatku lagi.


Bersambung..........................

__ADS_1


Readers kesayangan nya author, jangan lupa dukung author terus yaaaa,,,,,dengan cara like, komen, kasih bintang lima dan Vote sebanyak banyak nya....makasih.....


__ADS_2