KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI
Kak luqman part 2


__ADS_3

"Gimana Anjani??" tanya kak Luqman lagi yang membuatku sedikit tersentak kaget.


"Kakak maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan Kakak sekarang, aku butuh waktu untuk bisa mempertimbangkan keinginan Kakak" Jawabku masih gemeteran.


"Baik, Kakak akan memberi kamu waktu, berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mempertimbangkan semuanya??" Tanya kak Luqman tegas, tapi masih terdengar lembut.


"Jani hanya butuh waktu tiga hari Kakak, setelah tiga hari Jani akan memberi Kakak jawaban" Pintaku.


"Baik, Kakak tunggu kabar baik dari kamu tiga hari setelah ini Jani," Jawab kak Luqman sambil menatap dan tersenyum lembut padaku, aku menundukkan pandanganku, hatiku masih berkecamuk tidak jelas.


Akhirnya setelah berpamitan pada kak Luqman, aku memutuskan untuk segera pulang ke rumah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu Ibu, dan menyampaikan berita ini.


"Ibu, ada yang ingin Jani diskusikan dengan ibu" Kataku setibanya di rumah yang langsung menghampiri ibu yang tengah duduk di ruang tengah.


"Iya, kenapa Jani??" tanya ibu penasaran.

__ADS_1


"Ibu masih ingat dengan kak Luqman gak??" Tanyaku yang membuat ibu langsung mengernyitkan dahinya.


"Luqman yang mana Jan??" Tanya ibu.


"Kak Luqman yang Kakaknya Shita itu lho bu, yang dulu pernah ketemu ibu waktu kelulusan sekolah aku" jelasku.


"Oh iya, ibu ingat, Luqman yang tampan dan a'lim itu kan?? memangnya kenapa Jan??" Tanya ibu.


"Tadi kak Luqman ngelamar Jani ibu, menurut ibu kira-kira gimana ya baiknya??" Tanyaku minta pendapat ibu.


"Tapi ibu, Jani masih takut" Jawabku sambil menundukkan kepala.


"Takut apa Jan?? Ibu tau kamu masih menyimpan trauma kamu dalam-dalam terhadap pria, tapi percayalah nak, Luqman adalah pria terbaik pilihan Allah untukmu, kamu itu berjalan ke depan Jan, bukan mundur ke belakang, kita tidak akan pernah tau selama kita tidak mencoba, bukalah hati kamu untuk orang lain, lagi pula untuk kedepannya kamu juga belum tentu bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Luqman kan??" kata-kata ibu sungguh menyentuh hatiku.


Perkataan ibu ada benarnya juga, aku tidak bisa selamanya menunggu Faisal, yang sekarang Faisal entah masih menungguku atau justru sudah berpaling pada wanita lain, aku juga tidak bisa terus trauma dengan masa lalu yang di sebabkan Ayah, aku harus mulai move on, dengan cara membuka hati untuk pria lain dan mempertimbangkan permintaannya.

__ADS_1


"Tadi kamu jawab apa pertanyaan Luqman??" Tanya ibu kemudian.


"Jani belum jawab apa-apa ibu, Jani meminta waktu tiga hari pada kak Luqman untuk mempertimbangkan permintaannya" Jawabku.


"Iya nak, ajak Allah untuk menentukan pilihanmu, shalat istikhorohlah selama kamu dalam keadaan bimbang" Nasihat ibu kini sungguh menyejukkan hatiku.


"Baik ibu" Jawabku sambil tersenyum dan memeluk ibu.


Jodoh itu memang ajaib, orang yang menemani kita bertahun-tahun sebagai pasangan yang belum halal, ternyata belum tentu dia adalah jodoh dunia khirat kita yang sesungguhnya, jika pasangan yang sudah di ikat dengan tali suci pernikahan saja bisa kandas? apalagi yang baru berpacaran? jika dulu aku mati-matian mempertahankan Faisal, kini aku tengah di landa kecemasan atas keputusan apa yang harus ku pilih terhadap kak Luqman?? aku harus menerima lamaran kak Luqman?? atau menolanya??


Bersambung.............


Hay readers, kira kira di sini readers ada yang lagi bingung buat nerima calon pendamping nya gak ya??? hhee....shalat istikhoroh yukkk...biar barengan sama Anjani...hhee


Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya readers, dengan cara like, komen, kasih bintang lima dan vote sebanyak banyak nya, author tunggu ya readers....makasih.....

__ADS_1


__ADS_2