
Menit berganti jam, jam berganti hari, begitupun minggu dan bulan terus silih berganti, satu bulan setelah kejadian itu, aku kembali tegar menghadapi hidupku, aku bersikap seolah-olah tidak terjadi suatu apapun pada hidupku, aku sudah memaafkan Indah, aku pun merestui hubungan Indah dan Andre, aku sangat bahagia ketika mendengar mereka akan segera melangsungkan pernikahan mereka.
“Ibu, Kakak, Indah akan menikah dengan kak Andre, Indah harap Ibu dan Kakak bisa merestui hubungan kami, Indah tau, mungkin Indah tidak pantas berbicara seperti ini kepada Kakak, tapi Indah juga tau, Kakak selain seorang manusia yang terlahir lebih dulu dari rahim Ibu, tapi Indah menganggap Kakak seperti Ibu bagi Indah, restu Kakak sangat berarti bagi Indah sekarang” Indah menundukkan kepalanya, aku tahu Indah pasti merasa tidak enak kepadaku, karena akan menikah lebih dulu dari aku, bersama orang yang pernah di jodohkan denganku, aku tidak ingin membuat Indah merasa tidak nyaman, aku ingin Indah bahagia dengan pilihannya.
“Tidak bisa!!! kamu tidak ibu izinkan menikah sebelum Kakak kamu menikah“ bentak ibu tiba-tiba.
“Tapi Ibu, keluarga mas Andre sudah terus mendesak Indah untuk segera menikah“ jawab Indah.
“Tidak bisa Indah, kamu tidak bisa menikah duluan, sebelum Kakak kamu menemukan jodohnya dan menikah terlebih dulu, atau Ibu tidak akan merestui pernikahan kalian“ Ibu berkata sambil berapi-api, sungguh pernyataan Ibu sangat memojokkan posisiku kini.
“Indah, jika kamu sudah merasa siap untuk menikah, menikahlah, tidak penting di antara kita siapa yang lebih dulu menikah, menikah itu ibadah, Kakak tidak ingin menghalangi orang yang akan beribadah“ Aku menatap lembut adikku, tentu saja bahagianya adalah kebahagiaanku juga.
__ADS_1
“Tidak!!! tidak bisa, Anjani kamu anak tertua jadi kamu harus menikah lebih dulu“ Ibu masih kukuh dengan pendiriannya.
“Ibu, tidak baik menghalangi niat baik seseorang, lagi pula niat baik itu harus di segerakan Ibu,“ Aku mencoba bernegosiasi pada Ibu.
“Enam bulan!!! Enam bulan Indah, kamu minta waktu lagi kepada Andre untuk melangsungkan pernikahanmu hingga enam bulan ke depan!!“ seru Ibu pada akhirnya, yang membuat aku tidak mengerti dengan keputusan Ibu.
“Maksud Ibu apa??” tanya Indah sambil mengernyitkan dahinya.
“Ibu akan mencarikan jodoh untuk Anjani dalam waktu enam bulan, jika dalam waktu enam bulan Anjani belum juga menikah, maka kamu ibu izinkan untuk menikah duluan“ jelas Ibu, yang membuat hatiku semakin sakit, hidupku terasa tak lagi berarti, aku hanya bisa pasrah dengan setiap keputusan Ibu, selama ini aku sudah berusaha, tapi semuanya sia-sia belaka.
Hingga pada suatu hari bibi adik dari Ayahku menelponku, beliau bilang akan mempertemukan aku dengan seorang pria, kadang aku merasa keinginananku seperti sedang di permainkan oleh Allah, ketika aku berdo'a dan terus berusaha meminta jodoh kepada Allah, Allah tidak kunjung mendatangkannya, tapi ketika aku pasrah justru jodoh itu datang sendiri.
__ADS_1
“Jan, bibi ingin memperkenalkanmu dengan seorang kerabat jauh keluarga kita, dia pria yang baik, keturunan baik-baik, memiliki pekerjaan yang baik, gaji yang cukup, dan memiliki tingkat ke imanan yang cukup, usianya juga sudah mapan, sekitar beda lima atau enam tahun dengan Jani, bagaimana?apa Jani setuju ?” tanya bibi di seberang sana, Aku menatap ibu yang sedang menatapku sambil memanggutkan kepala nya, kode tanda aku harus menyetujuinya.
“Baik bibi, Jani setuju, untuk sementara Jani ingin bertemu dulu saja“ jawabku.
“Baik Jan, senin depan, keluarga kita akan langsung mengadakan pertemuan“ putus bibi.
“Iya baik bi, Jani tunggu“
Aku memberitahukan Ibu tentang maksud baik bibi yang ingin menjodohkan aku dengan pria yang sama sekali tidak aku kenal, aku tidak tau kenapa aku menerima perjodohan ini, hatiku hampa. Aku hanya ingin membuat Ibu tersenyum itu saja. Ibu bahagia jika aku secepatnya menikah bukan???.
Bersambung...........
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, bintang lima dan vote sebanyak banyak nya ya readers.......
makasiihhhhh