
Setelah pamitan kepada Ibu, aku berangkat untuk menemui Rani di tempat yang sudah di janjikan aku dan Rani, Setibanya di tempat itu, aku melihat Rani yang sudah menungguku sambil mengusap - usap gelas yang penuh dengan embun dari es batu yang mencampuri minuman yang di pesan Rani, Aku tersenyum sambil melambaikan tangan pada Rani, dan Rani membalas lambaian tanganku.
"Rani, apa kabar Ran??" sapaku yang langsung mendapat pelukan hangat dari rani sambil langsung cikipa - cikipi.
"Baik, Anjani sayang, kamu kemana aja??mentang mentang udah kaya, lupa sama aku" tanya Rani yang membuatku agak terkekeh.
"Aku ada aja Ran, ya di mana - mana pengangguran 'kan suka lebih sibuk dari pada orang yang punya kerjaan" jawabku sambil tertawa.
"Iya sibuk baca novel, sama nonton drama ya??" tanya Rani yang membuatku semakin tertawa, dari dulu Rani tau kebiasaanku tentang membaca novel dan nonton drama korea.
"Iya sih haha, eh Ran kamu ada berita heboh apa sih?? sampe - sampe kamu ngajak aku ketemuan segala" tanyaku menanyakan apa yang ingin ku tanyakan dari kemarin pada Rani.
"Haha ... gak sabaran amat bu, santuy aja dong, beneran mau tau kabarnya??" tanya Rani sambil menaik turunkan alisnya. Rani seolah mau mempermainkan aku, dengan terus membuatku penasaran.
"Iya Ran, apaan sih?? aku keppo banget nih?" tanyaku terus menerus, membuat Rani tersenyum dan langsung merogoh sesuatu dari tasnya.
"Ttttaaaaaarrrrraaaaaaa ... !!!!" Rani mengeluarkan selembar kertas ke hadapan wajahku.
"Apa ini??" Aku mengernyitkan dahiku sambil membolak balik kertas yang di berikan Rani padaku.
__ADS_1
"Undangan?? kamu mau nikah Ran??" tanyaku yang entah kenapa aku ikut sumringah ketika melihat kertas undangan yang menyatakan Rani akan segera menikah.
"Iya, Anjani sayaaaannnggg ... aku mau married" jawab Rani sambil memelukku dan mengguncang - guncangkan tubuhku, terlihat Rani amat bahagia dengan berita ini.
"Ya ampuuunnn selamat ya Ran, aku ikut senneeeennnggg banget dengernya" jawabku sambil membalas pelukan Rani.
"Makasih ya Jan, kamu harus hadir ya, kamu harus jadi pengiring pengantin aku," Pinta Rani.
"Siap ... insya Allah, pasti" Jawabku mantap.
"Lagi pula masih 1 bulan lagi kan??" Lanjutku.
"bagi orang yang lagi bahagia, satu bulan itu gak ada artinya, gak akan berasa apa - apa hhheee ... " Aku terkekeh melihat ekspresi Rani yang berlebihan menurutku.
"hhhiii Iya ya Jan, gak nyangka aku bakalan nikah, kamu cepet nyusul ya Jan".
"Iya Ran, aamiin, do'a nya ya Ran" Pintaku.
"Iya pasti Jani, aku doain kamu cepet nikah juga hhee".
__ADS_1
Bertemu sahabat setelah sekian lama itu rasanya menyenangkan, waktu seharian sama sekali tak terasa, kami terus mengobrolkan masa - masa di mana kami tidak saling bertemu, membicarakan pengalaman masing - masing. Hingga akhirnya waktu sudah menunjukkan sangat sore, aku memutuskan untuk mengakhiri pertemuanku dengan Rani yang juga langsung di setujui Rani, aku berpelukan dan saling melambaikan tangan dengan Rani, seolah berat untuk berpisah, aku belok kiri dan Rani belok kanan untuk menuju rumah kami masing - masing.
Di tengah Jalan aku melihat ada warung tenda yang menjual soto ayam, seketika aku ingat makanan ini adalah makanan ke sukaan Ibu, aku memutuskan untuk berhenti dulu untuk memesan soto ayam, Aku masuk ke dalam warung tenda yang lumayan besar ini, mungkin karena sekarang hari minggu jadi pengunjung cukup ramai, aku memutuskan untuk duduk di kursi pengunjung yang telah di sediakan sambil menunggu pesanan dua porsi soto ayam pesananku, Aku memilih untuk membungkusnya dan membawanya pulang, dua porsi soto ayam yang ku pesan, satu porsi untuk Ibu, dan satu porsi lagi untuk Indah.
Sambil menunggu pesananku, aku mengedarkan pandanganku ke sekelilingku sambil memainkan ponselku, tapi seketika aku menangkap pemandangan yang sangat familiar di seberang kursiku, aku seperti mengenal pakaian yang di gunakan oleh seorang perempuan yang membelakangiku, perlahan aku mengintipnya, kenapa bajunya sama dengan milikku ya?? apa bajuku itu sangat pasaran?? hingga dari model dan warnanya juga sama persis dengan milikku, aku melihat tas yang di simpan di samping wanita itu juga sama dengan milikku, siapa dia????.
Lagi - lagi rasa penasaran membuatku melupakan prinsipku untuk tidak keppo dengan urusan orang, aku menyelinap sambil mengendap - endap ingin melihat dengan jelas siapa pemilik barang - barang yang sama seperti milikku.
Karena suasana cukup ramai orang itu tidak menyadari kehadiranku yang terhalang oleh dua meja itu, perempuan itu ternyata tidak sendiri, tapi dia bersama seorang pria , mungkin itu pasangannya, mengingat mereka terlihat sangat romantis, sampai saling suap suapan segala, Aku tidak bisa melihat mereka dengan jelas karena terus terhalang oleh pelayan yang sibuk mengantarkan pesanan, Aku juga tak bisa mendengar suara - suara mereka dengan jelas, yang terdengar hanya suara tawa mereka saja, aku terus menajamkan pandanganku.
Sebentar ... kenapa aku merasa sangat mengenal perempuan dan pria itu, iya aku sangat mengenalnya, mereka adalah orang terdekat ku dari dulu.
Deg ... deg ... deg ...
Bersambung..................
Kira kira siapa ya perempuan dan pria yang di lihat oleh Jani???hhheee...
Jangan lupa, Like, Komen, Kasih Bintang Lima dan vote sebanyak banyak nya ya readers.....makasiiihhhh....
__ADS_1