
"Anjani ... Indah ... " Ku dengar sayup-sayup Ibu memanggil namaku dan Indah, mungkin Ibu sudah pulang dari acara pengajiannya, seolah telingaku menjadi tuli, seolah tubuhku menjadi lumpuh, aku masih tak bergeming, aku masih terduduk kaku di dinginnya lantai, aku memandang nanar tembok di hadapanku, Indah adikku tersayang, hatimu tak semulus dan tak seputih kulitmu.
*K*enapa dek?? kamu tega sekali kepada Kakak? kamu harapanku satu satunya Indah.
Ternyata apa yang di katakan pepatah memang benar adanya "orang yang paling dominan akan menyakiti dan menghianati kita adalah orang yang paling dekat dengan kita" Indah sayang, dari dulu aku sangat menyayangimu setengah mati, tapi kini aku ingin membencimu sampai aku mati. Meski sungguh aku tak bisa melakukannya. hanya saja rasa sakit yang kian menumpuk di hatiku yang terus meronta ingin meledak.
Krrrriiieeeeettttt ...
Ku dengar seseorang membuka kamar Indah yang kini aku berada di dalamnya.
"Anjani!!! kamu kenapa nak?? kenapa bajumu banyak darah?? kamu terluka iya?? kamu kenapa nak?? bilang sama Ibu!!!" teriak Ibu seraya memelukku yang masih tak ingin bergerak karena shock yang baru saja menemukan fakta penghianatan dari orang yang paling ku sayangi.
"Anjani kamu kenapa?? kamu bicara sama Ibu nak" air mata Ibu mulai luruh melihat ke adaanku yang sangat kacau, tapi aku seolah mati rasa, aku tidak peduli lagi dengan tangisan Ibu.
Seketika bayangan buram masa kecilku dan Indah terus bermunculan di kepalaku.
"Kakak, Indah mau makan sama Ibu, gak mau makan di suapi Kakak," rengek Indah yang kala itu harus aku jaga, karena Ibu bekerja dan tetangga yang biasa di titipi Indah ada keperluan hingga tak bisa menjaga Indah.
"Ibu gak ada Dek, Ibu lagi kerja, kamu makan sama Kakak ya, yuk kakak suapin" rayuku, sambil berusaha menyuapkan sendok makanan ke mulut Indah yang kala itu masih berusia lima tahun, dan usiaku baru sepuluh tahun.
"Gak mau Indah mau nya sama Ibu!!" seru Indah sambil menendang piring yang berisi makanan ke wajahku, hingga makanan dengan kuah sop di piring yang ku pegang jatuh membasahi wajah dan bajuku.
"Indah, jangan gitu ayo makan dulu sama Kakak" Aku tidak marah sama sekali, aku masih terus merayunya.
"Gak mauuuuuu hhhhuuuuuaaaaaaa!!" Indah malah terus meronta dan berteriak menangis, Aku berusaha menggendong Indah yang berat badan nya setengah dari berat badanku, karena Indah balita lucu yang memiliki pipi gembil dan tubuh montok. Tapi setelah aku berusaha menggendongnya hingga terseok-seok, Indah malah pipis dan ah ... Indah pup di tubuhku, Aku segera berlari ke kamar mandi sambil terus menggendong Indah yang terasa berat untukku, aku memandikan Indah dan membersihkan diriku sendiri, aku memakaikan baju pada Indah dan memberinya minyak telon dan bedak, seperti yang sering di lakukan Ibu, aku meninabobokannya hingga Indah tertidur lelap.
Lalu bayangan itu menjadi buram dan kabur di pandangan mataku.
Kala itu, Indah yang berusia enam tahun, sakit, dia mengalami demam tinggi hingga membuat ibu panik, hujan di luar cukup deras, waktu sudah sangat sore dan hampir malam, kilat menyambar-nyambar, Ibu hanya bisa menangis, dan terus menghubungi dokter yang bisa di panggil ke rumah tapi nihil, karena cuaca sangat tidak mendukung. Akhirnya aku memutuskan untuk berlari ke luar rumah mencari pertolongan dan membeli obat di apotek, dengan tubuh basah kuyup aku tiba di apotek dan segera membeli obat penurun demam, di jalan ketika pulang menuju rumah aku melihat pedagang roti coklat ke sukaan Indah, aku membeli roti coklat itu dengan sisa uang yang ku miliki, hingga tiba di rumah tubuhku telah menggigil, tapi aku tidak menunjukkannya pada Ibu, aku langsung memberikan obat dan roti coklat itu pada Indah, hingga dia terlelap tidur dan demamnya berangsur turun.
__ADS_1
Bayangan itu pun mulai kabur dan menghilang dari pandanganku.
Bahkan kala itu, ketika Indah memecahkan vas bunga kesayangan Ibu, aku lah yang mengakui kesalahan Indah hingga akulah yang di maki Ibu. Kemudian segala bayangan-bayangan lainnya yang menyakitkan terus berdatangan di kepalaku. Hingga aku merasa muak di buatnya, ternyata rasa sakit itu bukan berasal dari penghianatan antara perempuan yang ku sayangi, dan laki-laki yang memberiku harapan, tapi bayangan itu berasal dari masa lalu kelam, pahit, penuh perjuangan namun tak pernah di hargai.
Perlahan aku bangun dan berjalan menuju kamarku sendiri, aku merebahkan diriku dan meringkuk, aku menutupi seluruh badanku dengan selimut, aku merasakan Ibu terus mengikutiku sambil terisak, Ibu mengguncang tubuhku, aku tahu Ibu begitu khawatir terhadapku. Aku membuka selimutku dan menatap Ibu yang tengah menatapku dengan penuh tanda tanya, Aku ingin menceritakan semua bebanku pada Ibu, Aku menatap Ibu lekat. Kira-kira bagaimana reaksi Ibu ketika tau Indah telah menyakiti hatiku? Aku tidak ingin menceritakannya, tapi hatiku sakit sekali.
Akhirnya aku menceritakan semua kejadian yang ku lihat hari ini, dari mulai aku melihat Indah yang tengah suap-suapan dengan Kak Luqman, hingga pesan pesan Andre di handphone Indah.
Seketika tangis Ibu pun pecah, Ibu memelukku dengan eratnya, aku tau ada perasaan bimbang di hati Ibu, aku tau Ibu di landa ke bingungan yang teramat sangat. Bagaimanapun aku dan Indah adalah anak kandung Ibu, tapi aku tau Ibu akan bijaksana dalam menyikapi masalah ini.
Setelah selesai bercerita pada Ibu, aku menghela napasku dalam, aku tersenyum pada Ibu yang sulit Ibu artikan, aku bangkit dan menatap cermin di kamarku.
"Apa salahku pada kalian?" bisik hatiku. Aku menoleh pada Ibu yang terus saja menangis.
***
Pllllaaaaaaakkkkkkk!!!!
Aku melihat Ibu menampar Indah, aku melihat pertengkaran yang begitu hebat dari balik pintu kamarku.
"Dasar anak tidak tau diri!!!!!!! kenapa kamu tega sekali menghianati Kakak mu sendiri??!!!" Ibu berteriak pada Indah, aku tau ibu sedang di kuasai emosi kini, aku ingin menyelamatkan Indah dari amukan Ibu, tapi kakiku terasa di kunci rapat.
"Ma maksud Ibu apa??" air mata Indah sudah luruh, tapi dia masih pura-pura tidak mengerti.
"Kenapa kamu selama ini berpacaran dengan dua pria sekaligus?!!! Andre dan Luqman??Perempuan macam apa kamu Indah???, Kamu sendiri tau ke dua pria itu menaruh harapan pada Kakakmu, tapi kenapa kamu malah mendekati mereka??!!" seru Ibu masih tidak bisa mengendalikan dirinya.
Hatiku yang rapuh, dan tidak bisa melihat orang lain terluka akhirnya memutuskan untuk mengalah, aku tidak ingin keluargaku hancur hanya karena egoku, aku akan melerai mereka meski hatiku sudah hancur berkeping-keping, dan mungkin selamanya akan menyisakan luka, layaknya kaca yang pecah, mungkin masih bisa di satukan kembali meski dengan susah payah, tapi tidak akan pernah semulus dan serapih seperti sebelum pecah.
Tapi belum kakiku genap satu langkah untuk menuju keluar aku mendengar jawaban Indah yang cukup menohok.
__ADS_1
"Iya!!! Indah sengaja melakukan semuanya, karena Indah sangat membenci kak Anjani!!" Indah berteriak mengatakan semuanya, membuat hatiku semakin hancur.
"Apa???!!!!!" terdengar Ibu membentak Indah, mungkin kini Ibu sudah mengeluarkan taringnya,
"Kenapa kamu membenci Kakakmu sendiri??? apa salah Kakakmu kepadamu Indah??"
"Karena kak Anjani selalu merebut seluruh perhatian Ibu dan semua orang dari Indah, kak Anjani selalu di nomor satukan dan Indah selalu di nomor duakan, Kak Anjani selalu mendapatkan segalanya sementara Indah tidak. Jadi kenapa selama ini hanya nama Kak Anjani yang di elu-elukan?? kenapa Indah tidak?? Indah benci ketika semua orang mengenal Indah lewat nama Kak Anjani, Indah benci ketika Ibu terus mencari pria terbaik hanya untuk kak Anjani, dan tidak untuk Indah, Indah benci ketika Ibu terus membicarakan kesempurnaan Kak Anjani kepada semua orang, Indah juga benci ketika terus di banding-bandingkan dengan Kak Anjani, Indah benci kak Anjani, Indah benci!!!!" Indah terus meracau ke mana-mana, dia semakin histeris mengeluarkan segala kecewa dan unek-uneknya, dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya bahkan ketika di hadapan Ibu.
"Tapi perempuan yang sangat kamu benci itu sangat menyayangi kamu Indah, dia rela mengorbankan separuh hidupnya hanya karena ingin melihat kamu hidup layak, dia selalu mengesampingkan mimpi dan ke inginannya hanya untuk kamu" jawab Ibu lirih dan mulai melemah, sambil memegang dadanya.
"Indah gak butuh uang kak Anjani, Indah hanya butuh Ibu bersikap adil kepada kami!!" Indah masih terus berteriak.
"Ke adilan mana yang kamu inginkan Indah?? Kalian sama-sama mengenyam pendidikan dengan strata yang sama, kalian sama-sama anak kebanggan Ibu, kalian sama-sama menjadi nomor satu di hati Ibu, iya mungkin ada banyak hal yang berbeda dari kalian, kalian di tempa dengan cara yang berbeda, Anjani menjalani hidupnya dengan segudang penderitaan, sementara kamu menjalani hidupmu dengan sangat baik tanpa kekurangan apapun, kamu tau itu melalui perantara siapa Indah?? itu semua berkat perempuan yang paling kamu benci" jelas Ibu suara Ibu terdengar sangat bergetar hebat seperti sedang menahan sesuatu.
"Ibu telah gagal mendidik kamu Indah, Ibu sangat kecewa kepadamu, Ibu salah menilai kamu selama ini" Ibu berlalu meninggalkan Indah yang tengah terisak sendiri.
Sementara itu, Indah bangkit menuju kamarnya, tak lama terdengar hentakan pintu yang sangat keras, dan teriakan suara Indah yang cukup panjang.
Aku tersenyum miris di balik pintu kamarku, mendengar semua pengakuan hati Indah. Jadi selama ini itulah kesungguhan hatimu terhadap Kakak Indah??.
Kini suasana cukup mencekam, dingin, sedingin hatiku, selama ini aku hanya menyuplay semua kebutuhan ekonomi untuk Indah, tapi aku melupakan hati dan perasaannya, alasan macam apa itu Indah?.
Ternyata tak pernah sekalipun Indah mencintaiku, menyayangiku, dan menghargaiku sebagai seorang Kakak, kebencian telah merubahmu Indah, tapi sebenci apapun kamu terhadapku tak akan mengubah kasihku padamu, aku akan memaafkanmu jauh sebelum kamu memintanya, untuk saat ini aku hanya butuh waktu untuk membenahi hatiku. Sungguh aku hanya manusia biasa yang hatinya mudah berubah-ubah.
Bersambung.................
Tangis author pecah, ketika mengetik part ini, penghianatan adik yang paling di sayangi kakaknya .....ngenes banget dah.....
Terus dukung author ya readers yang author kasihi, terus berikan like, komen , star 5 dan vote sebanyak banyak nya.....author tunggu yaaaaa....makasih.
__ADS_1