Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 101


__ADS_3

"Lantas kenapa ada tidak lapor kalau akan melakukan operasi tangkap tangan" Kata Kompol Norman setelah menelepon kepala reserse narkoba menanyakan tentang adanya operasi tangkap tangan di Albara Hotel.


Jawaban kepala reserse narkoba dki justru tidak ada operasi yang sedang di jalankan. Kecuali jika keadaan darurat umpama petugas sedang berada di suatu tempat lantas melihat pengguna yang sedang mengkonsumsi, atau melihat transaksi. Mereka boleh melakukan operasi tanpa perintah, cukup melaporkan kronologis sebelum/saat menangkap pelaku.


"Hmm begitu" guman Kompol Norman menatap anggota yang akan nenggeledah empat anggota geng peduli sesama.


"Maaf komandan, Kami hanya bekerja cepat karena pelaku sedang melarikan diri, kami jaga sedang menyelidiki markas mereka" ucap Brigadir Sutarman agak gugup.


"Saudara Rolan jika mereka terbukti pengedar narkoba, dan mereka bermarkas di Albara Group atau mengkonsumsi narkoba di Albara Hotel, maka pihak Albara group juga akan terjerat hukum, sebagai pelindung pengedar narkoba" ujar Brigadir Sutarman selanjutnya.


Suasana terlihat makin tegang, Rolan kelihatan gelisah para anggota geng peduli sesama terlihat cemas sementara empat orang anggota mereka yang sedang di periksa terlihat pucat.


"Periksa mereka.." perintah Brigadir Sutarman.


"Borgol yang wanitanya" petintahnya lagi menunjuk ke arah Anita.


Seorang anggota segera menggeledah ke empat anggota geng peduli sesama. Semua kantong baju, celana bahkan dompet di periksa. Brigadir Sutarman terlihat agak kecewa saat anggotanya tidak menemukan barang yang di cari, setelah menggeledah ke empat anggota geng Peduli Sesama.


Kompol Norman adalah kepala deputi pembratasan Badan Narkotoka Nasional, merasa terprovokasi, oleh tindakan yang di lakukan Brigadir Sutarman.


"Ariel, sebelum kalian pergi, saya sudah ingatkan supaya kalian tidak berhubungan dengan hal hal yang melanggar hukum. Jika kalian terbukti melakukan tidak tidak kriminal maka saya sendiri yang akan memenjarakan kalian" Kompol Normal lalu menelepon seseorang.


"Unit Anjing pelacak, kami mencurigai sesuatu di Albara hotel, segera kirim Anjing pelacak ke Albara Hotel"

__ADS_1


"Siap Komandan" terdengar suara di telepon Kompol Norman.


Setelah semua anggota geng peduli sesama di geledah, tapi tidak di temukan narkoba dari mereka. Semua anggota geng peduli sesama yang hadir tadinya terlihat tegang sekarang mulai tenang.


"Guk guk guk guk" unit anjing pelacak yang baru saja sampai terdengar menggonggong beringas pertanda mereka sedang mencium narkoba.


Wajah Brigadir Sutarman yang tadi kecewa kembali terlihat berseri melihat kehadiran unit Anjing pelacak yang seperti melihat seekor buruan ingin segera menerkamnya. Anjing pelacak terus meronta dari ikatan yang di pegang petugas.


"Guk guk guk" anjing pelacak terlihat beringas memandang Albara yang berdiri agak dekat.


Albara baru sadar kalau tadi dia sempat menyimpan empat bungkusan yang di sambitkan Khoiril ke kantong celana empat anggota geng peduli sesama. Saat itu Albara secara diam diam menyimpan empat bungkusan yang di ambilnya dari ke empat anggota geng peduli sesama di cincin pintak pinto.


"Ini trik kotor kalian, pasti kalian telah berencanakan ini sebelumnya" protes Anita saat seorang anggota polisi membelenggunya.


"Nona... bicaranya nanti saja di kantor polda" ujar brigadir Sutarman.


"Jangan kira saya tidak tau bisnis kalian, istri presiden pendekar kuda besi sudah cerita sama Anita saat menginginkan geng Sabah matrampit. Mereka bekerja sama dalam pengedaran narkoba dengan polisi yang haus pangkat jabatan. mereka memberi tahukan pembeli pada polisi, atau menyeludupkan narkoba pada seseorang lalu di laporkan pada polisi cs mereka. Kemudian polisi cs mereka akan bertindak untuk ditangkap konsumen narkoba" Anita terus bicara seperti menelanjangi brigadir Sutarman.


"Lalu polisi cs mereka akan menangkap konsumen mereka, tentu saja mereka berhasil menangkap konsumen mereka, sedangkan pengedarnya sendiri dilindungi. Kemudian dengan keberhasilannya polisi cs mereka akan naik pangkat atau promosi jabatan, jangan jangan jika kau berhasil menemukan narkoba di sini, pangkatmu akan naik menjadi Kompol lalu promosi jabatan menggantikan Kompol Norman ha ha ha" Anita terus nyerocos.


Muka Brigadir Sutarman memerah seperti sedang di permalukan, ucapan anita seperti benar benar mengena untuk triknya kali ini.


"Tutup mulutmu wanita ******" bentaknya Brigadir Sutarman.

__ADS_1


Tiba tiba anjing pelacak menyerbu brigadir Sutarman lalu menggigit kantong celana depannya, Anjing pelacak terus menggigit tidak mau melepaskan hingga petugas nenjinakkannya. Saat di periksa di kantong Brigadir Sutarman di temukan sebungkus sabu sabu.


"Guk guk guk" Anjing pelacak kembali mengendus ngendus lalu menerkam dan menggigit kantong seorang anggota geng pendekar kuda besi terdekat. Seperti yang terjadi pada Brigadir Sutarman, sabu juga di temukan pada ketiga anggota geng pendekar kuda besi. Anjing pelacak menjadi tenang setelah menemukan empat bungkus sabu sabu dari Brigadir Sutarman dan tiga anggota geng pendekar kuda besi.


"Dor dor" Brigadir Sutarman jadi kalap langsung menembak anjing pelacak.


"Auuugh" anjing pelacak mengerang lalu jatuh berkelonjotan lalu diam tak bergerak dengan kepala tertembus peluru.


"Angkat tangan" Kompol Norman menodongkan pistolnya ke kepala Brigadir Sutarman.


Kondisi jadi terbalik Kompol Norman memerintahkan memborgol brigadir Sutarman dan ketiga anggota geng kuda besi. Pada brigadir Setarman didapati membawa kunci rumah yang mencurigakan. Setelah diinterogasi, diakui bahwa kunci tersebut adalah kunci gudang geng pendekar kuda besi dimana masih ada stok sabu lain disimpan.


Kompol Norman menghubungi Kasubdit I AKBP Bintang, untuk melakukan operasi darurat ke lokasi markas geng pendekar kuda besi. Operasi di lakukan di pimpin langsung oleh AKBP Bintang segera menuju lokasi, di lokasi gudang geng pendekar kuda besi diamankan 56 paket sabu di dalam salah satu kamar. Total barang haram yang disita dari sindikat internasional itu 281 kilogram.


"Proses pengiriman sabu dikendalikan oleh seorang Presiden geng pendekar kuda besi bekerja sama dengan Brigadir Sutarman di Jakarta, mereka mengontrol pengiriman untuk wilayah Jawa Barat, Jambi, Palembang, dan Jakarta," kata seorang anggota geng pendekar kuda besi saat di introgasi Kompol Norman.


Setelah ditangkap, para pelaku akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika. Ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun.


Setelah dilakukan penangkapan yang dipimpin Kasubdit I AKBP Bintang, pelaku langsung ditahan di Polda Metrojaya.


"Kita prihatin karena geng pendekar kuda besi juga melibatkan para remaja dan ibu rumah tangga dalam peredaran narkoba dan pengakuan Brigadir Sutarman mereka sudah beberapa kali melakukan pengiriman" ungkap AKBP Bintang pada Kompol Norman.


Brigadir Sutarman juga di jerat pasal berlapis penembakan terhadap aparat. Karena telah melakukan penembakan terhadap Unit Anjing Pelacak.

__ADS_1


"Saudara Rolan pihak geng motor peduli sesama juga akan di minta kesaksian dalam pemeriksaan tersangka, saya harap kalian bisa bekerja sama dalam hal ini" kata Kompol Norman saat membawa Brigadir Sutarman dan tinga Anggota geng pendekar kuda besi ke Polda Metro Jaya.


__ADS_2