
Bantu suport dengan memberi like dan vote, jangan lupa kasih jaga love nya
*****
Profesor husen mengucapkan salam, kemudian memperkenalkan diri sebagai dosen ahli eskatologi islam (ilmu akhir zaman). Mengajar di berbagai universitas di Usa, India, Pakistan dan al Azhar Kairo. Dia juga mohon maaf jika opini, pendapat dia memiliki perbedaan dengan teori ekonomi yang di ajarkan di universitas Kota Tapus.
"I am sorry, dalam topik ini saya mungkin punya opini yang berbeda dari teori ekonomi yang di ajarkan di Universitas Kota Tapus, bicouse .... Dasar pemikiran yang saya gunakan bertitik tolak dari Islamic Eskatologi, tapi saya harap perbedaan tidak membuat kita saling hujat apakagi saling jotos, biarkan semua perbedaan pendapat habis di ruangan ini saja" kata prof Husen.
"Bertolak dari sebuah hadis tentang akhir zaman, yang menyatakan bahwa di akhir zaman semua orang tidak akan Selamat dari Praktek Riba" prof diam sejenak.
"Why...." Bertanya tapi tidak minta jawaban.
"Bicouse ... Sistim keuangan yang di terapkan di seluruh Negara adalah sistim riba. Tidak perlu kita bertanya kapan ini akan terjadi, atau beropini keadaan ini sudah sering kita alami. Sejarah tidak akan berulang dua kali hanya terjadi sekali semenjak hadis tersebut di sampaikan hingga hari kiamat. Karena keadaan ini sedang kita alami, kita boleh pasrah dengan keadaan tapi haruskan generasi sesudah kita juga menanggungnya." prof Husen memberi jawaban sendiri.
"This topik is very important... oleh sebab itu topik ini mrnjadi sagat penting di zaman ini khususnya bagi umat islam. Ingat karena kita sedang mengalaminya" lanjut prof Husen.
"Pendapat saya sistim keuangan yang ada sekarang adalah riba, jika di lihat dari dua hal. Saya akan sampaikan dua alasan ini tapi... Jangan laporkan saya pada polisi ya... karena ini hanya kajian ilmu dari Islamic Eskatologi" kata prof Husen sambil ketawa, di ikuti peserta seminar juga tertawa, hibgga suasana menjadi rilek kembali.
"Alasan Nomer one,... uang kertas yang di gunakan adalah haram." kata prof Husen sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kertas.
__ADS_1
"This is one dolar Usa, and this one is seribiu rupiah Indonesia" katanya memperlihatkan dua lembar uang kertas di tanganya.
"Dimana akal sehat, dimana akal sehat, satu lembar kertas di tulis 1 $ harus di tukar lima belas lembar kertas bertuliskan Rp. 1000," kata prof Husen makin bersemangat.
"Apa Indonesia rela jika amerika memiliki lempeng emas ditulis satu dolar, harus di tukar dengan lima belas lempeng emas Indonesia yang bertulis satu ribu rupiah dengan berat keduanya sama? ..... It is riba, it is harom" kata prof Husen.
Semua orang makin serius mengikuti jalannya seminar.
"Saya kagum dengan presiden pertama Indonesia ir. Soekarno, Waktu mau mencetak uang kertas dia undang ulama dari berbagai Daerah bahkan dari Luar Negri. Semua ulama sepakat menantang presiden ir. Soekarno, kecuali jika uang kertas yang di cetak nilainya akan selalu sama dengan nilai emas atau perak. Misalnya jika nilai uang Rp. 25 sama nilainya dengan 1 gram emas. Nilai ini harus bertahan sampai kiamat sekalipun" kata prof Husen.
"Coba lihat Sekarang apakah nilai tersebut masih sama, jika tidak berarti para ulama telah di khianati." kata prof Husen lagi.
"Sebuah tatanan ekonomi yang ditopang dengan sistem riba tidak akan pernah benar-benar sehat. Kalaupun suatu ketika tampak sehat, ia sebetulnya sedang menuju titik kolaps setelah mencapai puncaknya dari siklus krisis ekonomi (inflasi). Melihat kenyataan sekarang inflasi semakin merajalela ketika uang kertas diciptakan tanpa dibacking oleh barang tambang. Uang kertas diberlakukan di seluruh dunia karena Bretton Wood System. Uang kertas adalah riba dan akal-akalan oleh persekutuan beberapa pihak untuk menguasai ekonomi dunia. Di sini penulis tertarik untuk mengkaji mengenai dalil-dalil hukum dalam menetakan riba uang kertas dan relevansinya di zaman sekarang. Ini mengingat bahwa kita merupakan umat islam yang masih hidup perlu aktif dalam penelitian dan berfatwa. Penelitian ini merupakan penelian hukum doktrinal dengan menggunakan metode penelitian library research. Dalam penelitian ini menggunakan bahan hukum primer berupa Al-Qur’an dan Hadist, sedangkan bahan hukum sekunder berupa The Gold Dinar and Silver Dirham: Islam and The Future of Money dan The Prohibition of Ribah in the Quran and Sunnah. Teknis pengumpulan data kepustakaan yang diperoleh melalui kepustakaan. Sedangkan analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu suatu metode pengumpulan data untuk menetukan isi atau makna aturan yang dijadikan rujukan dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang menjadi objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode epistemologi atas eskatologi. Kita menyatakan bahwa uang kertas termasuk dalam kategori riba dengan mempertimbangkan faktor sejarah uang kertas, politik uang kertas, dengan mengacu pada ayat-ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 278-281 dan Hadis-hadis nubuat (eskatologi) Nabi S.A.W. jika dikaitkan uang kertas dengan inflasi. Inflasi di zaman sekarang dapat menghancurkan perekonomian suatu negara, seperti kejadian di Zimbabwe. Negara Zimbabwe yang mata uangnya harus memiliki angka nol lebih dari 12 (100.0000.000.000) untuk bisa menyamai harga satu dolar Amerika Serikat."
Prof Husen diam sejenak lalu memandang peserta seminar.
"Di sini saya bicara sebagai Ahli Islamic Eskatologi, di mana di akhir zaman periode uang kertas akan hancur di ganti dengan uang emas dan perak, saat itu uang kertas akan menjadi mainan anak anak bahkan di buang berhamburan di jalanan" kata prof Husen.
"Jadi Islamic Eskatologi mengabarkan jika solusi dari mata uang riba adalah kembali ke uang emas dan perak" kata prof Husen.
__ADS_1
Prof Husen diam sejenak lalu melihat jam tangannya, melihat jam sudah menunjukkan waktuistirahat prof Husen pun menutup paparannya, dan akan di lanjutkan setelah istirahat.
Albara yang merasa sangat ngantuk dengan susah payah dia berusaha untuk tidak tertidur, tapi kantuknya mengalahkannya hingga kepalanya tersender ke bahu Mulan dengan mata terpejam, Albara tersadar saat Mulan membangunkanya.
"Kak bara bangun, saat nya ngopi break" bisik Mulan.
Kepala Albara masih terasa pusing saat membuka matanya, Albara melihat seperti ada dua Mulan di depannya, di kucek kuceknya matanya, tapi Mulan masih ada dua di depannya, di lihatnya benda benda di sekelilingnya juga terlihat ada dua. Kembali dia pejamkan matanya hingga pusing di kepalanya hilang.
"Maap dek Mulan, kakak ketiduran tadi malam telat tidur" kata Albara.
"Mikirin apa sih, gak pakek tidur" kata Mulan.
"Gak mikir apa apa... Cuman kakak bosan tiduk dewek, miring ke kiri, miring ke kanan cuma liat dinding, terlentang terasa tindak enak, mata terpejam tapi tidak nyenyak" kata Albara menyembunyikan alasannya.
"Makanya secepatnya nikahi Mulan biar di temani tidurnya" kata Mulan.
"Iya itu yang jadi keinginan kakak, kakak juga sudah tidak sabar pengin ada yang nemani tidur, apalagi yang temani non Mulan, baru bisa nyender di bahunya non Mulan kak bara langsung tertidur nyenyak " kata Albara sambil menggandeng Mulan.
Mereka keluar ruangan ngopi break selama jeda 15 menit, Menikmati snack dan kopi. Albara mencari tempat yang agak sepi untuk mereka berdua.
__ADS_1