Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 52


__ADS_3

Selah perundingan yang alot tidak ada hasil akhirnya semua pihak bertahan dengan pendirian masing masing, mslam kian larut hingga di sepakati 3 bulan berikutnya akan bertemu lagi untuk cari kemupakatan. Kakek dan rombongan kembali kerumah masing masing, dalam keadaan sangat kecewa dan terlihat sangat emosi sebagai orang tua dia merasa sedang di permainkan.


Albara lebih kecewa lagi atas kejadian ini, timbul dalam pikiranya kalau ini cara pak Sekda menolaknya secara halus. Berpikir tentang nasibnya yang tidak beruntung, secara beruntun semenjak orang tuanya menghilang, air matanya mulai meleleh membasahi pipinya, benar benar dia merasa sendirian tak berdaya mengarungi kehidupan. Apalagi terpikir dengan rintangan yang sedang di hadapinya di masa depan. Cincin pintak pinto yang jadi harapan baru baginya, ternyata hanyalah benda mati yang tak berguna.


Satu satunya tempat mengadu hanyalah Allah Tuhan yang Maha Esa. Semenjak saat itu dia semakin sering ke masjid sholat berjamaah, bahkan sebelum subuh dia sudah di masjid melaksanakan sholat tahajud. Entah kenapa setelah selesai sholat di masjid membuatnya makin nyaman seolah problem berat yang akan di hadapinya terasa enteng.


*****


Hubungan Albara dengan Mulan semakin intim kemana mana mereka berdua, seolah sepasang marpati yang tak terpisah kan, banyak yang iri dan juga dengki dalah satunya Camat Samsul dan Andree Lee yang sudah lama punya hati pada Mulan. Camat Samsul berusaha memprovokasi pihak suku tenganai Sekda Kota Tapus untuk tidak menurunkan uang antaran dengan harapan pernikahan mereka akan gagal.


Sementara itu Andree Lee melakukan pendekatan dengan Ibuk Susanti dan pak Sekda mengandalkan kekayaan orang tuanya. Saat pak Sekda dan ibu Susanti memberikan sinyal menerima pinangan Cagub Sulaiman untuk menjadikan ibu Susanti sebagai Calon Wakil Gubernur, Andree Lee membelikan mobil kijang inova yang dia hadiahkan untuk keperluan operasional ibu Susanti. Sementara itu Andree Lee juga membayar beberapa orang untuk mempengaruhi ibuk Susanti dan Mulan supaya mencampakkan Albara dan menerima Andree Lee sebagai suami Mulan.


****


Seminggu kemudian Albara di kagetkan dengan perubahan warna cincin pintak pinto, dalam kegirangannya Albara menatap cincin yang batunya sudah berwarna ungu berarti dia mendapat kesempatan berdoa yang makbul. Perubahan warna Cincin Pintak Pinto menjadi ungu merupakan sinyal atau pertanda kalau Tuhan berkenan padanya untuk menggunakan Cincin Pintak Pinto. Albara bergegas mengambil wudhu kemudian sholat duha, Selepas sholat duha Albara lalu berdoa.


"Alhamdulillah... ya allah jodohkan aku dan mulan dunia dan akhirat, kumpulkan pula kami bersama orang orang sholeh di akhirat nanti" doa Albara.


Setelah Albara berdoa cincin pintak pinto berubah lagi warnanya menjadi kuning. Albara mencoba mengambil sesuatu dari cincin tapi tidak bisa, "mungkin saat warna berubah kuning dia bisa menyimpan sesuatu di dalam cincin" pikir Albara. Dia ambil uang 2 juta yang di berikan pak Sulaiman tempo hari kemudian di tempelkan di cincin dengan maksud menyimpannya, benar saja sekejap mata uang 2 juta telah lenyap tersimpan dalam cincin. Dia coba mengambilnya kembali tapi tidak bisa.


"Waduuuuh.... Uang ku hanya bisa di tarik saat batu cincin berwarna hijau seperti saat pertama kali raja sulaiman memberikan padaku" guman Albara pada dirinya sendiri


*****

__ADS_1


Sepertinya Raja Sulaiman benar Albara akan memiliki 1 doa yang makbul jika batu cincin berwarna unggu. Baru seminggu Albara berdoa jawaban doanya datang, saat Albara berduaan dengan Mulan di kantin kampus. Mulan menawarkan tabungannya untuk di pakai Albara sebagai uang antaran pernikahan mereka.


"Kak bara Mulan punya tabungan 150 juta, rencana Mulan tadinya mau beli mobil, tapi jika kak bara butuh pakek aja dulu" kata Mulan seperti mengerti apa kesulitan Albara.


Albara hampir meneteskan air mata karena terharu.


"Terimakasih dik Mulan jika kakak butuh kakak pinjam dulu nanti kakak usahakan secepatnya mengantinya" jawab Albara.


"Kak bara hari sabtu minggu depan Mulan ulang tahun, keluarga Mulan tidak biasa merayakan hari kelahiran, rencana Mulan cuma pengen merayakan berdua kak bara aja, tapi pak Camat Samsul telah mengontarak warung pojok kopi jangkat untuk acara ulang tahun Mulan. Mulan setuju asal acaranya cuma do'a selamatan di lanjutkan makan makan, Nanti semua teman kak bara di undang ya" kata Mulan.


Belum sempat albara menanggapi tiba tiba teleponnya berdering, penelepon tertulis Rolan, Albara segera mengangkat telepon.


"Assalamualaikum... Bang Rolan apa kabar?" tanya Albara.


"Waalaikum salam, ... Baik baik saja, Albara bisa ke penginapan Kota Tapus? ada hal sangat penting untuk di bicarakan" jawab suara Rolan di telepon.


"Baiklah dik Mulan, untuk Mulan kakak akan laksanakan, teman kakak pasti kak bara undang" kata Albara.


"Kenalan kak bara nelepon mau ketemuan di penginapan Kota Tapus katanya ada urusan penting, kakak harus kesana apa Mulan mau ikut?" tanya bara.


"Engak lah kak, Mulan ada kuliah lima belas menit lagi, lagian apa kata dunia kalau Mulan dan kak bara berduaan ke penginapan" kata Mulan.


"Baik lah kak bara pergi dulu ya sayang, kamu hati hati terhadap camat samsul dan Andree Lee, kakak perhatian mereka agak kurang baik beberapa hari ini" kata bara kemudian meninggalkan Mulan di kantin.

__ADS_1


"ya kakak, jangan terlalu kuatir percaya deh sama Mulan" Mulan meyakinkan Albara.


"Kakak sih yakin, tapi kamu perlu hati hati, terutama sama Andree Lee, Mulan tau gak kalau Yunita hampir jadi korban obat perangsang yang di berikan Khoiril dalam minumannya, kejadiannya di restoran aneka rasa milik Andree Lee" kata Albara.


"Masak iya kak, mulan baru dengar, kapan kejadiannya?" tanya Mulan.


"kejadiannya sudah dua bulan yang lalu, untung Doni ada di tempat kejadian, saat Yunita merasa ada yang tidak beres dia berteriak minta tolong, Doni yang melihat kejadian segera melarikan Yunita keluar dari restoran Aneka rasa" kata Albara.


"iya udah kakak pergi dulu" Albara segera meninggalkan Mulan, kemudian menuju penginapan Kota Tapus.


****


Di penginapan Kota Tapus Rolan yang sudah lama menunggu di lobi hotel melambaikan tangannya saat melihat Albara datang memasuki hotel, Rolan mempersilahkan Albara duduk di sebelahnya, setelah Albara duduk Rolan langsung bicara.


"Abang rasa di sini cukup nyaman untuk bicara, bagaimana menurut Albara?" tanya Rolan.


"Kalau bukan masalah yang bersifat rahasia Albara merasa cukup nyaman" kata Albara.


"Baiklah Albara, saya di utus Abu Daud ayah anda untuk menjumpai anda, sebenarnya saya merupakan bawahan Abu Daud ayah anda, selama ini beliau menyembunyikan indentitasnya untuk keamanan beliau dan keberadaannya juga kami rahasiakan. Saat ini Anda sudah dewasa, saatnya anda juga berhak tau" kata Rolan.


"Ayah anda selama ini melarikan diri ke Timur Tengah, digandeng pengusaha kaya di Timur Tengah untuk melanjutkan bisnisnya. Berkat pengusaha Timur Tengah itu juga seluruh aset ayah anda sepenuhnya dapat di pulihkan. Dan saya di percaya lagi untuk mengelola bisnisnya di Indonesia" kata Rolan.


"Saya kesini di minta menemui Albara untuk menanyakan kebutuhan Albara dalam waktu dekat" lanjut Rolan.

__ADS_1


Albara terharu, gembira juga kangen sangat pada ayah dan ibunya. Dia menangis kemudian minta Rolan menelepon ayahnya.


"Bisa abang teleponkan ayah saya?" pinta Albara.


__ADS_2