
Tim penanganan covid 19 kota Tapus di kerahkan untuk melaksanakan tugas, sebagai petugas pengawasan dalam pemantauan dan pengamanan protokol kesehatan covid-19, di acara pelantikan Tim Pemenangan pasangan Cagub SUSU yang dilakukan di wilayah kota Tapus. Tim yang terdiri dari aparat kepolisian, aparat medis dan aparat pemerintahan Kota Tapus sudah siaga penuh di lokasi semenjak pagi hari.
Acara yang dimulai dari jam sepuluh pagi hari ini untuk sesi pertama dan jam dua siang untuk sesi kedua, semua akan dilaksanakan di Restoran Aneka Rasa kota Tapus. Tim yang bertugas turun, terus menghimbau para tamu undangan yang datang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.
Seorang tim yang ditugaskan telah berdiri di pintu masuk untuk mengecek suhu tubuh tamu undangan yang masuk dan memeriksa tamu undangan memakai masker atau tidak, menjaga jarak serta menyuruh tamu undangan untuk mencuci tangan ditempat yang telah disediakan. kegiatan dilakukan oleh anggota tim penanganan Covid 19 kota Tapus pada setiap tamu yang datang.
Di ruang viv Andree Lee mengundang pak Wijaya ketua tim penanganan covid 19, yang di dampingi dr. Pania ketua tim kesehatan. Mereka merundingkan protokol kesehatan yang harus diterapkan selama acara berlangsung.
"Saya minta bantuan tim dalam hal yang sangat khusus, jika ketua setuju dan bisa kondisikan saya akan membayar berapapun untuk ini" kata Andree Lee saat mereka selesai berembuk.
"Bantuan apa yang harus tim kami berikan, untuk tuan muda Andree Lee?" tanya pak Wijaya.
"Begini pak wijaya" Andree Lee bicara pelan nyaris seperti berbisik.
"Selama proses sosialisasi dan kompanye cagub SUSU tim kami akan menggunakan saudari Mulan anak ibu Susanti sebagai pemandu acara, masalahnya pacar Mulan bernama Albara selalu nempel kemanapun Mulan pergi" ucap Andree lee masih setengah berbisik.
"Kami kuatir Albara ini punya kedekatan dengan salah satu cagub lain, kami tidak ingin dia memata matai kami" kata Andree Lee berbohong.
"Tuan Andree Lee. Peran apa yang bisa kita bantu untuk masalah ini?" tanya pak Wijaya juga berbisik mengulangi pertanyaannya.
"Saya ingin tim copid 19 mengkondisikan supaya Albara, tidak bisa mengikuti semua acara cagub SUSU, kalau memungkinkan juga untuk mengkondisikan Albara supaya tidak ketemu Mulan. Kami sangat takut semua informasi tentang strategi kami bocor ke pihak musuh" kembali Andree Lee berbohong.
Pak Wijaya ketua tim penanganan kovid 19 melirik dr. Pania seperti ingin meminta pendapatnya.
"Untuk hal ini saya belum bisa katakan bisa atau tidak, kami perlu bicarakan khusus dengan tim yang akan di libatkan" dr. Pania memberi pendapatnya.
"Ok lah pak Wijaya dan ibu Pania, saya tunggu jawaban dari bapak atau ibu, jika sudah ada kepastian silahkan hubungi saya, ini kontak saya yang bisa di hubungi" Andree Lee menyerahkan dua kartu namanya pada pak Wijaya dan dr. Pania.
Sampai acara selesai Tim Andree Lee yang di tugaskan memantau kehadiran Albara, memberi laporan pada Andree Lee kalau Albara tidak hadir di acara tersebut. Tentu saja keadaan ini melegakan hati Andree Lee, apalagi melihat kemampuan Mulan di atas panggung dalan memandu acara, sangat memukau semua tamu yang hadir.
__ADS_1
Pelantikan tim pemenangan hari ini berjalan lancar, tentu saja merupakan hasil dari kerja keras panitia dan tim penanganan covid 19 yang telah disiapkan sebelumnya.
"Saya minta mereka nanti bisa bekarja dengan baik pada jabatan yang telah di tunjuk" ujar cagub Sulaiman.
Cagub Sulaiman juga menyinggung bagaimana dengan jabatan yang yang masih di perlukan, maka pejabat yang sudah dilantik untuk segera mengajukan nama yang bersangkutan dalam waktu dekat, kerena kosongan itu akan segera diisi guna keseimbangan kerja.
****
Kita lihat keadaan Albara yang tidak terlihat saat pelantikan tim pemenangan cagub SU-SU. Albara sudah di kabari oleh Mulan bahwa hari ini akan ada pelantikan tim pemenangan cagub SUSU. Tidak hanya Mulan, kak Riki yang merupakan kandidat Korkab kota Tapus, juga sudah menghubungi Albara untuk minta dukungan teman teman seperguruan mereka.
Albara tidak bisa hadir karena lagi ada janji dengan prof Husen. Disamping ingin melakukan diskusi tentang bank wakaf dan sedakah, Albara juga ingin mengenal mengenal prof Husen lebih dekat. Untuk itu Albara berjanji akan mengantar kepulangan prof Husen ke bandara.
Jam delapan pagi Albara sudah berada di penginapan kota Tapus, Albara terlihat larut dalam pikirannya, kejadian sore kemaren sangat mengganggu pikirannya. Teringat Albara saat seorang penumpang pajero sport melepaskan ajian petir menggelegar, dia tak mampu menahan laju sinar putih dengan muatan listrik tinggi meluncur ke arahnya. Samar samar Albara melihat sosok seseorang dengan wajah tertutup berdiri di depannya, saat hujan petir mengarah pada dirinya. Sosok tersebut membalas dengan jurus yang sama hingga dua ke kekuatan berisi tegangan listrik bertemu menimbulkan bunyi petir yang susul menyusul.
Kenapa dia jadi target para sindikat?, kenapa mereka meminta menjauhi Mulan kekasihnya?. Siapa mereka? yang memiliki ilmu silat tinggi bahkan menguasai ajian petir menggelegar?. dan siapa yang menyelamatkan dirinya dari sambaran petir yang berturut turut di lepaskan penumpang pajero sport?. suatu teka teki yang tak terpecahkan, hanya petunjuk mengarah ke hubungannya dengan Mulan.
"Wah Albara ternyata hanya pelamun kosong, kalau di takdirkan sebagai manusia miskin kenapa bermimpi menginginkan jadi pemilik bank" kata Khoiril yang sejak tadi sudah berdiri di depan Albara.
"Bukan saya yang bisa menghilang, tapi kamu yang melamun hingga tak sadar banyak orang di depan kamu" Khoiril menunjuk kearah sopir yang akan membawa prof Husen ke bandara.
"Hai Bara apa kamu juga akan ikut ke bandara bersama kami?" tanya Khoiril.
"Kamu perlu apa ke bandara?" Tanya Albara pada Khoiril penuh selidik.
"Ini nemanin teman saya sopir yang di percaya mengantar prof Husen ke bandara!" jawab Khoiril.
"Iya. saya juga pengen ikut" kata Albara.
"Ayo berangkat, prof Husen sudah menunggu di mobil" kata Khoiril.
__ADS_1
Mereka menuju bandara dengan avanza milik Zandi teman Khoiril, yang dikenal Albara sebagai sopir travel, tapi juga menerima pesanan khusus para pelanggan untuk tujuan wisata. Khoiril duduk di depan di samping sopir, prof Husen duduk di bangku nomer dua diapit Albara di sebelah kiri dan ajudanya di sebelah kanan.
Mobil melaju dengan kecepatan di bawah enam puluh kilo meter per jam menuju ke luar kota. dalam beberapa menit mereka telah keluar kota menuju bandara yang terletak empat puluh kilo meter di luar kita Tapus. Jalan menuju bandara sangat bagus tapi jarang di lewati kendaraan, maklum hanya orang tertentu yang punya kepentingan ke bandara.
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit jalan ke bandara kian sepi, tiba tiba di depan mereka terlihat berdiri beberapa orang berseragam hitam. Seragam yang sama seperti seragam orang yang menyerang Albara kemaren. Salah satu dari mereka terlihat membawa senapan mesin canggih M 16 terlihat sebagai pemimpin mereka. Senjata di tangannya ini merupakan versi tercanggih dari senapan serbu AK 47 terbaru. Seorang lagi mengacungkan pistol kearah sopir sambil memberi isyarat untuk minggir di sampingnya berdiri seorang laki laki dengan sebagian muka tertutup mirip cadar.
"Minggir " bentak salah satu dari mereka.
Sopir yang sudah mulai ketakutan meminggirkan mobil keluar badan jalan lalu berhenti tak jauh dari mereka. Khoiril keluar mobil menemui salah satu dari mereka.
"Geledah". kata pemimpin mereka pada orang yang memegang pistol tanpa memperdulikan Khoiril di sampingnya.
Dengan pistol ditangan teracung siap di tembakkan, mobil di periksa semua pintu di buka, orang tersebut menatap Albara.
"Hai kamu turun" katanya
Albara turun, tapi dia tidak melihat keberadaan prof husen dan ajudanya yang tadi duduk di sampingnya, mereka lenyap seperti di telan bumi.
"Kosong bos" kata orang yang berpistol setelah mengenggeledah semua kursi.
Ayo jalan kata pemimpin mereka pada sang sopir sopir masih menunggu Khoiril yang mencoba berbicara dengan pemimpin mereka. Albara masuk kemobil kembali dia di kagetkan karena prof Husen dan ajudanya masih duduk di tempat mereka, dalam keadaan gemetaran.
"Kenalkan saya Khoiril pemimpin preman di kota tapus" Khoiril mencoba mengenalkan diri.
"Preman..... kata mu" kata pemimpin mereka sambil mengarahkan sengaja di tangannya.
"tret... tet... tet... tet... tet... " senapan mesin ditangannya menyalak. Detik berikutnya puluhan peluru telah menghujani tubuh Khoiril.
"Ahhhh ...... " jerit Khoiril sebelum roboh tak bergerak lagi.
__ADS_1
"Ayo jalan.... " bentak pemimpin mereka pada sopir sambil mengacungkan senjatanya.