
Mahluk kerdil yang di panggil Nini oleh ki Jaka Baya, berjalan menjauh dari Andree Lee kembali ke posisi semula. Karena jaraknya sangat dekat Andree Lee sempat memperhatikan kaki si Nini saat berjalan, memeriksa apakah kakinya menginjak tanah atau melayang di udara saat berjalan. Sangat jelas di mata Andree Lee kalau mahluk yang berjalan di sisinya tidak melayang di udara. "Mahluk ini bukan sejenis mahluk halus" pikir Andree Lee. Andree Lee juga melihat dengan jelas kalau kaki Nini punya kelainan di mana telapak kakinya tidak seperti manusia normal, dimana ujung jarinya membulat seperti tumit sedangkan di bagian tumit tumbuh jari jari kakinya.
Adanya mahluk kerdil kaki terbalik yang wajahnya mirip manusia sering Andree Lee degar, sekalipun hanya berupa cerita tahayul yang di terimanya selama ini. Saat dia melihat mahluk yang berdiri di depannya mau tak mau dia percaya seratus persen.
Kehadiran Orang Kerdil berkaki terbalik itu, tak ubahnya dengan makhluk gaib yang sulit dilacak dengan menggunakan kemampuan manusia atau teknologi dan ilmu pengetahuan ilmiah. Banyak sekali versi tentang manusia kerdil di sumatra, sehingga banyak peneliti dari berbagai negara yang mencoba meneliti keberadaannya.
Di Kota Tapus mahluk ini di kenal dengan nama Tiraw, di daerah lain di Sumatra banyak lagi istilahnya seperti Uhang Pandak di daerah kerinci. Salah satu jenis dari manusia kate yang masih tersisa sekarang keberadaannya di daerah Aceh yang di sebut dengan suku Mante.
Adapun cerita mengenai Uhang Pandak pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah gambar jejak, Marco Polo, 1292, saat ia bertualang ke Asia.
Ada juga catatan di mana pada awal tahun 1900-an, pernah ada kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923.
Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Dalam catatan itu dikatakan, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk katai, tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu.
Van Heerwarden sadar, mereka bukan sejenis monyet atau siamang maupun primata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar.
Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak.
Mereka berjalan tegak dan berkaki terbalik. Bahkan tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak.
Menurut cerita, orang-orang dari suku Anak Dalam, salah satu suku asli yang memiliki ilmu gaib yang tinggi itu pun sulit menangkap uhang pandak ini. Mereka suku anak dalam meyakini kalau orang pendek atau Tiraw ini akan mampu membuat orang menjadi sakti tanpa tanding.
Karena fungsinya menambah kesaktian maka banyaklah suku anak dalam untuk mencoba bersahabat dan berusaha memelihara Tiraw tersebut, tapi Bahkan, orang-orang dari suku Anak Dalam ini pun pernah dibuat putus asa karena selalu gagal menangkap uhang pandak alias Tiraw ini.
Di sinilah kehebatan dari ki Jaka Baya bukan saja berhasil menemui Tiraw bahkan dia sudah Mampu memelihara Tiraw sebagai sumber kesakitannya.
__ADS_1
"Nini mohon bantuannya untuk memisahkan Albara dan Mulan, mohon juga bantuan nini untuk membuat Mulan tergila gila pada saya" pinta Andre Lee memberanikan diri pada Tiraw.
Nini Tiraw tidak bereaksi tapi terlihat senang mendengar ucapan Andree Lee, lalu mendekati ki jaka baya memberi isyarat supaya Andree Lee meninggalkan ruangan. Nini Tiraw kembali masuk ke dalam Almari dan menghilang dalam gelapnya gua di belakangnya.
"Ayo tuan Andree Lee kita kembali dulu mudah mudahan Nini Tiraw berkenan membantu, nanti akan saya kabari lagi" kata ki Jaka Baya pada Andree Lee.
"Aiiih saya merasa ngeri sekali melihat tatapan Nini Tiraw ki, rasanya Andree tak ingin melihatnya lagi" kata Andree Lee.
"Serahkan pada saya tuan Andree, tapi ingat apa yang baru saja nak Andree lihat jangan di ceritakan pada siapapun, atau tuan Andree akan mendapatkan kemarahan Nini Tiraw" ki jaka baya memperingatkan Andree Lee.
Setelah mengantar Andree Lee keluar ki Jaka Baya kembali ke ruang prakteknya, sebelumnya meminta Andree Lee datang lagi seminggu kemudian.
*****
Semenjak pertemuan dengan ayah Mulan, suasana hati Albara menjadi gelisah, dia susah untuk tidur selalu kepikiran akan bagaimana dia harus mulai dan dari mana dia bisa memperoleh biaya untuk meminang Mulan. Dia tatap cincin pintak pinto di jari manisnya masih berwarna merah, "oooh ... masih lampu merah pikir Albara". Sudah tiga hari dia ke masjid untuk sholat berjamaah dan tahajud di malam hari. Setelah tahajud dia adukan masalahnya pada tuhan, sambil berdo'a.
Setelah berdoa semua beban yang ada dipikiran nya hilang, seolah olah semua akan berjalan lancar, masalah ya dia hadapi terasa enteng. Saat selesai sholat subuh tegerak hatinya untuk mengatakan masalahnya pada kakenya. Dari masjid Albara langsung ke rumah kakeknya mendapati kakeknya sedang santai minum kopi.
Albara ikut minum kopi kakeknya menyesap kopi di gelas yang sama, kemudian Albara menceritakan pertemuan dengan Sekda Kota Tapus.
"Kek... pak Sekda Kota Tapus minta Albara meminang anaknya Mulan dalam bulan ini juga, kalau Albara tidak meminang, maka anaknya mulan akan di nikahkan sama pria lain" keluh Albara pada kakeknya.
Kakek merenung sejenak lalu bertanya.
"Apa Albara yakin mau menikahi anak sekda cu" tanya kakek Sultan Murod.
"Akbara yakin kek, tapi Albara tidak tau apa yang harus dilakukan" jawab Albara terlihat kebingungan.
__ADS_1
"Nanti Malam undang paman dan bibi mu kerumah kakek bilang kakek punya urusan penting, kemudian katakan pada pacarmu sampaikan pada pak Sekda bahwa jum'at malam kakek mau melamar anaknya" kata Kakek.
"Baik kek" jawab Albara lega.
Malam nya kakek dan paman Albara membuat runding kecil antara keluarga, tidak ada yang menyuruh tidak pula ada yang menghalangi niat Albara, disepakati jum'at malam akan melakukan pelamaran, biaya di eja dari sumbangan para paman dan bibi serta sanak pamali diperoleh uang 20 juta di tambah kakek Albara ada simpanan uang 10 juta, total jadi 30 juta.
*****
Jum'at malam tiba Kekek Sultan Murod dan rombongan pergi ke rumah sekda, di sini juga sudah rame menunggu kedatangan kakek Sultan Murod dan rombongan. Kakek Sultan Murod berdiri di halaman menghadap suku tenganai yang menyambut mereka, kakek Sultan Murod menyampaikan salam, setelah salam di jawab suku Sekda Kota Tapus, kakek sultan Murod melanjutkan dengan pepatah adat.
"Kami tegak di laman Sekda bukan kami tersesat jalan tapi ingin bersilaturrahmi juga kami ingin becakap agak sepatah, ingin berunding agak sebaris" kata kakek Sultan Murod.
Di jawab suku sebelah.
"Kalau rumah Sekda yang datuk cari, datuk idak lah tersesat jalan, kalau ado kata sepatah yang akan di sampaikan atau ada runding yang sebaris, idak lah baik kito berunding di tengah laman, jangan lamo tegak di laman ayo kerumah memakan sirih" jawab suku pak sekda
Kakek Sultan Murod dan rombongan di bawa kerusngan yang telah di persiapkan, setelah mereka duduk, kakek Sultan Murod menyampaikan hajat dalam pantun adat, di jawab lagi dengan pantun adat, akhirnya di sepakati kalau waktu pernikahan 3 bulan yang akan datang.
Tapi waktu perundingan biaya antaran terjadi perselisihan di mana pihak suku pak Sekda minta antaran dari pihak laki laki 200 juta. Kakek Albara agak emosi kemudian bicara.
"Dalam adat Kota Tapus kewajiban pihak laki laki hanya beras 20 gantang ayam lima ekor, melebihkan dari kewajiban itu sesuai kemampuan, cucu saya anak yatim hidup sebatang kara, bukanlah orang yang punya gunung emas bukan pula pemilik cincin pintak pinto" kata kakek Sultan Murod emosi.
Dipihak lain suku pak Sekda Kota Tapus juga ngotot minta antaran sebanyak yang telah di sebutkan.
"Datuk .... yang beralek adalah Sekda, tidak mungkin menikahkan anaknya di KUA, undangan sudah pasti satu Kota Tapus, tidaklah cukup dengan beras 20 gantang dan ayam 5 ekor" jawab suku nan sebelah.
"Namun kami juga memberi waktu tiga bulan yang akan datang kita bertemu lagi, mupakati apakah alek akan di langsungkan atau di batalkan" kata suku pak Sekda.
__ADS_1