
Keesokan harinya Penomena pertempuran Albara dan Khoiril menjadi trending topik. Pagi ini di media media sosial di phosting beberapa photo dan vidio pendek pertempuran Albara dan Khoiril yang sempat di abadikan oleh seseorang lalu di posting dengan judul "Pertempuran dewa perang melawan dewa petir merobek langit Jakarta di malam hari"
Rolan memandangi photo seseorang yang sedang memegang busur panah terlihat sinar biru melesat menyongsong kilatan petir yang menjalar dari tangan seorang pria berseragam hitam dengan wajah tertutup kain berwarna coklat. Berbagai komentar netizen terlihat ramai, ada yang bilang mereka manusia yang memiliki kemampuan super, ada yang meyakinkan kalau yang bertempur adalah sebangsa mahluk halus, intinya banyak yang meyakini ini merupakan dua mahluk gaib yang sedang menjelma sebagai manusia.
Mata Rolan terbelalak saat menyadari sosok dan pakaian lelaki yang sedang memegang busur panah sama persis dengan sosok Albara. Di zoomnya photo tersebut dan di putarnya beberapa vidio pendek pertempuran mereka berulang kali.
"Tidak salah lagi" guman Rolan sendirian lalu di telponnya Ariel untuk menghadap.
Tak lama kemudian Ariel masuk keruangan Rolan di temani ajudan Rolan.
"Kamu keluar tinggalkan kami berdua di sini" Rolan memerintahkan ajudannya untuk meninggalkan ruangannya.
"Ariel saya liat kalian tadi malam tidak kembali bareng Albara. apa yang terjadi dengan Albara?" tanya Rolan.
"Benar direktur kami terpisah saat Albara mencoba menghalangi seorang berseragam hitam dengan wajah tertutup kain kecoklatan. Seorang pria dengan ilmu silat sangat tinggi berusaha menyerang Anita lalu Albara pengawal Anita menghadangnya. Albara meminta Kami meninggalkan markas geng pendekar kuda besi kami pun akhirnya terpisah dan entah bagaimana Albara akhirnya selamat dan bisa kembali tampa cedera" ujar Ariel.
"Coba lihat berita hangat pagi ini" Rolan menyodorkan handphonenya pada Ariel.
"Iya ini pasti Albara yang sedang bertempur dengan lelaki berseragam hitam, tidak salah lagi kostumnya postur tubuhnya sama persis dengan Albara kecuali panah di tangannya aku tidak lihat kalau Albara membawa senjata apapun saat mengunjungi markas geng pendekar kuda besi" ujar Ariel agak ragu.
"Sebentar pak Direktur kenapa kita tidak tanyakan sama Anita" saran Ariel.
Rolan meminta pengawalnya menghubungi Anita untuk bicara sesuatu di ruang Direktur Utama.
"Saya dengar Anita di bantu Albara membuka tenaga dalamnya, dia juga di ajari teknik pernapasan sehingga peringan tubuh dan tenaga dalam maju pesat" ujar Ariel setelah pengawal Rolan pergi meninggalkan ruangan.
"Saya yakin Albara itu bukan orang sembarangan, sekalipun saya belum pernah lihat kehebatannya tapi saya sudah lihat bagaimana hebatnya Anita. Anita mengakui kalau kemajuan beladirinya berkat Albara. Saya punya usul bagaimana jika Direktur minta Albara memberi pelatihan sejurus dua jurus pada tim keamanan Albara group" usul Ariel.
"Benar itu yang sedang saya pikirkan" kata Rolan.
__ADS_1
Pengawal Rolan masuk membawa Anita yang di dampingi Novi sektetaris pribadi Anita dan seorang polwan yang di utus AKBP Bintang untuk menjaga keamanan Anita.
"Maaf bisakah kita bicara dengan Anita tanpa di kawal" pinta Rolan.
"Tidak masalah" ucap Anita laku memberi isyarat supaya Novi dan polwan yang menyertainya menunggu di luar.
"Sudah berapa lama saudari Anita mengenal adik saya Albara" tanya Rolan.
"Oooo jadi Albara adik Diriktur?" tanya Anita bersemangat.
"ya orang tua Albara sudah mengangkat saya sebagai anaknya, otomatis Albara adalah adik saya. Saya berhutang budi sangat banyak pada orang tuanya, dulunya saya hidup sebatang kara hingga bertemu orang tua Albara lalu di ambil sebagai anak angkat mereka, sekarang hanya mereka keluarga yang saya punya" tutur Rolan.
"Ohhh begitu" Ariel terlihat kaget.
"Anita baru saja mengenal Albara dua hari yang lalu" ucap Anita lalu menceritakan bagaimana proses perkenalan dengan Albara.
"Saya dengar Albara mengatakan jika dia tinggal di Sumatra, Anita sangat ingin jika Albara mau mengambil bagian dalam bisnis kami di wilayah Sumatra, saya harap Direktur bisa mengatur perannya untuk perusahaan kami" ucap Anita penuh harap.
Rolan menghubungi Albara memintanya untuk keruangan Rolan.
"Kalau keinginan saudari Anita untuk peran Albara dalam bisnis, saya tidak bisa menentukan silahkan tanyakan sendiri pada yang bersangkutan" ucap Rolan.
"Baiklah pak Direktur, nanti saya coba" ujar Anita.
"Terima kasih atas informasi dari saudari Anita, Saya kakaknya baru menyadari kalau punya adik yang memiliki ilmu silat tinggi. Kami berencana meminta Albara membimbing security kami dalam hal keahlian bela diri. Jika Albara bersedia untuk tinggal beberapa hari di sini melatih kami, maka saudari Anita bisa menyampaikan maksudnya langsung pada Albara" ucap Rolan.
"Terima kasih atas saran pak Direktur, kalau begitu saya juga akan berada di sini untuk beberapa hari lagi" ucap Anita girang.
Ajudan Rolan kembali masuk ruangan direktur utama kali ini bersama Albara. Setelah di persilahkan duduk oleh Rolan, Albara duduk di tempat kosong di samping Anita.
__ADS_1
"Sepertinya sedang ada pembicaraan yang sangat penting bang" tanya Albara memperhatikan Ariel dan Anita yang telah lebih dahulu hadir.
"Kami cuman membicarakan tentang berita hangat hari ini" kata Rolan memperlihatkan photo Albara sedang memegang busur panah di handphonenya.
"Ini photo kamu kan, jawab yang jujur jagan bohong" ujar Rolan.
"Iya ini bang... Anita masih sempat lihat Albara menggunakan panahan untuk menahan petir yang di lepaskan pria berseragam hitam di markas pendekar kuda besi" Anita yang menjawab saat dia ikut memperhatikan photo di handphone Rolan.
"Iya bang" ucap Albara tidak bisa berdalih lagi.
"Bagus... maksud abang mulai hari ini dek Bara latih sejurus dua jurus security Albara Group" pinta Rolan.
Dada anita berdesir saat mendengar Rolan mengucapkan Albara group, di pandanginya Albara timbul dugaan Anita kalau Albara bukan kebetulan memiliki kesamaan nama dengan Albara group. "Albara adik direktur utama Albara group, jangan jangan Albaralah CEO Albara group" pikir Anita. Dia ingin bertanya pada Rolan tapi tak sempat terucap karena Rolan sudah serius dengan rencananya.
Albara termenung sejenak.
"Tapi ada syaratnya bang" ujar Albara.
"Apa syaratnya katakan saja" ujar Rolan.
"Beri saya sebuah tempat di lantai satu Albara group untuk dijadikan Bank Wakaf sekalian dengan karyawan pelaksana hariannya" pinta Albara.
"Ok abang usahakan tapi perlu konsultasikan dulu dengan Presdir Albara Group. Saya akan berusaha merayu Presdir Albara group untuk menyetujui proposal dek Bara" ucap Rolan.
***
Setelah ada kesepakatan hari itu juga Albara mulai melatih ilmu silat para security Albara group. Ada empat puluh orang terpilih untuk di latih oleh Albara termasuk Ariel dan Rolan sendiri. Albara hanya meminta empat puluh orang karena dia hanya memiliki obat ajaib sebanyak 50 butir, ke empat puluh mereka yang mengikuti latihan diberikan satu butir perorang.
Setelah minum pil ajaib yang di beli Albara dari Adzriel, lalu Albara membuka beberapa jalan darah untuk membangkitkan tenaga murni, lalu ke empat puluh mereka mulai di ajari teknik napas suci.
__ADS_1