
Albara merasa pedih di hatinya saat memandang gadis rimba berjalan meninggalkan halaman rumahnya. Kenangan bersama Mulan makin kuat menguasai dirinya, anehnya tiap dia ingat Mulan walau dia mampu menyinkirkan keinginan untuk mememiliki Mulan, namun ada perasaan aneh yang membuat dirinya harus perduli dengan Mulan.
Cinta tak harus memiliki kata pepatah yang di pegang Albara, dan lagi dengan potensi dirinya sebagai pewaris Albara Group dan pemilik cincin pintak pinto, apa susahnya mencari pengganti Mulan. Jika Albara mau membuka jati dirinya pasti perempuan bagaimanapun tak akan menolak pinangan nya.
Albara bertekat menyembunyikan jati dirinya dan mencari cita sejati seorang pendamping yang mencintainya sebagai Albara yang miskin tak berpunya. Bahkan dengan Budiman dia hanya mengatakan kalau mereka bekerja sebagai pengurus kebun seorang pewaris pengusaha kaya di Jakarta.
Perasaan Albara terhadap Mulan makin terasa saat dia sendirian tanpa teman untuk bicara, dimana Albara merasa setiap saat Mulan memanggil namanya, makin dia tepis perasaannya makin kuat perasaan menguasai dirinya. Bahkan Albara sering terlihat seperti orang ling lung dan sangat tegang saat mencoba melawan perasaannya.
Saat Albara mengikuti perasaannya kesedihan menguasai dirinya, tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya. Seperti yang terjadi pagi ini saat gadis rimba meninggalkan dirinya, perasaan Albara kembali menguasainya membuat air mata Albara meleleh deras. Tubuhnya tak bergerak matanya terus menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Prof Lee Shu Wan telah lama berdiri di depan Albara tanpa disadari oleh Albara yang masih meneteskan air mata.
"Kamu menangis nak Bara?" tanya prof Lee Shu Wan.
"Maaf om... Bara tak sadar kalau om Lee Shu Wan ada di sini" Albara berusaha tersenyum sambil menyeka air matanya, namun terlihat jelas kalau senyuman nya terlalu di paksakan.
"Katanya mau ke Kota Tapus, om titip belanjaan dapur ya" kata prof Lee Shu Wan memberikan catatan belanja dan uangnya.
"Iya om nanti saya belikan" kata Albara.
"Nanti malam kerumah om ya, sekalian bawakan belanjaan om" kata prof Lee Shu Wan meninggalkan Albara.
__ADS_1
"Ok om, sekalian Bara juga pengen konsultasi tentang suatu hal" kata Albara.
Setelah menghabiskan kopinya Albara bergegas menuju Kota Tapus untuk beberapa urusan. Salah satunya untuk pengurusan ujian sarjana nya di Fakultas Ekonomi. Selain itu Albara makin mempercayai perasaannya tentang Mulan, dia yakin Mulan saat ini sangat membutuhkannya. Dia akan mencoba menemui Mulan sekali lagi setidakbya memastikan kalau Mulan baik baik saja.
*****
Di Kota Tapus banyak sekali kejadian yang menghebohkan belakangan ini, Hilangnya Riki dan Ardi beserta timnya saat meneliti pilar pilar Belanda di hutan lindung, terusirnya Albara karena kopid, hilangnya beberapa pedagang kecil yang katanya dijemput serombongan orang misterius, belakangan adanya harimau yang masuk ke desa desa di pinggir kota tapus memangsa beberapa ternak warga.
Di saat banyaknya musibah berupa peristiwa menyedihkan dan meresahkan yang di alami warga Kota Tapus, tidaklah menjadi penghalang bagi Andree Lee dan tim pemenangan Cagub SUSU, untuk merayakan kemenangan pasangan Gubernur SUSU dalam pilihan Gubernur sebulan yang lalu. Hari ini adalah penetapan secara resmi oleh KPU bahwa pemenang pilgul adalah pasangan SUSU. masyarakat Kota Tapus terlihat ikut merayakan kemenangan mereka, di posko posko pemenangan pasangan SUSU masyarakat datang dan pergi dari pagi hingga malam. Mulan dan Andree Lee selalu terlihat bersama membaur dengan warga ikut merayakan kemenangan pasangan SUSU.
Demikian halnya di rumah pribadi ibuk Susanti yang menjadi Wakil Gubernur terpilih, dari sore hingga malam juga terlihat banyak masyarakat datang dan pergi. Disamping melakukan syukuran atas kemenangan pasangan Gubernur SUSU, di rumah ibu Susanti juga diadakan acara membahas pertunangan Mulan dan Andree Lee. Selama sebulan belakangan Mulan dan Andree Lee makin intim. Selama sosialisasi pasangan Calon Gubernur SUSU hingga penetapan pemenang pilgub mereka selalu bersama.
"Assalamualaikum semuanya, kita semua sudah berkumpul di rumah ibu Susanti memenuhi undangan pak sekda dan ibuk Wagub Susanti, acara ini bukan lagi urusan politik tapi untuk membahas urusan kuarga" Camat samsul mulai membuka acara.
"Seperti kita ketahui kalau tiga bulan yang lewat Mulan anak pak sekda dilamar seorang pemuda bernama Albara cucu Sultan Murod, dimana seharusnya pernikahan mereka akan di laksanakan bulan ini. Akan tetapi selama sebulan belakangan Mulan ada kenal dengan pemuda lain. Mulan juga sepertinya sudah akrab dengan Andree Lee yang sangat berjasa dalam kemenangan pasangan Gubernur terpilih yakni pasangan SUSU" kata Camat Samsul.
"Seminggu yang lewat utusan Andree Lee datang pada ibu Susanti untuk melamar Mulan, untuk itu malam ini pak sekda mengundang kita semua untuk membahas urusan anaknya Mulan, sesuai dengan adat yang berlaku jika kusut mintak kita semua mengungkainya, kalau keruh mintak kita semua tinjau ke hulu demikian hajat dari Pak Sekda dan ibu Susanti" pak camat samsul meminta pendapat para hadirin.
"Mnurut saya ada baiknya kami tahu bagaimana sikap Mulan sendiri dalam hal ini, karena secara resmi Mulan sudah menerima pinangan Albara tiga bulan yang lewat, jika ini di batalkan maka pak Sekda akan terkena denda hukum adat kerbau seekor, beras dua puluh gantang" ustadz Sholeh memberi pendapat.
"Pak ustadz nenek mamak telah melakukan menelusuran, kok mengaji mereka di atas kitab, kalau meratap mereka lakukan di atas bangkai, sudah ditanya sama Mulan yang bersangkutan, jawabannya Mulan berkeras membatalkan pertunangannya dengan Albara dan akan menerima lamaran Andree Lee" ucap pemuka adat yang hadir.
__ADS_1
"Bagaimana nenek mamak suku dari Mulan?" tanya Camat Samsul.
"Iya benar kami suku dari Mulan siap mengikuti kehendak anak, cucu atau ponaan kami Mulan, kami siap dengan resiko kok harus di denda kami tentu akan membayar sesuai hukum adat yang berlaku di Kota Tapus" ucap salah seorang suku di pihak Mulan.
"Kalau begitu permasalahannya kita malam ini sepakat membatalkan pertunangan Mulan dan Albara dan mengutus seorang suku di dampingi seorang anggota lembaga adat menyampaikan pada Sultan Murod" kata pak Camat Samsul.
Setelah perundingan suku pihak pak sekda dan ibu Susanti berjalan agak alot, di putuskanlah Camat samsul, ustadz sholeh dan ketua lembaga Adat kota tapus untuk kerumah Sultan Murod besok pagi untuk menyampaikan pembatalan pertunangan Albara dan Mulan.
***
Ke esokan harinya di rumah Sultan Murod terlihat beberapa warga sedang membezuk Sultan Murod yang sedang sakit. Semenjak Albara di usir warga dari kota tapus, Sultan Murod jatuh sakit dia sangat kehilangan dengan kepergian Albara. Semenjak Albara pergi handphone nya tidak bisa di hubungi, Albara menghilang seperti di telan bumi, membuat Sultan Murod selalu memikirkan Albara cucunya hingga lupa makan lupa minum akhirnya jatuh sakit.
Sultan Murod hanya berbaring lemah di temani Abu Musa anaknya yang bungsu.
"Yah... ada utusan pak Sekda mau ketemu Ayah" bisik abu Musa.
"Kamu saja yang urus" jawab Sultan Murod lemah, dia terlihat makin tertekan seperti sudah tau maksud dari utusan pak Sekda.
Utusan pak sekda di persilahkan Abu Musa masuk setelah mereka duduk abu Musa menanyakan keperluan mereka.
"Apa gerangan hingga bapak bapak sudi menginjakkan kaki di gubuk kami, saat ini ayah saya Sultan Murod sedang sakit jika ada piutang yang mau di tagih, utang yang mau di bayar atau ada keperluan yang hendak di sampaikan, bisa di sampaikan pada saya ahli warisnya," ucap Abu Musa
__ADS_1