Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)

Legenda Cincin Pintak Pinto (CINCIN PERBENDAHARAAN RAJA SULAIMAN)
Episode 127


__ADS_3

Albara seperti terhipnotis melihat Mulan berdiri di depannya, gadis yang dulu telah merampas hatinya, gadis yang selama ini menjadi pujaan hatinya. Saat Mulan melesat kearahnya Albara bukannya menyerang tapi malah diam pasrah dalam ketidak berdayaan untungnya Mulan juga tidak melakukan serangan tapi hanya membisikkan sesuatu di telinganya.


Aza yang sudah berdiri di luar warung ikut bengong melihat mereka lama saling tatap, kok mereka tidak saling serang tapi malah Mulan membisiki Albara terlihat mesra seolah sedang mencium pipi Albara.


Kembali Mulan melesat bagai terbang berlari kencang kearah Universitas Kota Tapus. Hanya dalam beberapa detik tubuhnya sudah menghilang dari pandangan. Kembali sayup suara Mulan terdegar mesra di telinga Albara.


"Kak Bara... ikuti Mulan" ucap Mulan dari kejauhan.


Albara pun melesat bagai terbang mengerahkan segenap kemampuannya menyusul kearah mana Mulan pergi. Cepatnya gerakan mereka membuat Aza yang dari tadi memperhatikan mereka tidak tau kemana mereka berdua pergi, yang Aza hanya tau mereka berdua berkelebat bagai dua bayangan ke jalanan yang mengarah ke Universitas Kota Tapus. Aza juga hanya mendengar sayup suara Mulan meminta Albara mengikutinya.


Albara merasa kagum dengan kecepatan lari Mulan, Albara melihat di depan Mulan seperti sengaja menjaga jarak dengan Albara hingga sangat sulit bagi Albara memperkecil jarak antara mereka.


"Sepertinya peringan tubuh Mulan maju pesat, sepertinya tidak di bawah peringan tubuh Albara" pikir Albara lalu kembali mengerahkan segenap kemampuannya mengejar Mulan yang terus berlari di depannya.


"Tak mungkin kemajuan peringan tubuh Mulan karena belajar dari Abi Sodik" pikir Albara lagi.


Sebaliknya Mulan seperti sengaja memamerkan keahliannya, tapi Albara trnyata bisa mengimbangi kecepatannya dia kerahkan segenap kemampuannya hasilnya sama Albara masih bisa memperkecil jarak sedikit demi sedikit di antara mereka.


"Mustahil kak Bara memiliki ilmu setinggi ini hanya dengan berguru pada Abi Sodik" pikir Mulan.


Cepatnya gerakan mereka membuat semua pengendara jalan terbengong saat kendaraan mereka di dahului Mulan dan Albara, mereka seperti dua bayangan yang berkelebat di antara kendaraan yang juga sedang menuju Universitas Kota Tapus. Sebentar saja mereka sudah berada jauh di luar Kota Tapus, mulai mendekati universitas Kota Tapus.


Melihat ramainya pengunjung di Universitas Kota Tapus Mulan menghentikan larinya, saat melihat beberapa petugas melakukan pemeriksaan ketat pada tiap orang yang akan memasuki kampus Universitas Kota tapus.

__ADS_1


Lena teman Mulan berada di antara orang orang yang akan di periksa petugas, saat itu perhatian semua orang termasuk petugas sedang terpokus melihat dua bayangan berkejaran berlari cepat menyelinap di antara kepadatan lalu lintas, saat dua bayangan itu berhenti di dekat mereka, Lena menjadi kaget saat menyadari kalau bayangan yang tersebut Adalah Mulan dan Albara.


"Mulan" teriak Lena melambaikan tangannya kearah Mulan.


Mulan menoleh kearah Lena, lalu seperti mengeluh balas menyapa Lena.


"Aiiiih Lena" ucap Mulan seperti menjerit.


Albara yang mengejar Mulan telah berdiri di samping Mulan. Menyadari mereka jadi pusat perhatian Mulan segera memutar arah memasuki hutan di samping Universitas Kota Tapus. Mulan kembali melesat berkelebat dari pohon yang satu pohon yang lain di ikuti Albara yang terus mengejarmya hanya sekejap bayangan mereka telah menghilang di antara lebatnya hutan.


Kecepatan lari Mulan dan Albara memang luar biasa dalam waktu sebentar saja mereka telah masuk ke kedalaman hutan lebat yang sepi. Mereka yang sama heran dengan kemampuan masing masing, selama lari mereka menggunakan segenap kemampuan untuk mejajaki kemampuan lawan.


Mulan menghentikan larinya di sebuah pulau yang cukup luas di pinggir sungai, sebuah pulau yang penuh dengan pasir putih tempat yang tepat untuk melakukan pertarungan secara duel. Duel yang tihak hanya menentukan siapa yang menang atau yang kalah tetapi duel yang akan menentukan hidup atau mati. Kembali mereka berdiri saling menatap lama, tak berkedip tanpa suara.


Cuaca yang cerah matahari yang mulai meninggi memacarkan sinarnya keseluruh sudut pulau yang terdiri dari hamparan pasir putih. Hanngatnya cahaya matahari mulai mengusir rasa dingin udara pengunungan dan menguapkan embun dari permukaan pulau dan dedaunan.


Saat yang bersamaan Albara juga sudah melangkah menubruk, memeluk Mulan semua rindu yang di penndamnya pada Mulan akhirnya tumpah, Albara memperkuat dekapannya seolah tak mau Mulan pergi dari pekukannya. Kasih sayangnya pada Mulan yang mulai memudar kini tumbuh bersemi kembali, jiwanya bergelora kembali gelombang asmara yang selama ini mati kini hidup kembali.


Mulan juga mempererat pelukannya tangisnya semakin jadi, membuat dada Albara basah oleh air matanya. Tangis Mulan terhenti saat Albara mendorongnya dengan keras hingga dirinya terbanting hingga tiga langkah berdiri dengan limbung.


"Kakak... tidak kah kak bara kangen Mulan?" jerit Mulan pilu.


"Tidak, kamu milik Andree Lee, kamu wanita siluman yang telah membunuh Budiman" teriak Albara garang.

__ADS_1


"Kakak... Mulan masih milik kak Bara" jerit mulan makin pilu.


"Tidak... Mulan Albara sudah mati" Albara terlihat makin beringas.


"Siluman betina bersiaplah menerima pembalasan atas semua perbuatan mu" kembali Albara berteriak wajahnya sekarang terlihat merah darah pertanda emosinya sudah sampai di ubun ubunnya.


Mulan berhenti menangis lalu mengusap air matanya yang mengalir deras membasahi pipinya.


"Sekarang kak bara mau apa?" tanya Mulan menenangkan dirinya.


"Kau pun harus mampus mempertanggung jawabkan perbustanmu" ucap Albara.


"Majulah Mulan tidak takut" teriak Mulan yang terlihat kecewa dan emosi, kini balik menantang Albara.


Albara melompat memberikan serangan mengicar d4da kiri Mulan, serangan yang cepat dan kuat, kalau Mulan tidak miliki keahlian silat tinggi pasti pukulan Albara akan menghancurkan isi d4danya.


"Bagus... tak kusangka kakak memiliki keahlian dahsyat seperti ini" teriak Mulan.


Mulan menjadi girang ingin menjajaki sejauh mana kemampuan Albara, segera mulan melompat kekanan menghindari serangan kilat Albara yang mengincar dad4 kirinya. Seperti Mulan demikian juga dengan Albara sangat kaget dengan kelihayan bela diri Mulan, dalam emosinya timbul keinginan untuk mengukur ketinggian ilmu yang di miliki Mulan.


Kembali Albara melakukan serangan yang sangat berbahaya, kali ini Albara tidak sungkan sungkan lagi. Tubuhnya bergerak cepat memberi serangan serangan mematikan. Namun Mulan bergerak tak kalah cepatnya mengelak, menangkis atau memberikan serangan balasan. Kembali pertarungan seru terjadi antara mereka, tubuh mereka bergerak seperti bayangan saling serang angin serangan mereka menderu deru menerbangkan pasir ke mana mana.


Mereka saling gempur dengan jurus yang sama karena bersumber dari orang yang sama, mereka saling serang hingga tiga puluh jurus tidak ada yang kena, tidak juga ada tanda tanda dari mereka yang terdesak atau mendesak lawannya.

__ADS_1


"Aiiih" teriak Mulan mundur, saat ujung jari Albara hampir saja menotok pundaknya.


Mulan menjadi kagum sekali saat menyadari berapa hebatnnya Albara. Mulan tidak mendapat celah untuk menyerang Albara, pertahanannya sungguh kuat, ilmu peringan tubuhnya pasti tidak di bawah Mulan. "Langkah bahagianya kalau Albara menjadi suami mulan" pikir Mulan.


__ADS_2