
Mulan berhenti berandai andai saat menyadari kalau Albara sekarang adalah musuhnya. Mulan sekarang sadar kalau Albara menginginkan nyawanya, dua kali sudah serangan Albara hampir mencelakainya. Mulan baru sadar kalau Albara hebat bukan main jika dia bertarung hanya dengan tangan kosong maka cepat atau lambat dia pasti akan kalah.
"Kak Bara sekarang sudah memiliki ilmu tinggi rupanya, tapi jangan kira Mulan takut padamu, Mulan akan bertarung sampai mati" ucap Mulan makin menantang.
Mulan melepaskan selendang yang dia kenakan yang tadi melilit di lehernya, dengan gerakan kilat mulan menerjang kearah Albara, selendang warna kuning keemasan menyambar nyambar bagai air bah, kadang lemas melecut seperti cambuk kadang keras seperti pedang, kadang menyerang bagai sebuah tongkat. Serangan Mulan sangat cepat hingga tubuhnya lenyap di selimuti sinar keemasan.
Albara berusaha mengimbangi seragan selendang Mulan yang datang susul menyusul, angin kibasan selendang menyebarkan bau harum parfum yang biasa di pakai Mulan kekasihnya. Kepala Albara kembali di buat pusing, setiap kali selendang di kebutkan di sertai bau harum semerbak, bau farpum yang sangat akrab dengan penciuman Albara.
"Ahhhh" Albara mengeluh saat bau harum parfum Mulan tercium saat selendang Mulan lewat di depan matanya.
Mulan tak menyiakan kesempatan selendangnya kembali melecut dengan keras seolah sebuah cambuk melecut mengarah ke ubun ubun Albara. Melihat selendang yang kadang lemas kadang keras seperti pedang mengertilah Albara kalau Mulan telah menyalurkan tenaga dalamnya melalui selendang. Serangan yang sangat hebat, kadang berubah seperti tongkat, kadang serangan mulan bagaikan cambuk, kadang seperti pedang, di saat yang lain salah satu ujung selendang menyerang bagai pedang di tangan kanan, sedangkan ujung yang lain bagaikan cambuk di tangan kiri Mulan.
Albara tidak berani main main menghadapi serangan Mulan kali ini. Tapi semerbak harumnya parfum Mulan benar benar membuyarkan konsentrasinya, sehingga saat salah satu ujung selendang melecut kearah ubun ubun Albara dengan sangat cepat, Albara masih melongo dia mencoba menghindar namun ujung selendang yang lain telah menyusul membabat lehernya laksana pedang.
"Breet" Albara berusaha mengelak namun ujung selendang masih menyerempet di bahunya menimbulkan robekan di bajunya, Albara melompat ke belakang menghindari serangan berikutnya.
"Hebat... " tak sadar Albara memuji serangan Mulan, yang hampir saja memotong lehernya.
Serangan Mulan kali ini terasa asing bagi Albara, jurus jurusnya seperti gabungan ilmu pedang Hindia, di gabung ilmu cambuk dari Mogolia dan ilmu tongkat dari Tiongkok.
__ADS_1
"hmmm kak bara masih ingin melanjutkan pertempuran?" tanya Mulan.
"Kau masih bethutang nyawa pada ku, aku belum berhenti sebelum kau lunasi" ancam Albara.
Albara sudah tak mau main main di tangannya sudah menggenggam pedang si Tajam Hulu Tembesi. Dengan jurus ilmu pedang Hindia Albara menerjang kearah Mulan, kelebatan pedang terlihat seperti sinar keperakan yang menyilaukan menggulung gulung terkadang menusuk, di iringi deru angin yang sangat kencang nenerbangkan pasir setiap kali pedang di tebaskan.
Mulan diam diam kagum sekali dengan permainan pedang Albara, terdengar nafasnya sedikit berat menghadapi serangan Albara. Kembali terjadi pertarungaan seru di antara mereka terjadi, mereka bergerak cepat sekali sehingga hanya terlihat seperti sinar keemasan dari selendang Mulan dan sinar keperakan dari pedang Albara saling libat.
Bunyi beradunya dua senjata makin sering terdengar, selendang Mulan seperti tak mempan terhadap bacokan pedang Albara, selendang mulan seperti alot melebihi karet hingga pedang si tajam yang terkenal seperti takberdaya bertemu selendang di tangan Mulan.
"Selendang sutra sorgawi" guman Albara mengeluh saat serangan pedangnya selalu bertemu selendang.
Albara mengenal selendang sutra sorgawi merupakan selendang pemberian Ratu Balqis pada Ratu Mas saat menjadi pengawal pribadi Ratu Balqis. Albara Mulai mereka reka kalau Mulan yang bertarung dengan nya sekarang adalah Ratu Mas dari masa lalu. Namun pikiran Albara kembali buyar saat serangan balasan dari Mulan makin gencar.
Hingga ratusan jurus bahkan belum ada tanda tanda dari mereka akan kalah, pada saat ini Albara sudah mulai bisa menghimpit serangan dari Mulan, Mulan lebih bayak menangkis, mengelak terkadang mundur pertanda dia telah mulai terdesak. Albara melihat Mulan makin terdesak, kembali melakukan serangan berbahaya dengan gerakan kilat pedangnya melakukan bacokan miring sehingga sulit sekali bagi Mulan untuk selamat dari tebasan pedang Albara.
"Ratu Mas" teriak Albara kaget saat melihat jurus khas yang di gunakan Mulan sama persis dengan jurus jurus Ratu Mas.
Mulan melambung keudara menghindari bacokan pedang Albara tapi tetap saja pedang Albara nyerempet di pahanya.
__ADS_1
"Brreet" terdengar suara pakaian di paha Mulan robek, pedang Albara tidak saja merobek pakaian Mulan tapi juga menggores paha kirinya hingga berdarah.
"Seer seer seer seer" selagi Mulan di udara selendang nya di kebutkan dan dari tangan kirinya meluncur jarum jarum merah muda yang meluncur cepat megincar titik mematikan di tubuh Albara. dengan tenaga dalam penuh Albara mengerakkan tangan kirinya, dari tangan kirinya menderu tenaga dahsyat menyambut kedatangan jarum jarum beracun Mulan.
"Duar" terjadi ledakan saat dua tenaga sakti bertemu, jarum jarum yang di lepaskan Mulan rontok semua, tapi akibat benturan kedua tenaga dalam, membuat Mulan terlempar hingga lima langkah kebelakang sedangkan Albara mundur dua langkah.
"Aiiiih" jerit Mulan pucat.
Pertemuan dua tenaga dalam membuktikan kalau Albara menang setingkat di atas Mulan. Kembali mereka saling tatap mengagumi keahlian masing masing, lalu pertempuran kini dilanjutkan gerakan mereka mulai melambat. Sekalipun dengan gerakan lambat pertempuran ini menjadi lebih berbahaya karena setiap gerakan mereka sudah menggunakan tenaga dalam tinggi.
Puluhan jurus sudah bertempur dengan tenaga dalam penuh membuat mereka makin lelah, semerbak harumnya selendang membuat Albara makin terkenang akan kenangan selama menjadi kekasih Mulan. Hatinya makin pedih betapa sakitnya di putuskan kekasih saat dia masih sayang, saat dia masih cinta. Putus cinta mungkin hal yang lumrah jika sudah saling tak cinta, tapi diputusin saat masih cinta itu luar biasa sakitnya.
Namun cintanya pada Mulan makin subur saat sememerbak parfum Mulan tercium di mana mana menebarkan racun cinta ke hati Albara. Albara jadi makin banyak mengalah ini pun mulai di sadari oleh Mulan. Albara sangat ingin bertanya siapa Mulan sebenernya pada siapa Mulan berguru sehingga ilmunya sehebat ini, namun sebuah serangan Mulan yang mengandung hawa panas tiba tiba datang dengan cepat membuat Albara mengurungkan niatnya.
Sorangan yang tak mungkin terelakkan ujung selendang Mulan telah berada sangat dekat dengan dengan ubun ubun Albara, secara reflek Albara menangkis dengan tangan kirinya, secara ajaib sebuah kekuatan dahsyat mengalir ke tangannya seketika tangan Albara telah di aliri arus listrik tinggi.
"Duar" kembali dua kekuatan bertemu.
Mulan merasa tersengat aliran listrik yang mengalir dari tangan Albara ke selendang nya, tubuhnya terbabting dengan keras selendangnya telah terampas Albara.
__ADS_1
Mulan hanya terbaring lemah menunggu serangan Albara selanjutnya dengan pasrah.
"Ahhhk" keluh Mulan pasrah.