
Air mata Mulan menetes tanpa di sadarinya saat Albara memegang jarinya, mengucapkan janji akan melamar nya. Tubuhnya terguncang menahan tangis, namun air matanya telah jatuh menetes di tangan Albara.
"Mulan... " pangil Albara lirih.
Mulan tetap diam tubuhnya mengigil hingga terasa oleh Albara yang masih memegang jari jarinya.
"Dek Mulan! kamu kenapa?" tanya Albara makin mempererat genggaman tangannya.
"Kak Bara, ulangi panggilan kakak barusan" pinta Mulan gemetaran dalam tangisnya.
"Dek Mulan..." Albara mengulanginya.
"Dek Mulan.. kenapa?" Albara mengulangi pertanyaannya.
Mulan balas menggenggam tangan Albara.
"Dek Mulan bahagia kak" ucap Mulan lalu mencium tangan Albara.
Albara berusaha duduk tapi punggungnya terasa sakit, sakit yang sangat terasa menyentak hingga Albara kembali terjatuh.
"Aduuh punggung kakak sakit sekali" ringis Albara.
Mulan jadi salah tingkah melihat Albara kembali tergeletak kesakitan.
"Maaf kan Mulan kak, sampai lupa kalau kakak sedang terluka" Mulan membetulkan posisi Albara seperti semula.
"Kak bara istirahat dulu, Mulan mau mandi dan panasin air" kata Mulan.
Albara mengangguk matanya mulai menatap kegelapan di kejauhan puluhan kunang kunang terlihat beterbangan memancarkan cahaya berkedip kedip. Saat Mulan mandi di sungai, Albara mengeluarkan tas dan handphone Mulan yang dia temukan di mulut goa Tiraw. Tas dan handphone yang selama ini disimpan nya di Cincin Pintak Pinto, tas dan handphone yang selalu dia keluarkan saat akan tidur.
Untung juga selama tinggal di perkebunan kurma, Albara selalu menyimpan beberapa keperluan sehari hari di cincinnya. di keluarkannya sekotak lilin, kopi sasetan, me instan, saos dan kecap.
Setelah linlin dinyalakan Albara mulai memeriksa keadaan di sekitar goa. "Sepertinya tempat ini memang sebagai tempat tinggal seseorang dulunya" pikir Albara.
Di mulut goa ada perapian dengan peralatan dapur kono, rasanya Albara pernah lihat peralatan seperti ini, "ya seperti peralatan dapur di rumah ki hanip" pikir Albara ingat saat terdampar di masa lalu.
__ADS_1
"Mungkin goa ini sudah ada penghuninya semenjak zaman Raja Sulaiman berkuasa" pikiran Albara mulai menerka nerka.
Mulan terlihat kaget saat kembali ke goa, di goanya ada lilin menyala menerangi seisi goa. Seperti tak peduli dengan perubahan yang terjadi di goanya, Mulan justru sangat semangat memperlihatkan dua ekor ikan sebesar betis pada Albara.
"Lihat kak, Mulan berhasil mendapatkan ikan untuk makan malam kita" kata Mulan lalu mendekati perapian yang sepertinya sedari tadi tidak pernah padam.
Mulan menambah kayu bakar dan mulai membakar ikan untuk makan malam mereka. Di atas perapian terlihat semacam Ceret dari dari besi mengumpulkan uap air menimbulkan bunyi siulan pertanda air di dalamnya telah mendidih.
Mulan terlihat cekatan sekali di perapian menyiapkan keperkuan makan malam mereka. Albara tak sanggup memperhatikan Mulan lebih lama, menetes air matanya, kala memikirkan betapa menderitanya Mulan selama ini.
Anak Sekda Kota Tapus yang selama ini tak pernah susah gelisah memikirkan keperluan perutnya, sekarang harus bersusah susah ngumpulin kayu bakar, mencari ikan memasak harus dilakukan sendiri. tinggal di goa tanpa ada yang nemani.
"Air telah bersiul, tapi sayang Mulan, gak punya kopi untuk kak Bara" ucap Mulan mengeluh.
"Dek Mulan kakak punya kopi dan mi instan untuk di masak" kata Albara masih larut dalam kesedihan melihat penderitaan Mulan.
"Di mana kak...?" tanya Mulan.
"Coba periksa, perasaan kakak ada di tas ini" ucap Albara memberikan tas yang dia temukan di mulut goa Tiraw.
"Iiihhh ini tas punya Mulan, kakak temukan di mana?" tanya Mulan senang.
"Kakak mencari dek Mulan kemana mana, tapi cuma nemukan tas dan handphone Mulan di goa Tiraw" ucap Albara.
Tiba tiba Mulan menangis menghampiri Albara, mrnghanbur memeluk Albara.
"Kakak Bara ternyata sangat peduli pada Mulan, terima kasih ya tuhan telah memberi Mulan kekasih yang sangat peduli" ratap Mulan memeluk Albara.
"Aduuuuh... " kembali Albara mengaduh karena rasa sakit di punggungnya.
"Maaf kak, Mulan lupa lagi" ucap Mulan menyesal.
"Kakak istirahat aja lagi ya, Mulan bikinkan kopi" ucap Mulan.
Albara hanya mengangguk di pembaringannya, sementara Mulan seperti tidak ada lelahnya, habis menyeduh kopi Mulan membatu Albara duduk untuk menyesap kopi. Kemudian bergegas memetik beberapa jamur yang tumbuh di bawah ranting ranting kayu di pulau, lalu memasaknya untuk campuran mi instan. setelah semua siap semua di hidangkan dalam peralatan serba terbuat dari tanah liat.
__ADS_1
"Ini jamur sangat langka, hanya ada di daerah pegunungan yang lembab, tapi panas di siang hari tapi dingin di malam hari" kata Albara.
"Kakak tau tentang jamur ini?" tanya Mulan saat mereka mulai menyantap hidangan makan malamnya.
Mulan terlihat makan bernafsu sekali dari keningnya bercucuran keringat, Albara sangat iba memperhatikan keadaan Mulan, tentu selama lima bulan di goa Tiraw dia tidak pernah makan enak pikir Albara.
"Selama di goa Tiraw Mulan hanya makan rebusan jamur dan ikan bakar tanpa bumbu" ucap Mulan.
"Kamu sangat beruntung dek Mulan, jamur dan ikan ini sama sama spesies langka, zaman dulu jamur dan ikan ini di buru oleh para pendekar untuk bahan pengobatan dan berkhasiat melancarkan jalan darah dalam melatih peningkatan tenaga dalam" ucap Albara.
Mulan menyeka keringat di keningnya
"Habis Mulan akan makan apa, cuman jamur dan ikan yang bisa di temukan di goa ini" ucap Mulan.
Albara merasa makin iba melihat keadaan mulan yang seperti anak anak sedang kelaparan bertemu makanan enak.
"Dek Mulan habiskan mi dan jamurnya ya, kakak sudah kenyang" Ucap Albara melihat Mulan masih bernafsu untuk nambah.
"Benar ya kak?" tanya Mulan.
"Iya.." jawab Albara mengangguk.
"Alhamdulillah... baru ini Mulan menyadari betapa nikmatnya makanan yang menggunakan garam" Mulan terus menyantap mi instan di campur jamur yang masih tersisa.
"Kak Bara kok liatin Mulan terus" kata Mulan protes.
"Mulan sudah jelek ya kak?" tanya Mulan.
"Kakak kasian sekali lihat kamu.. sayang" ucap Albara iba.
"Anak sekda bahkan anak wakil gubernur lagi harus masak sendiri makan jamur dan ikan.! ... sedangkan anak petani yang tidak berpunya saja masih bisa makan nasi putih tiga kali sehari"
"Kenapa tidak bawa kakak ke istana sekda Kota Tapus biar bisa nikmati enaknya makanan istana" kata Albara.
"Mulan sudah di usir dari rumah Sekda kak, mereka sudah punya putri yang baru, mereka tidak butuh Mulan lagi" kata Mulan datar.
__ADS_1
"Mulan hanya punya goa ini sebagai tempat tinggal makanya saat kak Bara pingsan, Mulan bawa kakak kesini untuk di rawat" ekspresi wajah Mulan tampak sangat tertekan.
Albara makin merasa iba melihat keadaan Mulan, wajahnya terlihat lebih tua menggambarkan penderitaan yang luar biasa. Rambutnya satu persatu mulai memutih, bodinya agak kurusan dari biasanya. Sekalipun kecantikan Mulan masih terlihat tapi pesona Mulan yang di idolakan penduduk kota tapus kini turun drastis hingga empat puluh persen di banding biasanya, Jiwa Albara seperti menjerit ingin memeluk Mulan.